Bestprofit Futures Jakarta

Jakarta – Gaya hidup kurang aktivitas fisik bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Hal itu utamanya terjadi pada penduduk usia produktif atau para pekerja di kawasan Asia-Pasifik Bestprofit Futures Jakarta.

Penelitian bertajuk “Nutrition At Work” yang dilakukan pada Maret 2016 menunjukkan, mayoritas pekerja di Asia-Pasifik menerapkan sedentary lifestyle (kurang gerak) di lingkungan kerjanya. Sebanyak 9 dari 10 atau 85% pekerja di Asia-Pasifik menghabiskan setidaknya enam jam berkutat di meja kerja mereka dalam sehari. Sementara, 5 dari 10 pekerja menyantap makan siang di meja kerja mereka, dua hingga lima kali dalam sepekan.

“Indonesia menjadi negara tertinggi dengan jumlah pekerja yang menyantap makan siang di atas meja kerja mereka, di mana 71% pekerja menyantap makan siang mereka di atas meja kerja dua hingga lima kali dalam sepekan,” kata pakar nutrisi internasional dr Luigi Gratton di sela-sela kegiatan Herbalife Wellness Tour 2016 di Jakarta, Selasa (17/5).

Survei ditujukan untuk memahami gaya hidup dan perilaku para pekerja di seluruh Asia-Pasifik serta melibatkan 5.500 pekerja penuh di 11 negara di Asia-Pasifik. Survei juga mengungkapkan kalau sebagian besar pekerja di Asia-Pasifik atau 83% berolahraga kurang dari tiga kali dalam sepekan.

Enam dari 10 pekerja melakukan aktivitas fisik dalam satu hari di tempat kerja mereka selama kurang dari 30 menit. “Dengan data tersebut, masyarakat pekerja memiliki risiko tinggi untuk terserang penyakit degeneratif, seperti obesitas dan diabetes,” kata Luigi.

Kendati demikian, menurut dokter spesialis di bidang family medicine dan clinical physician di Universitas California, Los Angeles, AS, itu, risiko mengalami obesitas bisa saja dihindari jika para pekerja bisa mengendalikan konsumsi nutrisi dan pola olahraga mereka.

Hampir tujuh dari 10 pekerja atau 67% menyatakan, di satu sisi mereka berjuang untuk mewujudkan hidup aktif yang sehat, tetapi di sisi lain sebagian besar dari mereka juga kesulitan untuk tetap aktif selama hari-hari kerja.

Menurut Luigi, hasil survei ini patut untuk dijadikan perhatian serius oleh semua pihak. Sebab, akhir-akhir ini masyarakat di kawasan Asia-Pasifik telah mengalami perubahan gaya hidup, cenderung ke arah yang tidak sehat.

“Tingkat kerentanan masyarakat Asia-Pasifik untuk terdampak penyakit degeneratif juga masih tinggi. Ini yang menjadi dasar kami untuk terus melakukan roadshow untuk mengedukasi dan mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat serta dilengkapi dengan olahraga”, katanya.

Dikatakan, Indonesia memiliki potensi besar di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Sangat disayangkan potensi besar tersebut terhalang oleh tingginya prevalensi penyakit degenaratif yang sekaligus akan menghambat produktivitas masyarakat.

Indonesia saat ini mengalam beban ganda (double burden) dalam hal nutrisi. Kekurangan sekaligus kelebihan gizi merupakan tantangan kompleks, karena terjadi di semua kelas sosial masyarakat Indonesia.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2013 menyebutkan, prevalensi penduduk dewasa kurus mencapai 8,7%, berat badan berlebih sebesar 13,5%, dan obesitas 15,4%. Pengentasan masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dukungan pihak swasta dan kesadaran masyarakat itu sendiri.

Dengan melakukan program pengelolaan berat badan yang tepat serta didukung asupan nutrisi dan aktivitas olahraga yang cukup, kualitas kesehatan dapat meningkat. “Jalan santai 30 menit setiap hari sudah cukup untuk orang sehat, termasuk penderita obesitas. Mereka yang berjalan 30 menit setiap hari berhasil menurunkan atau mempertahankan berat badan dan tidak bertambah lagi”, katanya.

Country General Manager Herbalife Indonesia, Andam Dewi mengatakan, rangkaian Herbalife Wellness Tour 2016 momentum untuk menindaklanjuti hasil survei tersebut. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan berupa roadshow sejumlah Nutrition Advisory Board (NAB) Herbalife.

Merkea terdiri atas ahli di bidang nutrisi dan kesehatan dari berbagai negara untuk mengampanyekan pentingnya menjaga gaya hidup sehat melalui asupan nutrisi seimbang dan olahraga ke seluruh dunia. Wellness Tour 2016 akan diselengarakan di 26 kota besar di kawasan Asia-Pasifik.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)