PT Bestprofit Futures -Minyak Hentikan Gain Jelang Brexit dan Rilis Data Stok AS

PT Bestprofit Futures  – Minyak menghentikan kenaikan di dekat $ 49 per barel seiring pasar menunggu referendum untuk Inggris di Uni Eropa dan data stok minyak AS.

Futures turun 0,9 persen di New York, setelah naik 6,8 persen sebelumnya dalam dua hari. Saham Asia membalikkan kerugian awal dan Spot Index Bloomberg Dolar tergelincir untuk hari kelima seiring jajak pendapat menunjukkan perolehan suara yang tipis untuk Brexit. Stok minyak AS mungkin turun 1,5 juta barel pekan lalu, menjaga mereka berada lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah, Rabu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, yang berakhir Selasa, kehilangan 46 sen ke level $ 48,91 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga naik $ 1,39 untuk ditutup di level $ 49,37 per barel pada hari Senin. Total volume perdagangan yakni sekitar 51 persen di bawah rata-rata 100-hari. Kontrak aktif Agustus berada 38 sen lebih rendah di level $ 49,58 per barel pada pukul 03:02 siang waktu Hong Kong.

Brent untuk pengiriman Agustus turun 57 sen, atau 1,1 persen, ke level $ 50,08 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,48, atau 3 persen, ke level $ 50,65 per barel pada hari Senin. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premium 61 sen untuk WTI Agustus.(RDI-PT Bestprofit Futures)

PT Bestprofit Futures Terancam Resesi, Nigeria Devaluasi Mata Uangnya

PT Bestprofit Futures- Selama berbulan-bulan, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menentang pendevaluasian mata uang Nigeria dan mengatakan ia tidak akan mendukung mata uang naira œdibunuh.

Sikap itu berubah hari Senin (20/6) ketika bank sentral membiarkan mata uang naira mengambang. Tindakan itu menyebabkan nilai naira turun 30% terhadap dolar, tapi tindakan itu mungkin bisa menyelamatkan Nigeria yang ekonominya tergantung pada minyak dan terancam resesi.

Para ekonom mengatakan mempertahankan nilai mata uang naira agar terus kuat, telah menguras valuta asing negara itu dan membuat investor khawatir. Serangan-serangan terhadap infrastruktur minyak Nigeria yang penting dan dampak minyak serta langkanya valuta asing memperlemah perekonomian terbesar di Afrika itu menjadikan devaluasi tidak terhindarkan.

Yvonne Mhango, pakar ekonomi sub sahara Afrika pada Renaissance Capital, mengatakan devaluasi membantu Nigeria pulih lebih cepat dari kemerosotan.

œDevaluasi menyembuhkan penyakit lebih cepat dan memulihkan keadaan lebih awal kata Mhango. Ia memperkirakan ekonomi Nigeria akan mengalami resesi sekurangnya 12 bulan.

Minyak adalah ekspor utama Nigeria dan ekonominya diperburuk oleh turunnya harga minyak global sampai 50 dolar per barel dari sekitar 100 dolar dua tahun lalu.

Bank sentral Nigeria hari Senin (20/6) membiarkan mata uang naira mengambang, yang menyebabkan nilai naira turun 30% terhadap dolar.

Selama berbulan-bulan, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menentang pendevaluasian mata uang Nigeria dan mengatakan ia tidak akan mendukung mata uang naira “dibunuh”.

Sikap itu berubah hari Senin (20/6) ketika bank sentral membiarkan mata uang naira mengambang. Tindakan itu menyebabkan nilai naira turun 30% terhadap dolar, tapi tindakan itu mungkin bisa menyelamatkan Nigeria yang ekonominya tergantung pada minyak dan terancam resesi.

(RDI-PT Bestprofit Futures)