PT Bestprofit Futures – Setelah melalui rapat yang cukup panjang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya mengumumkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 di angka Rp 3,64 juta. Angka ini naik 8,7 persen jika dibandingkan dengan UMP 2017 yang tercatat Rp 3,35 juta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, penetapan tersebut sudah memperhitungkan aspirasi dari pengusaha dan juga pekerja. “Adapun perhitungan UMP 2018 sudah memperhitungkan dua belah pihak. Tidak sederhana, negosiasi panjang, tapi Wagub (Sandiaga Uno) banyak pengalaman, sehingga proses lancar,” jelas dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/11/2017). pt bestprofit

UMP DKI Jakarta ini dihitung berdasarkan inflasi nasional sebesar 3,71 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,99 persen. Selain itu, kenaikan UMP 2017 ini juga sesuai dengan ketetapan Menteri Ketenagakerjaan di angka 8,7 persen. best profit

Anies mengatakan kenaikan UMP akan meningkatkan kesejahteraan buruh, tapi tidak memberatkan pengusaha yang saat ini sedang menghadapi ekonomi yang lesu. “Akan memudahkan semua pihak, buruh naik UMP pengusaha tidak terlalu menanggung berat (di tengah) ekonomi yang lesu,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Dia sedikit memberikan tips kepada buruh atau warga Jakarta soal menambah pendapatan tidak hanya dari besaran UMP, melainkan mengurangi biaya pengeluaran atau gaya hidup. “Menurunkan pengeluaran, bukan UMP saja salah satu instrumen mengurangi biaya hidup,” Anies menandaskan.

Buruh pun menolak dengan besaran UMP tersebut. Para buruh mengusulkan kenaikan UMP 2018 di angka RP 3,91 juta. Sebagai penolakan, buruh akan menggelar aksi demo turun ke jalan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, sekitar 20 ribu buruh Jabodetabek akan mengepung Istana Negara pada 10 November mendatang.

Di luar Jakarta, buruh juga akan melakukan aksi turun ke jalan. Tercatat, beberapa kota yang siap menggelar aksi menuntut kesejahteraan dan upah layak adalah Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan lainnya. Diperkirakan akan ada 100 ribu buruh di seluruh Indonesia akan menggelar aksi.

Said Iqbal mengatakan, buruh menuntut kenaikan upah minimum tahun 2018 sebesar US$ 50 atau setara dengan Rp 650 ribu. Selain itu, buruh menuntut agar Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dicabut.

“Kami menuntut upah naik Rp 650 ribu, karena upah murah saat ini tidak relevan lagi dengan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok. Akibatnya daya beli menurun yang berimbas pada banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor,” katanya.

Biaya untuk keperluan hidup buruh semakin tinggi. Di antaranya, untuk membayar kontrakan, listrik, dan kebutuhan perumahan di Jakarta, buruh harus mengeluarkan Rp 1,3 juta. Untuk transportasi Rp 500 ribu. Sementara ongkos untuk sekali makan Rp 15 ribu. Jika sehari makan 3 kali, maka satu bulan Rp 1,35 juta. Secara total, buruh menghabiskan biaya sebesar Rp 3,15 juta per bulan.

“Ini belum untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lain seperti pakaian, pendidikan, dan sebagainya,” ujarnya.

Hal ini diperparah dengan daya beli buruh yang semakin turun. Misalnya akibat kenaikan harga listrik. Jika sebelumnya buruh membayar listrik sebesar Rp 200 ribu, setelah kenaikan listrik buruh harus membayar Rp 300 ribu. bestprofit jakarta

“Oleh karena itu, kenaikan upah sebesar Rp 650 ribu dilakukan agar upah pekerja menjadi layak dan daya beli buruh semakin meningkat yang akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi,” kata dia. bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )