http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Melonjaknya minat terhadap batu akik saat ini membuat transaksi perdagangan barang tersebut meningkat tajam, tidak terkecuali di dunia maya.

Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) bukalapak, Achmad Zaky, di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2015 mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelapak — istilah penjual di situsnya– dalam memasarkan batu akik atau batu mulia via online. Salah satunya adalah bersikap jujur.

“Agar transaksinya berlangsung nyaman dan lancar, baik pelapak maupun pembeli harus sama-sama memberikan informasi yang jujur, teliti dan tetap berhati-hati serta memahami proses transaksi secara online,” ujarnya.

Alumni ITB ini mencontohkan, apabila produk batu yang dijual lebih dari satu buah, hendaknya mencantumkan keterangan secara detail mengenai batu tersebut.

Kemudian, dalam proses negosiasi dengan pembeli, sebaiknya pelapak memberikan dokumentasi batu mulia yang dijualnya, baik foto ataupun video secara lengkap.

Sehingga ketika ada masalah dengan barang yang dikirim pelapak dapat memastikan barang yang dijual sama dengan barang yang dikembalikan (retur) oleh pembeli.

Hal ini menjadi penting mengingat semakin tingginya transaksi online barang ini menimbulkan adanya upaya oknum pembeli bodong yang mengambil keuntungan sepihak dari mekanisme retur barang.

“Yang sering terjadi mereka menukar barang yang dikirimkan pelapak dengan yang sudah dimiliki pembeli, atau hanya sekadar mencoba barang milik pelapak,” tambahnya.

Sedangkan bagi para pembeli, hendaklah memperhatikan beberapa hal ini. Konsumen harus memastikan dengan teliti batu akik yang akan dibeli sesuai dengan keinginannya. Salah satunya dengan mempertegas gambar atau video yang disajikan pelapak.

Proses ini penting mengingat tampilan layar dan monitor akan berbeda bergantung pada tipe kamera atau monitor yang digunakan.

Selain itu, yang juga perlu diperhatikan menurut Zaky, yaitu dimensi dari batu tersebut. Misalnya secara teknis panjang dikali lebar dan tinggi dalam ukuran milimeter, berseluncur di situs pencarian sebagai perbandingan sangat direkomendasikan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemahaman konsumen akan batu yang diinginkan juga mutlak harus dimiliki, untuk memastikan suksesnya transaksi online sesuai dengan yang diharapkan. Sebab ada beberapa batu akik yang memiliki nama berbeda-beda di kalangan pedagang.

“Jangan malu-malu tanya jawab secara detail dengan pelapaknya,” ujarnya.

Terlepas dari beberapa hal tersebut, yang paling utama dalam transaksi online ini bagaimana kesepakatan jual beli antara kedua pihak. Misalnya, jika batu yang dikirim tidak sesuai dengan keterangan yang dicantumkan di lapak penjual maka harus bersedia dikembalikan.

Pihak pembeli pun harus memberikan keterangan dengan jelas perihal retur barang sesuai peraturan yang berlaku.

“Yang penting jadilah smart buyer dan jangan membuang waktu pedagang dengan memberikan penawaran apabila memang tidak berkehendak beli,” tegasnya.

Hingga saat ini, kata dia, transaksi online perdagangan batu akik terus meningkat. Bahkan, setiap harinya dapat mencapai ratusan juta rupiah.

“Transaksinya kini bertumbuh dua kali lipat setiap bulan dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah per hari,” kata Zaky.