Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 1uSaham Asia mengawali perdagangan bursa Jumat 5 September 2014 dengan gerakan beragam setelah kejutan datang dari Bank Sentral Eropa yang memutuskan memangkas tingkat suku bunga. Investor masih bersikap hati-hati menjelang laporan ketenagakerjaan AS.

 

Seperti diberitakan CNBC, Mario Draghi selaku Kepala Bank Sentral Eropa kemarin mengumumkan langkah kebijakan pemotongan tingkat suku bunga acuan menjadi 0,05 persen dan bunga faslitias deposit menjadi minus 0,2 persen. Bank Sentral Eropa juga menegaskan akan meluncurkan program pembelian aset pada bulan depan.

 

Perhatian investor kini beralih kepada laporan pembayaran upah bulanan untuk sektor di luar pertanian (nonfarm payrolls) yang akan dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada akhir pekan ini. Analis mengharapkan ada peningkatan rekrutmen di bulan Agustus menjadi 225.000 pekerja atau naik dari capaian rekrutmen 209.000 pekerja pada bulan Juli. Tingkat pengangguran diperkirakan menurun menjadi 6,1 persen pada bulan Agustus dari level 6,2 persen di bulan sebelumnya.

 

Pembicaraan perdamaian antara Presiden Ukraina dan kelompok pemberontak pro Rusia pada akhir pekan ini juga akan turut menjadi sorotan investor. Para separatis menyatakan mereka bersedia untuk menandatangani perjanjian gencatan senjata jika ada pengakuan politik atas wilayah yang dikuasai mereka.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini menguat 0,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini kembali memperoleh keuntungan setelah rebound pada sesi perdagangan Kamis karena para investor menyambut pelemahan yen. Penurunan nilai tukar mata uang yen terhadap dolar AS di awal perdagangan hari ini meningkatkan kinerja saham eksportir.

 

Di antara saham yang naik dalam komponen Nikkei adalah Trend Micro melonjak lebih dari 4 persen, sedangkan Panasonic, Fanuc dan Olympus masing-masing menguat 1 persen.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney melemah 0,1 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini turun untuk sesi ketiga berturut-turut dikarenakan penurunan harga komoditas.

 

Saham penambang banyak dijual karena harga bijih besi terus menurun hingga mencapai level terendah dalam kurun lima tahun terakhir. Saham Fortescue Metals dan BHP Billiton masing-masing kehilangan 1 persen.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul jatuh 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini membalikkan keuntungan awal karena kembali mencapai level terendahnya selama rekor tiga pekan.