Bestprofit Futures Jakarta, bprofitfutures.com – Tentu ada alasannya jika banyak himbauan agar kita tidak membiasakan diri memberikan uang pada pengemis. Beberapa peminta-minta rupanya memiliki pendapatan yang luar biasa moncer mengandalkan rasa iba orang lain.

Fenomena pengemis terjadi di seluruh benua. Di negara maju saja tetap ada pengemis di sudut-sudut kota besar.

Masalah sosial ini ternyata selalu memicu persoalan tersendiri. Para pengemis, terutama yang sukses, meraup uang banyak dari pemberian orang. Alhasil mereka menjadi semakin profesional, terstruktur cara kerjanya, bahkan sampai memiliki aset.

Dari lima cerita yang masuk daftar ini, bisa dibilang mereka sudah bukan lagi pengemis melainkan jutawan. Pemasukan harian mereka banyak, serta memiliki aset dalam pelbagai wujud.

Dengan ukuran negara maju sekalipun, mereka layak disebut orang kaya sekalipun sehari-hari mengemis. Di negara mana saja dan seperti apa modus operandi pengemis tajir itu? Simak rangkuman Bestprofit Futures berikut ini :

1. Pengemis musiman Dubai tidur di hotel bintang 5

Kepolisian Dubai, Uni Emirat Arab, sempat kelimpungan memburu pengemis internasional yang sanggup meraup banyak uang. Para pengemis itu hidup mewah di negara itu. Operasi pada Juni 2015 berhasil menangkap 70 pengemis seluruhnya warga asing.

Beberapa peminta-minta dicokok saat tinggal di hotel kelas bintang lima. Dilansir emirates247, Minggu (21/6), Kolonel Mohammaed Rashid Al Muhairi, selaku kepala divisi satuan pengamanan pariwisata Dubai, mengatakan salah satu tersangka paling bikin geger adalah pengemis perempuan asal Arab.

Berkat hasil mengemis saban hari saja, dia bisa menginap di kamar hotel mewah di pusat kota Dubai, bersama empat anaknya yang sebagian masih balita.

“Para pengemis itu masuk ke Dubai menggunakan visa bisnis. Sewa kamar hotel ini diperpanjang setiap hari,” kata Muhairi.

Dari si pengemis perempuan yang paling kaya itu, polisi Dubai menyita hasil meminta-meminta senilai 13 ribu Dirham (setara Rp 47 juta). Diyakini mereka memperoleh pendapatan sangat besar bila sudah tinggal di UEA selama berbulan-bulan.

Seluruh pengemis yang tertangkap segera disidang. Selain dijauthi denda, mereka segera dideportasi.

2. Pengemis India punya rekening Rp 2,5 miliar

Seorang pengemis muda India diketahui memiliki kekayaan melebihi masyarakat sosial kelas menengah di negara itu. Pappu Kumar, pengemis yang telah berpengalaman selama delapan tahun di Jalan Patna ini dilaporkan mempunyai uang sebanyak 500 ribu rupee atau setara USD 7,500 (Rp 102,8 juta) yang tersebar di empat akun rekening bank.

Selain uang, Pappu juga memiliki nilai kekayaan properti mencapai USD 185 ribu (setara dengan Rp 2,5 miliar). Sebagai pengemis kelas kakap, Pappu kerap meminjamkan hartanya kepada pebisnis lokal dengan jumlah keuntungan yang menarik.

Meski jumlah hartanya terbilang berlebih, diketahui pria berusia 33 tahun ini masih menjalani keseharian sebagai pengemis, seperti diberitakan laman Odditycentral, Kamis (19/5).

Usut punya usut, Pappu bukan seorang yang terlahir sebagai seorang pengemis. Pappu pernah mengenyam pendidikan formal dan lanjutan di bidang teknik. Namun sebuah kecelakaan menutup mimpinya. Sebagian tubuhnya lumpuh, belum lagi Pappu ditinggal sang ayah untuk selamanya.

Pemuda ini melanjutkan hidup di perempatan rel kereta di Patna. Dia mengemis selama tujuh tahun sebelum polisi menyiduknya tahun lalu. Pihak berwajib curiga atas akun bank Pappu dan juga dua petak tanahnya yang berukuran total 185 meter persegi. Dia juga meminjamkan uang senilai hampir USD 15 ribu kepada beberapa pedagang di wilayah New Market.

