Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

A trader smiles as he works on the floor of the New York Stock Exchange after the closing bell in New YorkPasar saham Wall Street menguat lagi di hari keduanya berturut-turut. Menguatnya saham Apple dan Home Depot menepis sentimen geopolitik konflik Rusia dan Ukraina.

 

Dalam penguatan kali ini, Indeks S&P 500 hampir sampai ke titik intraday tertingginya sepanjang masa di 1.991,39 yang sebelumnya diraih di 24 Juli lalu, hanya kurang 10 poin.

 

Apple menjadi saham yang diperdagangkan sangat ramai setelah menyentuh harga US$ 100 per lembar pasca pecah saham tujuh banding satu Juni lalu. Sahamnya menguat 1,4% ke level US$ 100,53.

 

Saham peritel Home Depot juga melonjak tinggi, hingga 5,6% setelah melaporkan kinerja yang memuaskan. Penguatan ini mendorong saham-saham peritel lain ikut naik.

 

“Banyak sentimen geopolitik, di Timur Tengah, Rusia, dan Ukraina yang mulai mereda, ditambah dengan data ekonomi dan kinerja keuangan yang solid, hasilnya saham-saham menguat,” kata Phil Orlando, kepala strategi investasi dari Federated Investors di New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/8/2014).

 

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 80,85 poin (0,48%) ke level 16.919,59. Indeks S&P 500 bertambah 9,86 poin (0,50%) ke level 1.981,60. Indeks Komposit Nasdaq menguat 19,20 poin (0,43%) ke level 4.527,51.

 

(ang/ang)