Bestprofit Futures Jakarta

Bimbo, dog, slob, fat pig… itu yang meluncur dari bibir calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump dalam sejumlah kesempatan. Kata-kata kasar bernada penuh penghinaan itu ia tujukan kepada sejumlah perempuan.

Dan target hinaannya bukan hanya pada rival satu-satunya, calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Menurut aktor Hollywood Will Smith, itu sudah kelewatan. “Ada pria yang terang-terangan menyebut seorang perempuan sebagai ‘babi gendut’, itu saja sudah membuatku meneteskan air mata. Dan untuk orang-orang yang bertepuk tangan untuk itu, bagiku sungguh gila,” kata dia, emosional, ketika mempromosikan film terbarunya, Suicide Squad, seperti dikutip dari News.com.au, Selasa (2/8/2016).

“Nenekku pasti akan menggamparku jika mendengar, aku menyebut seorang perempuan ‘babi gendut’. Aku sama sekali tak habis pikir kok ada orang-orang yang bertepuk tangan saat mendengarnya,” tambah Smith. “Jika salah satu putraku, aku bahkan tak berani membayangkannya…, jika salah satu putraku mengatakan itu di tempat umum, mereka tak boleh lagi tinggal di rumahku.”

Ayah tiga anak itu, seperti halnya warga AS yang lain, mengaku tak percaya seorang Donald Trump bisa saja jadi presiden mereka yang akan datang.

“Untukku, dari dasar hatiku yang terdalam, aku yakin warga Amerika tak akan memilih (Donald Trump). Dari semua hal yang telah ia katakan, yang kita bisa menaruhnya di daftar (untuk dicuci), adalah ilustrasi tak terbantahkan dari kekelaman dalam jiwanya.”

Sejumlah perempuan terkemuka pernah jadi sasaran kata-kata bernada penghinaan dari Donald Trump, termasuk Rosie O’Donnell, Arianna Huffington, dan Bette Midler.

Menurut Will Smith, cinta adalah motivator terhebat manusia. Bukan rasa takut — yang ditawarkan Donald Trump — yang justru berefek bahaya.

“Dan kemudian muncul xenofobia (kebencian pada hal yang serba asing) yang tidak inklusif dan separatis, gelombang rasisme yang menyapu dunia, yang memisahkan alih-alih menyatukan kita,” kata ayah dari Jaden Smith itu.

“Hal penting yang dimiliki para pemimpin adalah, mereka harus tetap berada pada level atas. Mereka harus tenang, sebab ketika orang-orang ketakutan — mereka akan kehilangan moralitasnya dan otak reptil (impulsif) mengambil alih. Itu adalah tipe yang biasa disaksikan di alam liar, namun pemimpin kita juga bisa seperti itu.”

Will Smith menambahkan, rakyat Amerika tak bisa berpura-pura menganggap itu tak pernah terjadi. Apalagi pada masa kritis seperti saat ini.

Presenter Fox News, Megyn Kelly pernah mempertanyakan soal kata-kata kasar itu langsung pada Donald Trump.

Penguasa real estate itu hanya mengaku pernah mengucapkannya untuk Rosie O’Donnel. Lainnya, Donald Trump mengaku tak ingat.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)