Bestprofit Futures Jakarta

Sebanyak 300 juta penderita asma di dunia dapat mengurangi risiko serangan asma dengan asupan vitamin D, selain mengonsumsi obat-obatan asma standar mereka.

Analisa yang meliputi uji coba di Amerika Serikat, Kanada, India, Jepang, Polandia dan Inggris menemukan, bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat membantu pasien mengurangi risiko serangan asma.

Adrian Martineau, seorang profesor infeksi pernapasan di Queen Mary University of London yang memimpin penelitian, mengatakan hasil yang menarik, meskipun juga menyarankan seseorang untuk tetap hati-hati.

“Temuan yang berkaitan dengan serangan asma berat ini hanya didapat dari tiga percobaan di mana pasien sebagian besar orang dewasa dengan asma ringan atau sedang,” katanya.

Uji coba lebih lanjut diperlukan untuk anak-anak dan orang dewasa dengan asma berat untuk mengetahui apakah vitamin D juga bisa bermanfaat bagi pasien tersebut.

Martineau lebih lanjut mengatakan, belum jelas pula apakah efek dari tablet vitamin D berkhasiat untuk seluruh pasien, atau hanya pada mereka yang memiliki kadar vitamin D yang rendah.

Erika Kennington, kepala riset untuk Asthma-UK, mengatakan bahwa temuan ini menjanjikan, tapi diperlukan lebih banyak bukti bila ingin diterapkan sebagai salah satu solusi asma.

“Dengan begitu banyak jenis asma, bisa jadi bahwa Vitamin D dapat memberi manfaat bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu, tetapi belum tentu yang lain,” katanya.

Asma adalah penyakit kronis yang mempengaruhi sekitar 300 juta orang di seluruh dunia, dengan gejala meliputi batuk, sesak dada dan sesak napas.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)