Bestprofit Futures Jakarta

Ketua Federal Reserve Janet Yellen, Senin mengatakan dia mengharapkan ekonomi AS akan terus meningkat dan mengharapkan kenaikan bertahap suku bunga lebih lanjut “mungkin” akan sesuai.

“Saya tetap percaya bahwa itu akan sesuai untuk secara bertahap mengurangi tingkat akomodasi kebijakan moneter, asalkan kondisi pasar tenaga kerja dapat membaik lebih lanjut dan inflasi terus membuat kemajuan menuju target kami yakni 2,” kata Yellen dalam pidatonya di Dewan Urusan Dunia Philadelphia.

Yellen tidak menawarkan petunjuk lebih lanjut kapan waktu Fed untuk bertindak dalam sambutannya. Lemahnya laporan pekerjaan Mei mengurangi optimisme kenaikan pada bulan Juni dan telah meningkatkan keraguan tentang kenaikan suku bunga pada bulan Juli, kata analis menjelang pidato Yellen.

Bos Fed mengatakan angka pekerjaan Mei yang lemah menimbulkan pertanyaan tentang prospek bahwa para pejabat “akan berjuang untuk kenaikan.”

Dia mencatatkan beberapa ketidakpastian yang dihadapi dalam perekonomian. Namun kemudian dia mengatakan bahwa pertumbuhan moderat yang terjadi dan menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

“Meskipun ekonomi baru-baru telah dipengaruhi oleh bervariasinya kekuatan pengimbang, saya melihat alasan yang baik untuk mengharapkan bahwa kekuatan positif mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan inflasi yang lebih tinggi akan terus lebih besar daripada yang negatif,” kata ketua Fed.

Presiden Federal Reserve of Atlanta DennisLockhart pada hari Senin kembali mengulangi prediksinya bahwa bank sentral masih mungkin untuk menaikkan suku bunga di pertengahan tahun. Waktu kenaikan suku bunga telah menjadi hal yang begitu penting, kata Lockhart dalam acara Rotary Club of Atlanta, sembari memperingatkan jikainflasi rendah masih beresiko menunda langkah Fed.

Untuk tahun 2015, Lockhart telah lebih optimis terhadap perekonomian AS menyusul pertumbuhan hampir 3 juta pekerjaan baru pada tahun 2014. Yang akan mendorong belanja konsumen, terlebih dengan kejatuhan hargabensin. Dia memprediksi ekonomi AS akan tumbuh sekitar 3% pada tahun 2015, yang akan menandai ekspansi tercepat dalam satu dekade.

Namun Lockhart menilai jika timing kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006 masih sangat sedikit, dan ia lebih suka menunggu sedikit lebih lama untuk melihat tingkat inflasi stabil terlebih dahulu dan kemudian bergerak menuju target 2% yang ditetapkan Fed.

Presiden Fed Atlanta ini juga menyatakan keprihatinan atas lambannya pertumbuhan upah, yang dianggapnya “agak membingungkan”. Beberapa ekonom bank sentral berteori bahwa masih banyaknya orang AS yang terpaksa bekerja paruh waktu menjadi salah satu faktor yang menekan pertumbuhan upah secara keseluruhan.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)