Waspada, Pornografi Memiliki Efek Mengerikan pada Otak dan Tubuh

PT Bestprofit Futures – Pada akhir 1980-an, dianggap hanya ada tiga jenis orang yang menggunakan internet, yaitu pegawai sipil, akademisi, dan orang-orang pencari pornografi. Tapi, bisa juga gabungan dari ketiganya.  Bestprofit Futures

Sejak awal, internet dikembangkan di kampus-kampus Amerika dan dipakai untuk keperluan pendidikan. Tetapi juga berbagi gambar-gambar dari industri pornografi. Ketika ada permintaan, maka pasokan pun mengikuti. bpf jakarta

Selama beberapa tahun kemudian, seks mulai menjadi pelopor pengembangan teknologi-teknologi baru. Mulai dari teks dan visual sebelum lazim dalam sektor-sektor lain, berbagi file secara inovatif, hingga caranya meraup untung dalam jumlah besar. pt best profit futures jakarta

Menjelang 1995, ketika wiraswastawan bernama Gary Kremen dari Amerika Serikat mendaftarkan sex.com, industri itu sudah menjadi kekuatan dominan.

Di masa kini, sektor pornografi daring diduga bernilai sekitar US$ 15 miliar. Jangkauannya pun meluas setiap tahun, terutama di kalangan kaum muda. Demikian yang dikutip dari The Telegraph pada Senin (18/9/2017).

Pada 2016, laporan analitik untuk situs web Pornhub mengungkapkan bahwa video-video mereka ditonton 92 miliar kali pada tahun sebelumnya. Angka itu setara dengan 64 juta penonton setiap hari.

Jika mempertimbangkan jumlah penduduk Bumi, maka ada 12,5 video untuk setiap penduduk. Jika seseorang mencoba menonton seluruh video, ia perlu 524.641 tahun untuk tuntas menyaksikan semuanya. Bestprofit Futures

Laporan itu lengkap dan mencengangkan. Peringkat kata yang paling lazim dicari di situs itu adalah ‘lesbian’, diikuti dengan pencarian ‘step mom’ (ibu tiri) yang untuk pertama kalinya menggeser kata ‘MILF’ dan ‘teen’ (remaja).

Sementara itu, para pengguna di Filipina menghabiskan waktu terlama ketika berkunjung ke situs dengan rata-rata waktu kunjungan selama 12 menit 45 detik.

Pengunjung situs yang berasal dari Inggris meluangkan waktu 9 jam 40 menit, lebih lama daripada warga Prancis tapi kalah dibandingkan warga Australia.

Dengan segala kemudahan akses dan minat yang terus meningkat, apakah dampak pornografi terhadap otak penikmat tayangannya?

Tak dapat disangkal bahwa keseringan menonton internet porno dapat membawa konsekuensi yang jelas, terutama pada mereka yang condong kepada perilaku seksual yang bersifat kompulsif.

Pada 2014, penelitian Cambridge University mengungkapkan bahwa pornografi memicu kegiatan otak dalam diri seorang yang ketagihan seks sebagaimana halnya narkoba memicu kegaitan otak serupa dalam diri pecandu obat-obatan.

Menurut Dr. John Williams, Kepala Ilmu Syaraf dan Kesehatan Mental di Wellcome Trust yang menjadi penyandang dana, “Perilaku-perilaku kompulsif, termasuk menonton pornografi secara berlebihan, makan berlebihan, dan judi menjadi semakin sering.”

“Penelitian ini maju selangkah untuk menemukan alasan kita terus melakukan perilaku yang kita sadar berpotensi merusak diri.”

“Dalam upaya mengatasi ketagihan seks, penyalahgunaan narkoba, atau gangguan makan, pengetahuan tentang cara dan waktu terbaik untuk intervensi pemutusan siklus menjadi tujuan yang penting.”

Memang benar, tidak cukup dukungan untuk menyatakan pornografi membuat ketagihan dengan sendirinya. Tapi penelitian yang sama memaparkan korelasi antara kegiatan otak dan usia. best profit

Semakin muda penggunanya, semakin besar tanggapan neural terhadap pornografi, bahkan bisa selama jangka panjang. Tahun lalu terungkap bahwa 53 persen remaja berusia 11 – 16 tahun setidaknya pernah sekali melihat tayangan demikian. bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )