Tahun Ini RS Hasan Sadikin Telah Tangani 94 Pasien Difteri

PT Bestprofit Futures – Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Menurut Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin Doddy Tavianto, total jumlah pasien difteri tersebut merupakan data dari ruang gawat darurat. best profit

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap. pt bestprofit

Difteri termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program imunisasi wajib pemerintah Indonesia. Imunisasi difteri yang dikombinasikan dengan pertusis (batuk rejan) dan tetanus ini disebut dengan imunisasi DTP. Sebelum usia 1 tahun, anak diwajibkan mendapat 3 kali imunisasi DTP. Cakupan anak-anak yang mendapat imunisasi DTP sampai dengan 3 kali di Indonesia, pada tahun 2016, sebesar 84%. Jumlahnya menurun jika dibandingkan dengan cakupan DTP yang pertama, yaitu 90%.

Penyebab Difteri

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Pada pemeriksaan awal, kondisi kesehatan pasien dalam tingkatan berbeda-beda.

“Semua (pasien difteri) yang masuk ke IGD kategori suspect (terduga), probable (kemungkinan) dan konfirmasi laboratorium,” kata Doddy Tavianto kepada , Bandung, Kamis (8/2/2018).  bpf jakarta

Rumah Sakit Hasan Bandung telah menangani 94 pasien difteri selama Januari dan Februari 2018.

Pada Januari, total pasien difteri sebanyak 83 orang. Kemudian hingga 7 Februari 2018 terdapat 11 pasien lain dengan keluhan serupa. Saat ini sebagian besar pasien telah dinyatakan bebas difteri dan diperbolehkan pulang.

Doddy Tavianto mengatakan belum diketahui pemicu masih tingginya pasien difteri yang dirujuk atau datang ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. bestprofit jakarta

Saat ini satu pasien difteri anak asal Subang, Jawa Barat, tengah dirawat intensif di ruang isolasi Flamboyan.

Berdasarkan informasi dari Divisi Humas dan Protokoler Rumah Sakit Hasan Sadikin, pasien difteri berusia 4 tahun itu dinyatakan positif terjangkit penyakit akibat bakteri Corynebacterium dan kondisinya mulai membaik.

Pasien tersebut masuk ke rumah sakit rujukan se-Jawa Barat itu pada 4 Februari lalu.

( mfs – Bestprofit Futures )