http://bisnis.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Hari gajian pekan lalu sudah tiba. Idealnya, kegembiraan itu bertahan hingga tanggal gajian berikutnya tiba. Kenyataannya, banyak orang yang sudah megap-megap di tengah bulan.

Kesalahan yang paling sering dilakukan saat menerima gaji adalah menggunakan penghasilan sebulan untuk memuaskan keinginan dan nafsu dalam membeli hal-hal yang kurang penting.

Sebenarnya tidak ada yang salah membeli barang asal dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Jadi, sebelum hari gajian tiba, alangkah baiknya jika Anda membuat perencanaan keuangan terlebih dahulu.

Cara sederhana membuat rencana keuangan adalah dengan memilah kebutuhan ke dalam beberapa kategori tertentu, misalnya:

1. Kebutuhan rutin, yaitu seluruh kebutuhan biaya yang sudah pasti harus dibayar setiap bulannya.

2. Kebutuhan investasi, yang kebutuhan biaya untuk instrumen investasi tertentu.

3. Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan biaya untuk membeli sesuatu yang sifatnya tidak rutin, seperti membeli smartphone, pergi liburan, dan lainnya.

Setelah itu, dengan mudah Anda dapat menyusun skala prioritas kebutuhan mana yang harus Anda penuhi terlebih dahulu.

Umumnya skala prioritasnya adalah kebutuhan rutin, kebutuhan investasi, lalu kebutuhan sekunder. Sebelum gaji habis untuk hal-hal yang kurang penting, penuhi dulu kebutuhan biaya rutin Anda, misalnya membayar tagihan listrik, cicilan-cicilan, tagihan kartu kredit, dan sebagainya.

Khusus untuk tagihan kartu kredit, biasakanlah membayar lunas. Jika hanya membayar tagihan minimum, Anda hanya akan membuat terjerat utang tak berkesudahan.

Selain itu, sisihkan juga sebagian dana untuk dialokasikan ke pos pengeluaran rutin, seperti biaya transportasi, makan, pulsa, tabungan dana darurat dan lainnya.

Setelah semua kebutuhan rutin Anda terpenuhi, alokasikan sisa gaji untuk investasi terlebih dahulu.

Umumnya alokasi investasi yang sehat adalah 25 hingga 30 persen dari total gaji Anda. Jadi, jika Anda punya gaji per bulan Rp10 juta, alokasikan setidaknya Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk investasi.

Kemudian, sisa gaji dapat Anda alokasikan untuk hal-hal yang sekunder dan tidak rutin.

Jika ternyata sisanya tidak mencukupi untuk membeli barang yang Anda inginkan, atau bahkan tidak ada sisanya sama sekali, perhatikan alokasi dana di bagian kebutuhan rutin.

Pertimbangkan kembali alokasi yang benar-benar Anda butuhkan dan revisi alokasi dana yang terlalu besar.

Anda juga bisa membuat skema pembelian apabila dana kebutuhan sekunder tidak mencukupi. Misalnya, Anda ingin membeli gadget seharga Rp6 juta, padahal dana sekunder ada Rp1 juta, maka buatlah skema pembelian di enam bulan ke depan yaitu menabung Rp1 juta tiap bulannya secara disiplin.

Selain itu, Anda juga bisa merubah gaya hidup untuk mengurangi beban biaya sekunder. Kebiasaan minum kopi di kedai kopi tiap harinya, misalnya, tanpa disadari bisa menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan tiap bulannya.

Anda bisa menghemat banyak uang apabila membeli kopi shachet.

Dengan melakukan perencanaan keuangan yang baik dan sedikit mengubah gaya hidup, gaji setiap bulan dapat digunakan lebih baik dan Anda tidak terjerat dalam utang. Mari mengelola gaji lebih baik, mulai dari sekarang!