http://nasional.news.viva.co.id

VIVA.co.id – Tak jarang, persoalan berat membuat seorang manusia berputus asa, stres atau depresi. Bahkan sebagian dari mereka memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Malah terkadang, persoalan yang dihadapi cenderung sepele. Lihat saja sejumlah kasus yang banyak terjadi, anak muda yang memilih bunuh diri atas masalah yang menimpa mereka.

Hanya karena putus cinta atau ditolak oleh orang yang dia sukai. Atau tidak lulus dalam ujian.

Berakhirkah dunia setelah mereka bunuh diri? Tentu saja tidak. Yang ada justru kematian mereka menjadi sia-sia.

Lantas apa yang mesti kita lakukan dalam menjalani hidup ini serta saat menghadapi masalah, cobaan atau ujian? Tulisan di bawah ini bisa menjadi salah satu bahan renungan.

Di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu. Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasehatmu pada suatu hari.

Barang-barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung!  Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada tiga; Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan. Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa! Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun?? Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah, “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia”. Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah: Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu? Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh. Menjalankan kewajiban-kewajiban, hal-hal yang disunahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal saleh, salat malam. Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikan.

Renungan ini ditulis oleh Ustaz Faisal Kunhi, MA, (Alumni Ponpes GONTOR, Korps Da’i PKPU, pernah bertugas Duta Dai PKPU ke Korea Selatan dan Jepang).