Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 146Penerbitan Obligasi Korporasi diperkirakan akan mengalami sejumlah tantangan.

 

Wahyu Trenggono, Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), mengatakan bahwa target penerbitan obligasi sebesar Rp 50 triliun pada tahun ini akan terhambat.

 

Ia mengatakan ada sejumlah tantangan seperti kenaikan laju inflasi, kenaikan Tarif Dasar LIstrik (TDL), dan defisit neraca perdagangan. Sejumlah tantangan tersebut membuat penerbitan obligasi semakin beresiko karena ada potensi keburukan dari roda perekonomian.

 

“Kita akan menghadapi kenaikan TDL yang berpotensi menaikan inflasi, belum lagi ada defisit neraca perdagangan akibat impor minyak, hal ini bisa menekan defisit neraca berjalan dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” katanya di Jakarta, kemarin.

 

Tekanan ini membuat ada potensi kenaikan suku bunga acuan BI Rate yang sampai sekarang berada pada 7,50 persen. Potensi menaikan BI rate tampak dari usaha BI untuk mengendalikan jumlah uang beredar untuk mengatasi inflasi.

 

Jika itu yang terjadi maka yield surat hutang juga akan naik karena resiko berinvestasi ke perusahaan semakin bertambah. Kenaikan yield Obligasi juga akan meningkatkan pengeluaran perusahaan.

 

“Jika ini terjadi maka Obligasi akan naik, dan perusahaan akan menghitung lagi apakah dengan yield yang mereka berikan dapat berkontribusi kepada pendapatan mereka ?, ini yang kita akan cari,” katanya.

 

Sebagai informasi penerbitan Obligasi pada tahun lalu sebanyak Rp 58,56 triliun. Jumlah itu merupakan total dari emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).