Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

Traders work on the floor of the New York Stock ExchangePasar saham Wall Street berakhir mixed, menjauhi posisi rekor yang sebelumnya pernah diraih bulan lalu. Turunnya harga minyak dunia membuat saham-saham energi terkoreksi.

 

Melambatnya permintaan minyak dari Tiongkok dan Eropa membuat cadangan minyak dunia menjadi berlebih. Hal ini membuat harga minyak jenis Brent turun ke titik terendahnya sejak 31 Mei 2013.

 

Saham-saham energi pun kena imbas aksi jual. Menguatnya dolar AS terhadap beberapa mata uang negara lain juga menjadi tekanan terhadap harga minyak.

 

“Ini tidak hanya menjadi peringatan bagi pasar. Kita sudah melihat saham-saham energi terkena koreksi setelah sempat naik tinggi. Butuh waktu lama untuk bisa kembali naik,” kata Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital di New York, seperti dikutip Reuters, Rabu (3/9/2014).

 

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 30,89 poin (0,18%) ke level 17.067,56. Indeks S&P 500 turun tipis 1,09 poin (0,05%) ke level 2.002,28. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 17,92 poin (0,39%) ke level 4.598,19.

 

 

(ang/ang)