Bestprofit Futures Jakarta

Yen melemah terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Asia pada hari Jumat (26/05) pagi ini meskipun harga konsumen Jepang untuk bulan April sedikit lebih baik daripada ekspektasi, khususunya untuk pengukuran CPI inti.

Di samping itu, para investor juga tengah menantikan pidato Ketua The Fed Janet Yellen malam nanti di Harvard, yang diharapkan akan menyinggung masalah kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Juni mendatang. USD/JPY meningkat tipis 0.13 persen ke posisi 109.91.

Indeks CPI Jepang Menurun

Consumer Price Index (CPI) Jepang yang tidak termasuk makanan segar menurun 0.3 persen pada bulan April dari setahun sebelumnya, setelah mengalami penurunan dengan jumlah yang sama pada bulan Maret, demikian menurut Biro Statistik Jepang pada hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan tipis 0.4 persen.

Sementara itu, CPI inti juga jeblok di level yang sama, yakni 0.3 persen, namun sedikit lebih baik daripada ekspektasi penurunan yang juga 0.4 persen YoY. Indeks Harga Konsumen Jepang masih berada di bawah tekanan dari menurunnya harga barang-barang, karena perusahaan makanan dan rantai restoran sedang waspada terhadap kenaikan suku bunga sejak awal tahun fiskal 2016 pada bulan April lalu.

“Inflasi Jepang masih akan lemah,” kata Takashi Shiono, ekonom Credit Suisses Group di Tokyo yang dikutip oleh Bloomberg.

“Jika Anda memperhatikan perekonomian dan harga-harga fundamental, maka BoJ harus segera melakukan pelonggaran.” lanjut Shiono sembari mengutip bahwa rendahnya harga energi merupakan faktor utama yang menyeret inflasi. Harga energi jeblok sebanyak 12.6 persen pada bulan April dari satu tahun sebelumnya, mengikis persentase poin CPI Jepang sebanyak 1.1 persen, demikian yang dilaporkan oleh Biro Statistik Jepang.

CPI Jepang

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)