https://id.berita.yahoo.com

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Trend fashion di Indonesia khususnya penggunaan jilbab mendapat sorotan dari media Jepang khususnya koran Sankei, Rabu (15/10/2014) hari ini. Sambil jalan-jalan dan berbelanja wanita Indonesia kini mulai memamerkan fashion jilbabnya kepada para pengunjung lain.

“Wanita di Indonesia dengan trend jilbab sejak 15 tahun kini semakin populer tampaknya. Jilbab yang menutupi rambut dan lehernya kini mulai umum terlihat di Indonesia khususnya di Jakarta. Dulu zaman Soeharto mungkin agak terkekang penggunaan jilbab sehingga dari 100 orang mungkin antara satu atau dua orang saja yang pakai jilbab,” tulis koran Sankei tersebut.

Dengan desainer muda meningkat saat ini di Indonesia, demokratisasi dan kebebasan berekspresi, penggunaan jilbab mulai tahun 2000 semakin banyak di Indonesia.

Seorang mahasiswa bernama Lini (20) niatnya mulai menggunakan jilbab pada saat pendaftaran di SMP atau delapan tahun lalu.

“Pikiran saya jadi tenang dan merasa bahwa kita dilindungi oleh Tuhan. Memang sih panas sedikit tetapi telah jadi terbiasa tak apa-apa. Jilbab dipakai sejak awal dari rumah ke mana-mana,” katanya.

Lini pun menambahkan, kalau pakai Jilbab maka lelaki akan sopan. “Jadi dapat untuk melindungi perempuan,” katanya.

“Di sisi lain, ada pula orang yang selama bertahun-tahun menggunakan jilbab sebagai modis, untuk fashion saja,” tulis berita itu lagi. Misalnya saja menggunakan jilbab dengan kain batik atau warna-warni yang menarik.

Bahkan ada wanita yang memperkenalkan hal-hal mengenai jilbab lewat situs internetnya dengan dekorasi dan karya macam-macam untuk sebuah jilbab.

Menanggapi aliran fashion ini, beberapa partai Islam dan orang tua ada yang mengkritik karena dianggap melenceng dari tujuan awal jilbab yang dianggap mereka telah berubah. Tetapi wanita 20-tahunan di Indonesia itu mengatakan, “Tidak masalah, tentu saja iman kita tidak boleh berubah.”

Kini tidak sedikit wanita yang memiliki 50 atau lebih jilbab di rumahnya.

Toko pakaian fashion Islam pun ada lebih dari 100 buah di Indonesia. Sebuah toko penjual jilbab bahkan menjual dengan harga sekitar 800 yen untuk satu jilbab. Cukup mahal dibandingkan toko lain. Namun ternyata cukup banyak juga pembelinya.

Ada diskusi tentang iman, aliran busana muslim dimulai dengan jilbab di Indonesia sebagai negara yang bertoleransi tinggi. Kemungkinan trend fashion jilbab ini akan berlanjut terus.