Kepulauan Anambas masih merupakan hutan hijau.

VIVA.co.id – Tiga turis asing nampak asyik bercengkrama di kedai kopi, tepat di tepi pantai. Udara sore begitu sejuk, dengan angin semilir mengibas-ibas rambut.

Memanjakan mata di pulau ini memang tak pernah bosan. Setiap sudut begitu unik dan memberi cita rasa baru. Adalah Anambas, pulau yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau.

Keindahan alamnya begitu menakjubkan. Ikan-ikan karang banyak yang bersliweran di sekitar pantai. Bukan hanya itu, daratan pulau di gugusan Kepulauan Anambas masih merupakan hutan hijau. Pantai berpasir putih nampak masih alami dengan terumbu karang yang belum terjamah.

Anambas 1

Dikutip VIVA.co.id dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas, total pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas berjumlah 255 buah, membentang dari Pulau Tokong Malang Biru hingga Pulau Tokong Berlayar.

Lima di antaranya merupakan pulau terdepan yang berbatasan dengan pulau negeri tetangga. Dari jumlah itu, hanya sekitar 26 pulau yang telah jadi pemukiman penduduk, sedangkan 229 pulau sisanya tidak berpenghuni. Anambas sangat direkomendasilan bagi penggemar diving dan snorkling.

Dengan bentangan laut seluas 46.664,15 kilometer persegi, tak salah kalau kabupaten ini dijuluki sebagai negeri bahari. Sebagian besar penduduknya mengandalkan hidup dari laut. Hanya sebagian kecil saja yang bermata pencaharian sebagai pekebun, sementara sebagian lagi adalah pedagang.

Lalu, bagaimana menuju Anambas?

Ada dua transportasi ke Anambas, yakni udara dan laut. Satu-satunya bandara yang melayani rute regular adalah Bandara Palmatak, bandara khusus milik ConocoPhilips. Panjang run way-nya 1.200 meter dengan lebar 30 meter.

Sementara itu, dengan via laut, Anambas sebenarnya memiliki empat pelabuhan laut berkategori besar yang bisa menjadi pintu masuk wisatawan domestik maupun asing. Tiga ada di Siantan, dan satu di Jemaja. Tetapi, hanya dua pelabuhan utama yang disinggahi kapal penumpang regular, yakni Pelabuhan Tarempa dan Pelabuhan Letung.

Pada acara media tour Anambas bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) beberapa waktu lalu, VIVA.co.id menuju Kepulauan Anambas melalui Bandara Palmatak. Kemudian, dilanjutkan melalui jalur darat menuju dermaga Matak selama sejam.

Dari dermaga Matak, kami kemudian menggunakan kapal cepat (speed boat) ke dermaga Kota Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas selama 20 menit. Berikut sebagian objek wisata yang bisa dinikmati di Kepulauan Anambas.

Masjid Jami Baiturrahim Tarempa

Masjid yang berusia 87 tahun ini merupakan salah satu bangunan bersejarah di Tarempa, Ibu kota Kabupaten Anambas. Meskipun sudah beberapa kali dilakukan renovasi, tetapi tidak banyak perubahan mencolok dari struktur bangunan masjid ini.

Menurut cerita yang berkembang, pada masa perang dunia II, kawasan masjid ini pernah dihujani bom oleh tentara Jepang karena pada waktu itu dijadikan tempat persembunyian warga. Namun, ajaibnya dua bom yang jatuh sangat dekat dengan masjid tidak bisa meledak.

Vihara Gunung Dewa Siantan

Vihara ini berdiri di sebuah tebing berbatu di sudut kota Tarempa. Dari vihara ini, wisatawan bisa leluasa memandang laut lepas, serta suasana Kota Tarempa yang dipagari pegunungan hijau.

Vihara yang memadukan konsep kuil dan vihara ini memiliki lokasi yang sangat strategis, yakni di atas bahu sebuah bukit berbatu. Tempat ini menjadi tempat peribadatan warga Tionghoa yang ada di Tarempa, yang merupakan penduduk terbanyak kedua setelah Suku Melayu.

Air terjun Temburun

Air terjun ini memiliki kontur unik berupa tebing berbatu yang berundak-undah sebanyak tujuh tingkat. Air mengalir deras dari puncak setinggi 250 meter. Kanan kirinya, rapat dilingkupi pepohonan hutan dan perkebunan rakyat yang menghijau.

Di sisi tengah, tepat di pusaran air yang mengalir deras, wisatawan bisa berendam dan merasakan kesegaran air.

Pantai Selat Rangsang

sunset Anambas

Diapit oleh Pulau Getah, Pulau Penggending, Pulau Penjalu, dan Pulau Luyung yang berkontur perbukitan hijau, paras pantai ini sangat indah. Selat ini seolah tersembunyi.

Pesonanya makin sempurna oleh keberadaan airnya yang bening, hamparan terumbu karang alami serta pasir putih yang bersih.

