Bestprofit Futures Jakarta  Yen, satu-satunya mata uang utama yang telah menguat terhadap dolar sejak referendum Brexit Inggris, naik ke level yang menunjukkan hal itu mungkin telah bergerak terlalu jauh, terlalu cepat.

Pengaruh buruk pasca kejutan Pemilu Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah menyebar hingga pasar global dengan meningkatnya permintaan untuk aset haven seperti obligasi pemerintah dan emas. Kenaikan yen diatas 100 per dolar meningkatkan kemungkinan intervensi, menurut Sumitomo Mitsui Banking Corp.

Mata uang Jepang, yang sering dibeli pada saat terjadi gejolak, menyentuh level tertinggi dalam 32-bulan terhadap greenback pada hari Jumat setelah hasil pemilihan suara. Yen naik 0,3 persen menjadi 101,68 pada pukul 09:57 pagi di Tokyo. Pound sedikit berubah di $ 1,3222 setelah terjun 11 persen dalam dua sesi sebelumnya. Menyentuh level terendah dalam tiga dekade di level $ 1,3121 pada hari Senin. Sementara euro sedikit berubah pada $ 1,1021 setelah turun 0,8 persen.

Momentum indeks acuan yang dikenal sebagai RSI 14-hari berada di angka 76, di atas level 70 yang menunjukkan beberapa pedagang bahwa aset telah meningkat terlalu cepat. Indeks tersebut naik ke angka 84 pada 8 September kemarin, posisi sudah overbought sejak 2008 lalu. Dollar AS melemah dari level 10 bulan tertingginya terhadap pound seiring kenaikan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun berhenti di angka 2,5 persen. Acuan volatilitas mata uang naik ke level 6 bulan tertinggi.

Dolar sedikit berubah di level $ 1,2942 per euro pukul 10:39 pagi waktu Tokyo kemarin, sebelumnya mencapai level $ 1,2860 yang merupakan level tertingginya sejak Juli 2013 lalu. Dollar AS diperdagangkan di level 106,25 yen, dari level sebelumnya 106,20 yen di New York. Dollar AS kemarin menyentuh level 106,47 yen, level tertingginya sejak Oktober 2008 lalu. Pound naik sebesar 0,1 persen ke level 137,51 yen.

Dollar AS melemah sebesar 0,1 persen ke level $ 1,6128 terhadap pound setelah sebelumnya mencapai level $ 1,6060 kemarin, yang merupakan level tertingginya sejak 19 November lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak Dollar AS terhadap 10 mata uang utama, berada di level 1,045.83 sebelumnya mencapai level 1,045.61 kemarin, ketika menyentuh level 1,048.84, level tertingginya sejak Juli 2013 lalu.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sedikit berubah sebesar 2,5 persen, setelah 4 hari sebelumnya ke level tertingginya sejak 31 Juli lalu.

Sumber: Bloomberg