Wall Street Melemah, Bursa Saham Asia Dibuka Bervariasi

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

228169_tokyo-stock-exchange_663_382Pasar saham utama Asia dibuka bervariasi pada transaksi awal Rabu 13 Agustus 2014 setelah melemahnya indeks saham acuan Wall Street.

 

Dilansir CNBC, hal tersebut karena investor lebih memilih bersikap hati-hati terkait perkembangan konflik geopolitik antara Ukraina dan Rusia.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 9,44 poin (0,06 persen) ke level 16.560,54 dengan saham United Technologies dan General Electric menjadi saham bluechip yang mengalami penurunan terbesar dari 16 pada 30 komponen penyokong utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 3,17 poin (0,16 persen) ke level 1.933,75. Adapun indeks Nasdaq kehilangan 12 poin (0,27 persen) ke level 4.389,25.

 

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pada Selasa, Rusia telah mengirimkan 280 truk konvoi ke Ukraina untuk membawa bantuan kemanusiaan.

 

Namun, NATO mengkhawatirkan bahwa bantuan tersebut mungkin menjadi penyamaran untuk menyerang Ukraina, setelah aneksasi atas wilayah Crimea pada Maret lalu. Ketidakpastian terkait niat Rusia ini menjadi sentimen negatif bagi pasar.

 

Di tengah kehati-hatian investor tersebut, volume komposit yang diperdagangkan di Bursa Efek New York adalah 2,57 miliar unit saham di bawah rata-rata 3,1 miliar unit saham, terendah sejak 3 Juli lalu.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini dibuka lebih rendah setelah sebelumnya naik dalam dua perdagangan berturut-turut.

 

Penurunan indeks tersebut juga didorong oleh dirilisnya data ekonomi yang menunjukkan kontraksi tajam pada periode April-Juni.

 

Pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal kedua tahun ini hanya 6,8 persen, lebih rendah dibandingkan perkiraan Reuters sebelumnya yakni 7,1 persen. Hal itu akibat pajak konsumsi nasional mulai diberlakukan pada April di negara itu.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini dibuka lebih rendah.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak menguat 0,4 persen. Penguatan indeks utama pasar saham Korea Selatan ini didorong oleh naiknya indeks keuntungan Samsung dan Kia Motor, masing-masing 0,5 persen dan 0,6 persen.

 

Investor Asia akan fokus pada Tiongkok yang dalam waktu dekat akan merilis data investasi aset tetap, output industri, dan penjualan ritel untuk Juli. (one)