Banyak hal yang bisa dilakukan di pantai ini, mulai dari diving, snorkeling, memancing, berenang, atau sekadar berjalan-jalan menyusuri pulau dan tepi pantainya.

Pulau Bawah

Anambas 6

Anambas 5

Menyandang status sebagai Asia’s top five tropical island atau pulau tropis terindah se-Asia, Pulau Bawah adalah surga wisata bahari terdepan di Kepulauan Anambas.

Tak hanya eksotis, gugusan pulau di kawasan ini dianugerahi sebuah laguna atau semacam danau kecil di laut dangkal yang dikelilingi oleh beting karang.

Dalam artikel yang dirilis CNN.com, gugusan Pulau Bawah berhasil menduduki urutan pertama, mengalahkan empat pulau tropis lainnya seperti Koh Cang (Thailand), Langkawi (Malaysia), Teluk Halong (Vietnam), dan Similand Insland (Thailand).

Air di pulau ini sangat jernih. Dari permukaan air, pemandangan di dasar laguna sangat jelas dilihat, yakni berupa hamparan pasir putih dan barisan terumbu karang di beberapa titik.

Gugusan Pulau Bawah terdiri dari lima pulau, yakni Bawah, Sanggah, Murbah, Lidi, dan Elang. Kelima pulau ini membentuk laguna yang formasinya bulat memanjang laiknya sebuah tasik.

Pulau Durai

Saat ke Anambas, berkunjung ke pulau ini adalah wajib. Berada di sebelah barat laut Kota Tarempa, Pulau Durai seperti mutiara di Laut China Selatan yang menyimpan seribu keelokan, surga bagi Anda penggila wisata bahari.

Tetapi, untuk bisa ke pulau cantik ini, Anda harus berjuang keras. Paling tidak, dari kota Tarempa atau Matak, Anda harus menempuh perjalanan laut setidaknya dua jam.

Banyak hal yang bisa dilakukan di pulau ini, selain bermalas-malasan di tepi pantainya. Bisa snorkling, diving, mancing, atau berjalan kaki menyusuri isi pulau.

Tetapi, satu hal yang ditunggu adalah momen melihat penyu liar bertelur. Karena itu, waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Durai adalah sekitar Mei, Juni, Juli, hingga Agustus.

Bulan-bulan itu adalah musim penyu bertelur. Dalam semalam, paling tidak ada 15 hingga 25 penyu menggali lubang di pasir untuk bertelur.

Pulau Penjalin

Terumbu karang Anambas

Gugusan pulau berparas cantik ini berkontur unik dan dikepung bentangan laut biru yang kaya terumbu karang.

Lanskapnya unik, di bagian timur, pulau ini dibentangi pantai berpasir putih memanjang dan berair jernih. Kanan kirinya, dijajari bebatuan yang berserak menjorok ke sisi laut. Sisi darat, berdiri bukit kecil yang diselimuti pepohonan.

Di sisi barat, ada teluk mungil yang posisinya seolah tersembunyi, bentuknya melengkung seperti bulan sabit.

Pulau Busung

Anambas 4

Objek wisata di atas hanya sebagian kecil dari wisata bahari di Kepulauan Anambas, di mana sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Misalnya, Pulau Temawan yang merupakan pulau tak berpenghuni yang dihiasi batuan besar dan memiliki habitat ekosistem mangrove, atau Pulau Busung, pulau pasir yang muncul ke permukaan saat air laut sedang surut.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Guntur Sakti, mengatakan perairan Anambas termasuk pada jalur New Regional Cruise Corridors, yang menghubungkan Singapura, Filipina, dan Hong Kong.

“Jadi, tidak berlebihan kalau di masa mendatang Anambas bakal tampil sebagai destinasi bahari terdepan di wilayah Barat Indonesia,” katanya.

Sayangnya, Kepulauan Anambas kurang dikenal di dalam negeri. Tetapi, di wisatawan mancanegara, pulau eksotik ini lumayan dikenal. Terbukti, lebih banyak wisatawan asing yang berkunjung ke pulau ini dibandingkan wisatawan domestik.

Hal itu tak lain, karena sulitnya akses dan akomodasi menuju ke lokasi itu. Terkait hal itu, Pelni kemudian meluncurkan paket wisata bahari Let’s go to Anambas. Dengan membawa konsep hotel terapung, kapal Pelni akan hadir di Anambas.

Senior Manager Pengembangan Usaha Baru PT Pelni, Kunto Handono, mengatakan Let’s go to Anambas, salah satu dari tujuh paket wisata bahari yang diluncurkan Pelni, pihaknya telah menyediakan KM Bukit Raya untuk membantu menyosialisasikan keindahan alam Anambas.

“Nanti menggunakan KM Bukit Raya dengan kapasitas penumpang 900-1.000 penumpang, yang pertama destinasinya menuju Padang Melang, kemudian pindah ke Pulau Akar, setelah itu di Selat langsang, kemudian Pulau Penjalin dan terakhir di Pulau Tarempa,” katanya. (asp)