http://bisnis.news.viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES 

VIVAnews – Terinspirasi penutupan postif di bursa Wall Street AS semalam, pasar saham kawasan Asia menguat pada awal perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 19 Desember 2014.

Wall Street reli pada sesi perdagangan Kamis. Indeks blue chips Dow Jones naik lebih dari 400 poin untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir karena investor menyambut gembira janji Federal Reserve yang akan bersabar dalam meningkatkan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 2,4 persen, sedangkan S&P 500 menguat 2,4 persen, dan indeks Nasdaq terangkat 2,2 persen.

Baca: Wall Street Sambut Positif Kebijakan Fed, Saham AS Menguat Lagi

Sementara itu, harga minyak kembali menjadi sorotan. Setelah sempat reli pendek, harga minyak mentah global turun lagi pada perdagangan Kamis kemarin karena para pialang berspekulasi bahwa pasar akan melanjutkan penguatan harga minyak di tengah kekhawatiran tentang pasokan.

Kontrak berjangka minyak Brent ditutup turun pada US$1,91 ke level 59,27 per barel setelah mencapai US$59,17. Adapun kontrak minyak mentah naik US$2,36 ke level US$54,11 per barel setelah jatuh ke US$54,05.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melonjak 1,7 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini menguat karena nilai tukar yen masih melemah dengan level perdagangan 119 per dola AS.

Pialang menantikan Bank of Japan mengumumkan kebijakan terakhirnya untuk tahun ini. Bank sentral diharapkan tetap mempertahankan kebijakan moneternya dan memberikan pandangan yang sedikit lebih cerah pada ekonomi Jepang terkait langkah pemulihan dari resesi.

“Nilai tukar yen terhadap dolar AS akan menjadi sorotan utama hari ini, mengingat Bank of Japan mengadakan pertemuan,” ujar Stan Shamu, analis pasar modal seperti dikutip CNBC, Jumat.

Kinerja saham Sony di bursa hari ini underperformed, kehilangan 0,6 persen di tengah isu pemberitaan bahwa hacker Korea Utara merupakan pihak yang bertanggung jawab di balik serangan cyber pada Sony Pictures.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 menguat 1,6 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini memperpanjang reli karena tekanan dari kejatuhan harga logam dan harga minyak dapat dihentikan.

Saham produsen minyak dan gas naik pada awal perdagangan di bursa. Woodside Petroleum dan Origin Energy masing-masing menguat lebih dari 1 persen.

Penambang bijih besi sebagian besar juga menguat. BHP Billiton naik 2 persen dan Fortescue metals naik 1,6 persen. Sementara BC Iron naik 4 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul menanjak 1 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini naik dengan ditopang keuntungan pada saham-saham blue chips.

Antara lain Samsung Electronics naik 2 persen. Sedangkan Hyundai Motor naik 1,2 persen.

PT. BESTPROFIT FUTURES