Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3aPasar saham Asia mengawali perdagangan pekan ini dengan pergerakan beragam. Kondisi ini dipengaruhi sentimen di kalangan investor yang menyoroti data ekonomi di Tiongkok dan Jepang.

 

Seperti diberitakan CNBC, Senin 8 September 2014, volume perdagangan di pasar Asia hari ini ringan seiring bursa di Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan ditutup untuk perayaan Festival Pertengahan Musim.

 

Investor menanti laporan perdagangan Tiongkok untuk bulan Agustus yang dijadwalkan dirilis hari ini. Kinerja ekspor di negara itu diperkirakan naik 8 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu, namun melambat dibanding lonjakan capaian 14,5 persen pada Juli. Sedangkan impor di bulan Agustus ditengarai naik 1,7 persen setelah jatuh 1,6 persen pada bulan sebelumnya.

 

Keuntungan di Wall Street, akhir pekan lalu, membantu untuk membatasi kerugian di wilayah Asia. Indeks S&P 500 mencatat rekor penutupan karena investor mengabaikan laporan ketenagakerjaan yang mengecewakan.

 

Pembayaran upah di luar sektor pertanian (nonfarm payrolls) bulan Agustus di AS meningkat untuk rekrutmen 142.000 pekerja, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,1 persen. Ekonom sebelumnya memperkirakan pertumbuhan payrolls Agutus mencapai 225.000 pekerja.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini membalas kekalahan di dua sesi perdagangan sebelumnya dengan menembus level 15.700 meskipun beberapa data paket ekonomi dirilis sebelum pasar terbuka.

 

Revisi kuartal kedua produk domestik bruto menunjukkan ekonomi tumbuh 7,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini lebih buruk dari perkiraan awal kontraksi 6,8 persen.

 

Sementara itu, neraca transaksi berjalan Jepang kembali ke surplus pada bulan Juli setelah membukukan defisit untuk pertama kalinya dalam lima bulan di bulan Juni.

 

Saham raksasa e-commerce, Rakuten, turun 2 persen setelah mencapai kesepakatan dasar untuk membeli situs belanja AS, Ebates, senilai US$950 juta.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney cenderung datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini hanya bergerak sedikit dari posisi penutupan Jumat pekan lalu karena sikap hati-hati investor menjelang rilis data tenaga kerja.

 

Saham penambang bijih besi jatuh karena harga komoditas ini jatuh hingga ke level terendahnya sepanjang sejarah perdagangan selama lima tahun terakhir. Antara lain Atlas Iron dan BC yang masing-masing Iron kehilangan lebih dari 2 persen.

 

Namun, saham penambang emas justru melakukan reli karena harga emas pulih dari posisi terendahnya dalam tiga bulan terakhir. Antara lain Kingsgate Consolidated dan Evolution Mining yang masing-masing melonjak lebih dari 2 persen. (one)