Polisi meminta Pappu untuk berhenti mengemis dan menjalani hidup normal dengan nilai kekayaannya tersebut.

“Kami harus memindahkannya dari hidup di rel kereta, memintanya berhenti mengemis dan kembali hidup semestinya,” tandas Inspektur Rajesh Lal, petugas Pengawas Rel.

 

3. Pengemis Malaysia main saham karena terlanjur tajir

Terkadang pengemis di sejumlah kota besar sesungguhnya memang bukan orang miskin. Seperti yang terjadi di Kota Johor Baru, Malaysia.

Manayi Ibrahim, Pejabat dinas sosial Kota Johor Baru mengatakan anak buahnya berhasil mengamankan seorang pengemis perempuan berusia 73 tahun. Wanit renta itu ternyata memiliki tiga rekening bank berisi ribuan ringgit, seperti dilansir situs asiaone.com pada Mei 2013.

Pengemis itu juga diketahui mempunyai sertifikat saham senilai Rp 16,1 juta di Amanah Saham Bumiputra dan nilai tabungannya terus bertambah tiap pekan.

Pihak dinas sosial telah mencoba menghubungi anggota keluarganya, namun ada kemungkinan perempuan tua itu telah ditelantarkan keluarganya.

4. Pengemis terkaya dari Australia, pertahun dapat Rp 500 juta

Sosok pria paruh baya perlente dari Australia ini kemungkinan besar bisa dicalonkan sebagai pengemis terkaya sedunia. Ken Johnson, kini berusia nyaris kepala enam, sehari-harinya cuma mengemis di kawasan ramai George Market, Kota Sydney. Di kawasan itu sehari-hari pekerja kerah putih dari komplek CBD Sydney berlalu lalang.

Walau cuma meminta recehan, jangan remehkan penghasilan Johnson. Saat kegiatannya dibongkar oleh media massa setempat, ternyata pria uzur itu bisa memperoleh USD 400 per hari hanya menengadahkan tangan selama 16 jam sehari. Artinya, setahun dia mendapatkan USD 50 ribu (setara Rp 500 juta).

Situs news.com.au, Sabtu (22/8/2009) turut membongkar beberapa properti yang diatasnamakan Johnson. Salah satunya apartemen senilai Rp 8 miliar.

Johnson mengklaim tidak semua uang hasil mengemis itu dia nikmati sendiri. “Sebagian saya berikan kepada teman,” ujarnya.

5. Pengemis di Inggris punya apartemen Rp 4,5 miliar

Seorang pengemis di Ibu Kota London, Inggris, bernama Simon Wright memiliki tempat tinggal senilai Rp 4,5 miliar di sebelah barat London.

Situs asiaone.com melaporkan, Ahad (9/6), orang-orang yang memberinya uang tidak menyadari bahwa Simon bisa meraup uang sekitar Rp 762 juta saban tahunnya dari mengemis.

Simon kerap terlihat secara teratur mendatangi tempat perjudian dan hiburan untuk menukarkan uang koin yang dia dapat. Terkadang, di banyak kesempatan, tempat-tempat ini menambahkan uang hingga Rp 3,1 juta sampai Rp 4,5 juta kepada Simon.

Namun, aksi Simon akhirnya ketahuan. Dia mendapat dua tahun tuntutan sipil, yang melarang dirinya mengemis di seantero London.

Oliver Strebel, polisi yang membawa kasus ini ke pengadilan, mengatakan bahwa Simon memiliki sebuah cara untuk mendapatkan banyak uang saat mengemis.

“Dia menggunakan sebuah tanda yang mengatakan dirinya seorang tunawisma dan orang-orang kemudian memberikan uang mereka atas dasar itu, dan ini jelas-jelas sebuah penipuan,” kata Strebel.

Setelah seharian mengemis, Simon biasanya langsung membereskan kantong tidurnya dan kembali ke apartemen kelas atas milik dia di Wilayah Fulham, London.

Itulah Lima Pengemis Terkaya Sedunia versi Bestprofit Futures