Bestprofit Futures Jakarta

WhatsApp adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk komunikasi data.

Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

Awalnya, WhatsApp dibuat untuk pengguna iPhone, kemudian seiring dengan perkembangannya, aplikasi WhatsApp tersedia juga untuk versi BlackBerry, Android, Windows Phone dan Symbian.

Sampai pada November 2010, WhatsApp menduduki posisi peringkat ke 3, aplikasi paling laris yang diunduh melalui nokia Ovi Store, setelah Swype dan NHL game center premium.

WhatsApp dikabarkan akan kembali menambah fitur keamanan aplikasinya. Kali ini, layanan milik Facebook itu disebut-sebut akan menghadirkan fitur two-factor authentication.

Kabar ini pertama kali diketahui dari situs Android Soul yang menemukan sejumlah file di versi beta terbaru dari aplikasi tersebut.

Beberapa temuan file itu mengindikasikan adanya fitur otentikasi dua langkah. Namun, setelah penelusuran lebih lanjut ternyata tak ditemukan fungsi baru yang berkaitan dengan keberadaan fitur itu.

Dikutip dari laman Ubergizmo, Senin (1/8/2016), dari spekulasi yang merebak, fitur ini kabarnya akan digunakan untuk memastikan pencadangan obrolan. Jadi, sebelum sebuah obrolan dicadangkan, perlu dipastikan pemilik sebenarnya.

Rumor lain menyebut fitur ini digunakan ketika pengguna pertama kali memakai WhatsApp. Namun, saat ini WhatsApp sendiri telah memberlakukan pengiriman kode khusus saat memasang aplikasi di perangkat baru.

Untuk itu, belum dapat dipastikan rencana WhatsApp dengan kehadiran fitur keamanan tersebut. Pun demikian, tak tertutup kemungkinan memang ada perubahan yang ingin dilakukan pada salah satu aplikasi chatting paling populer itu.

Di sisi lain, isu keamanan WhatsApp memang kerap jadi perhatian publik. Terbaru, seorang peneliti ternyata menemukan aplikasi itu ternyata masih menyimpan data pesan-pesan yang telah dihapus penggunanya.

Berdasarkan riset dari peneliti iOS, Jonathan Zdziarski, software pada WhatsApp ternyata mempertahankan dan menyimpan jejak forensik dari chat log, bahkan setelah pengguna menghapus obrolannya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)