iBerita.com — Tidak Produktif Bekerja? Mungkin Karena Kebiasaan Ini. Produktivitas dalam bekerja seringkali berpengaruh terhadap hasil akhir sebuah pekerjaan. Para orang yang produktivitas bekerjanya rendah, tidak menutup kemungkinan jika hasil pekerjaannya pun tidak memuaskan. Penyebab produktivitas bekerja yang rendah dapat berasal dari berbagai hal. Salah satunya yang paling dominan adalah kebiasaan diri yang berdampak negative pada produktivitas di kantor.

Seperti dikutip dari Lifehack.org, Selasa (13/5/2014), jika Anda menjalani rutinitas tanpa agenda yang jelas, waktu di kantor akan banyak terkuras. Apalagi jika Anda juga memiliki kebiasaan mengecek email terlalu sering. Lebih jelasnya, berikut 5 kebiasaan kerja yang membuat Anda tak produktif di kantor:

1. Ponsel dan email

Ponsel dan email adalah dua hal yang paling sering digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Saat ini bahkan komunikasi dengan cara ini jauh lebih diminati dibandingkan dengan bertemu secara langsung. Kebiasaan mengecek ponsel dan email lebih dari lima kali dalam satu jam, menunjukkan Anda sudah berlebihan. Apalagi jika di tempat lain, ada rekan Anda yang melakukan hal serupa. Akibatnya ponsel dan email akan menyita perhatian Anda untuk mengobrol dan mengabaikan pekerjaan.

Bersosialisasi jelas penting, tapi harus tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Jangan sampai ponsel dan email justru membuat Anda keasyikan bersosialisasi dan melupakan pekerjaan. Cobalah menyiasatinya dengan fokus pada pekerjaan penting dalam 30-45 menit dan baru mengecek ponsel atau email. Selama anda terus-terusan mengecek ponsel atau email tanpa ada panggilan masuk, Anda tidak akan pernah bisa fokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

2. Rapat

Rapat adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pekerjaan kantoran. Tetapi ternyata rapat banyak menguras waktu dan dapat mengurangi produktivitas kerja. Padahal tidak semua rapat benar-benar membicarakan hal penting di dalamnya. Rapat memang penting, tetapi alangkah lebih baik jika rapat dilakukan secara singkat, padat, teratur dan terjadwal sehingga tidak perlu ada rapat mendadak hanya untuk membahas hal yang mendadak terjadi. Hal yang mendadak seringkali terjadi karena kurang adanya persiapan dan perencanaan yang matang. Sebuah penelitian membuktikan, setiap minggu, para karyawan kehilangan banyak jam kerjanya hanya karena harus mengikuti rapat.

3. Kerja lembur

Jam kerja normal di Indonesia adalah 8 jam. Setelah lewat batas waktu itu, umumnya produktivitas keryawan sudah menurun. Karenanya Anda tak disarankan untuk bekerja di malam hari setelah pulang kerja meskipun memiliki waktu. Anda justru disarankan untuk menghibur diri sendiri dibandingkan bekerja. Jika Anda bekerja larut malam selama berjam-jam, Anda hanya akan merasa lelah dan kehilangan banyak waktu produktif untuk bekerja di siang harinya. Anda disarankan untuk bekerja hingga larut malam jika memang benar-benar harus melakukannya.

4. Kopi

Kopi menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pekerjaan. Kandungan kafein dalam kopi dapat memicu semangat, meski sesaat. Tetapi ternyata hal ini tidak banyak membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja di kantor. Artinya, hindari meminum kopi terlalu banyak di pagi hari dan konsumsi makanan bernustrisi.

5. Makan di meja kerja

Dengan alasan tidak punya waktu, sebagian orang memilih makan di meja kerja. Mereka mungkin berpikir jika hal ini menunjukkan efisiensi waktu dalam menuntaskan berbagai pekerjaan. Faktanya, makan di meja kerja akan menguras fokus dan waktu Anda. Terlebih lagi, potensi makanan tumpah juga dapat mengganggu konsentrasi kerja Anda. Selain itu, makan di meja kerja membuat Anda lebih lahap dan berpotensi gemuk.