Bestprofit Futures

Indeks Dow Jones berhasil menembus level psikologis 21.000 pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis (2/3/2017) setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pidato yang mampu mengangkat optimisme. Bestprofit Futures

Hal itu menyebabkan tiga indeks utama di bursa AS menguat hingga kembali mencatatkan rekor baru.

Indeks Dow Jones menguat 1,46 persen dan berakhir pada level 21.115,55, sedangkan indeks S&P 500 naik 1,37 persen ke level 2.395,96. Adapun indeks Nasdaq menguat 1,35 persen menjadi 5.904,03.

Trump dalam pidatonya mengungkapkan ingin mendorong perekonomian AS dengan cara memberikan insentif pajak dalam skala yang masif. Selain itu, pemerintah AS juga akan mengalokasikan 1 triliun dollar AS untuk membangun infrastruktur.

Namun demikian, kebiasaan Trump yang melontarkan kata-kata kontroversial juga menjadi pertimbangan bagi investor atas langkah Trump meyakinkan Kongres AS untuk merestui pelebaran defisit anggaran pemerintah.

“Setiap orang memberi perhatian kepada Trump, bahwa langkahnya akan sangat mungkin keluar jalur,” ujar Stephen Massocca, Senior Vice President Wedbush Securities, San Francisco.

Sementara itu, rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed paa bulan ini akan terjadi lebih cepat dari dari yang diperkirakan investor menjadi sinyal bahwa pemerintah AS confident dengan pertumbuhan ekonomi negara itu.

Bursa saham AS tergelincir pada perdagangan Selasa (28/2) dan indeks Dow Jones berhenti menguat setelah naik 12 hari beruntun karena investor menunggu pidato Presiden Donald Trump kepada kongres, sementara prediksi yang mengecewakan dari kinerja Target menyeret sektor ritel.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 25,2 poin atau 0,12 persen ke level 20.812,24, indeks S&P 500 telah kehilangan 6,11 poin atau 0,26 persen ke 2.363,64 dan Nasdaq Composite telah jatuh 36,46 poin atau 0,62 persen menjadi 5.825,44.

Seperti dilansir dari Reuters, ketiga indeks utama sebenarnya masih membukukan keuntungan untuk bulan Februari, dengan indeks S&P 500 naik 3,7 persen.

Harga saham telah meningkat tajam sejak Pemilu AS pada 8 November 2016, didukung oleh janji-janji Trump soal reformasi pajak, kenaikan belanja infrastruktur dan pemangkasan peraturan. Namun investor mencari lebih spesifik tentang bagaimana Trump dapat memenuhi janji-janji itu.

Menjelang pidato, Trump telah bertemu para gubernur di AS dan mengatakan ia menyiapkan belanja infrastruktur besar dan akan mencatatkan peningkatan belanja militer bersejarah, lebih dari 9 persen.

Di sisi lain, kurang rincinya rencana dari Trump bisa mengecewakan beberapa investor. Investor lain mungkin hanya akan mencari tanda-tanda bahwa rencana kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi Trump untuk tetap berada di jalur.

“Ada sejumlah besar optimisme dan euforia di pasar saat ini. Saya tidak berharap ada banyak detail, tapi saya juga tidak yakin bahwa pasar akan kecewa dengan tidak memiliki rincian. Pasar suka berdagang pada harapan, “kata Michael O’Rourke, Kepala Strategi Pasar JonesTrading.

“Hal kunci yang kami fokuskan adalah terkait bagaimana Trump akan membayar untuk pemotongan pajak tersebut.”

Untuk bulan ini, indeks Dow Jones naik 4,8 persen dan Nasdaq naik 3,8 persen. Sementara indeks S&P naik 10,5 persen sejak pemilu 8 November.

Saham Target merosot 12,2 persen dalam satu hari. Persentase penurunan terbesar sejak 2008 setelah perkiraan laba perusahaan ritel itu meleset dari perkiraan dan perusahaan mengatakan bakal mengalami penurunan US$1 miliar untuk laba operasi.

Indeks sektor ritel S&P langsung turun 0,8 persen dan indeks barang diskresioner turun 0,7 persen, menjadi hambatan terbesar pada S&P 500.

( mfs – Bestprofit Futures )