Wajib Tahu, Tujuh Gejala Depresi

http://life.viva.co.id

Tandanya tidak mudah dikenali.

VIVA.co.id – Depresi menyerang jutaan orang setiap tahunnya. National Institute of Mental Health menyebutkan, depresi terutama sering terjadi di masyarakat perkotaan. Sayangnya, belum banyak yang mengenal depresi dan bisa mengenali tanda-tandanya.

Padahal, depresi termasuk gangguan mood yang bisa mengurangi produktivitas kerja dan bahkan menyebabkan bunuh diri. Tapi bagaimana Anda tahu ketika Anda tengah menderita depresi?

“Kebanyakan orang merasa sedih, kesepian atau depresi dalam hidup. Perasan depresi terbilang normal sebagai reaksi dari kehilangan, perjuangan dan masalah ego. Namun, jika perasaan tadi memberatkan dan berlangsung selama lebih dari dua minggu atau jangka waktu yang panjang, itu adalah saatnya Anda harus panik,” ujar Dr Kersi Chavda, psikiater, P.D. Hinduja Hosptial & MRC di Mumbai, seperti dikutip dari Times of India.

Depresi yang tidak diobati dengan tepat dapat mengancam nyawa seseorang. Lebih dari satu dari setiap 10 orang berjuang melawan bunuh diri akibat depresi sehingga penting untuk memahami gejala depresi sehingga seseorang dapat mendapatkan bantuan secepatnya.

Untuk itu, simak beberapa gejala depresi berikut ini.

Kelelahan, sulit tidur dan tidur terlalu lama

Masalah tidur dapat berhubungan dengan kecemasan dan pikiran mengganggu yang menyertainya. Depresi mampu memicu emosi, masalah mental dan bahkan fisik seperti kelelahan. Orang depresi mungkin tidak merasa mengantuk atau lelah, tapi rasa seperti tidak ingin melakukan apa-apa.

Putus asa

Salah satu gejala depresi adalah seseorang kehilangan harapan sepenuhnya. Kabar buruk bisa membuat orang depresi merasa dunianya runtuh. Sayangnya, banyak orang yang meremehkan hal ini sehingga mereka yang depresi sulit untuk meminta bantuan pada orang-orang terdekatnya.

Kehilangan minat

Orang yang menderita depresi juga umumnya merasa kehilangan minat dalam banyak hal baik itu pekerjaan, aktivitas sehari-hari dan bahkan hobi yang biasa mereka lakukan dengan senang hati.

Ketidakmampuan untuk bekerja

Depresi pun dapat mempengaruhi ambisi, energi, konsentrasi, dan memori seseorang. Ini pada akhirnya mampu berdampak pada hilangnya kemampuan untuk bekerja secara optimal.

Sulit fokus

Depresi biasanya dipicu oleh sebuah kejadian negatif yang membuat pola aktivitas otak berubah dan mengganggu pikiran. Hal ini kemudian berpengaruh pada konsentrasi seseorang dan membuatnya sulit fokus pada pekerjaan atau hal-hal lainnya. Pemicu depresi pun mendominasi pikiran si penderita dan membuatnya kewalahan.

Timbul masalah fisik

Saat depresi kemungkinan besar seseorang menjadi mengalami berbagai masalah fisik mulai dari nyeri ringan hingga masalah fisik kronis. Hal itu karena sesehat apa pun tubuh seseorang, jika kesehatan mentalnya terganggu maka akan berpengaruh pada keseluruhan kesehatannya.

Sensitif

Orang yang menderita depresi umumnya sensitif dan suasana hatinya berubah-ubah dengan cepat. Suatu saat ia bisa cepat marah, di waktu lain ia bahkan bisa menangis hanya karena hal kecil atau bahkan terkadang tanpa sebab sama sekali.