Daftar Miliarder Tertua di Indonesia

http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta – Usia tua ternyata bukan hambatan bagi para pengusaha berbakat untuk tetap menari di panggung bisnis nasional hingga mancanegara. Bahkan sejumlan nama pengusaha berusia lanjut masih menghiasi jajaran orang terkaya di Indonesia.

Seperti dilansir dari hasil penelusuran tim Forbes, Jumat (5/12/2014), di usia 91 tahun, Eka Tjipta Widjaja tercatat masih lihai berbisnis dan menuai total kekayaan senilai US$ 5,8 miliar. Pria berusia tua ini malah mampu menduduki peringkat keempat sebagai orang terkaya di dunia.

Tak hanya pria, wanita berusia lanjut juga ternyata masih mampu menguasai dunia bisnis di Tanah Air. Di usia 84 tahun, Kartini Muljadi melalui bisnis farmasinya berhasil mendulang total kekayaan hingga US$ 1,1 miliar.

Selengkapnya, berikut daftar miliarder tertua di Indonesia:

1. Eka Tjipta Widjaja

Usia: 91

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-4

Total kekayaan: US$ 5,8 miliar

Sumber kekayaan: Bisnis minyak sawit

2. Harjo Sutanto

Usia: 88

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-33

Total kekayaan: US$ 950 juta

Sumber kekayaan: Penjualan barang

 

3. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Usia: 87

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-42

Total kekayaan: US$ 800 juta

Sumber kekayaan: minyak sawit

 

4. Mochtar Riady

Usia: 85

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-8

Total kekayaan: US$ 2,7 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi

 

5.Kartini Muljadi

Usia: 84

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-29

Total kekayaan: US$ 1,1 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi

 

6. Achmad Hamami

Usia: 84

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-28

Total kekayaan: US$ 1,2 miliar

Sumber kekayaan: Peralatan berat

 

7. Ning King

Usia: 83

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-46

Total kekayaan: US$ 650 juta

Sumber kekayaan: Diversifikasi

 

8. Ciputra

Usia: 83

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-21

Total kekayaan: US$ 1,5 miliar

Sumber kekayaan: Real estate

 

9. Boenjamin Setiawan

Usia: 81

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-7

Total kekayaan: US$ 3,5 miliar

Sumber kekayaan: Farmasi

 

10. Soegiarto Adikoesoemo

Usia: 76

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-35

Total kekayaan: US$ 930 juta

Sumber kekayaan: Obat-obatan

 

11. Sjamsul Nursalim

Usia: 73

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-38

Total kekayaan: US$ 830 juta

Sumber kekayaan: Ritel

 

12. Murdaya Poo

Usia: 73

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-15

Total kekayaan: US$ 1,7 miliar

Sumber kekayaan: Diversifikasi

 

13. Benny Subianto

Usia: 72

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-32

Total kekayaan: US$ 1 miliar

Sumber kekayaan: Investasi dan batubara

 

14. Prajogo Pangestu

Usia: 70

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-48

Total kekayaan: US$ 570 juta

Sumber kekayaan: Diversifikasi

 

15. Theodore Rachmat

Usia: 70

Peringkat terkaya di Indonesia: Ke-14

Total kekayaan: US$ 1,9 miliar

Sumber kekayaan: Diversifikasi. (Sis/Nrm)

Di pasar Asia, harga emas kembali turun

http://investasi.kontan.co.id

SINGAPURA. Harga emas dunia menurun pada transaksi perdagangan hari ini (4/12). Pagi tadi, harga kontrak emas dunia untuk pengantaran segera turun sebesar 0,2% menjadi US$ 1.206,87 per troy ounce. Pada pukul 08.59 waktu Singapura, harga kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.207,17 per troy ounce.

Pada 1 Desember lalu, harga emas sempat menyentuh level US$ 1.221,43 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi sejak 29 Oktober lalu. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Februari turun 0,1% menjadi US$ 1.207,60 per troy ounce di Comex, New York.

Turunnya harga emas terjadi setelah data tenaga kerja AS menunjukkan adanya pertumbuhan positif. Kondisi itu yang kemudian memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS akan segera menaikkan suku bunganya sehingga memperkuat posisi dollar. Sebaliknya, permintaan emas pun menurun.

Emas juga diramal akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan bank sentral Eropa (ECB).

“Arah dollar akan mempengaruhi pergerakan harga emas. ECB harus melakukan sesuatu. Tanpa adanya quantitative easing yang signifikan, maka tidak akan banyak pengaruh terhadap harga emas,” jelas David Lennox, resource analyst Fat Prophets.

Bursa Jepang mengangkat bursa Asia pagi ini

http://investasi.kontan.co.id

TOKYO. Mayoritas saham yang diperdagangkan di bursa Asia melaju pada transaksi perdagangan hari ini (4/12). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 10.01 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4%.

Sementara itu, indeks Topix kembali naik untuk hari kelima dan melaju 0,7% ke level tertinggi sejak Desember 2007 pagi ini. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,7%. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,8% di Sydney, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,7% di Seoul, dan indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,3% di Wellington.

Sejumlah sentimen yang mempengaruhi bursa Asia di antaranya: spekulasi bahwa the Fed akan segera menaikkan suku bunga karena data ekonomi AS yang positif, pelemahan yen Jepang yang mengerek saham-saham berbasis ekspor, serta pergerakan harga minyak dunia.

“Outlook kenaikan suku bunga sepertinya akan segera terlaksana jika ekonomi AS masih tetap kuat. Selain itu, pertemuan ECB nanti malam akan menjadi fokus. Spekulasi yang beredar adalah apakah ECB akan mengumumkan quantitative easing atau tidak,” jelas Mark Smith, senior economist ANZ Bank New Zealand Ltd di Auckland.

“Digital Marketing” revolusi strategi pemasaran di era digital

http://www.antaranews.com

Makassar (ANTARA News) – Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi, teknologi digital kini tidak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, hal ini mendorong digital marketing sebagai revolusi strategi pemasaran di era digital.

“Di era ini, wi-fi dan baterai (daya untuk smartphone) sudah menjadi kebutuhan dasar, saat makan, saat berbelanja sebagian besar orang tidak bisa lepas dari smartphone mereka,” kata pakar marketing Tanadi Santoso dalam seminar Digital Marketing Revolution di Makassar, Selasa.

Tanadi mengatakan terdapat sekitar 82 juta jiwa populasi yang saat ini berusia 15-34 tahun, mereka disebut sebagai generasi Y yang dalam aktivitas sehari-harinya tidak bisa terlepas dari teknologi digital seperti “smartphone”.Generasi ini, kata Tanadi merupakan pasar potensial pemasaran digital yang sangat besar.

“Terlebih lagi menurut penelitian, perilaku generasi ini cenderung menular hingga ke generasi sebelum mereka dan generasi yang lebih muda yang kini usianya kurang dari 14 tahun yang jumlahnya sekitar 60 juta jiwa,” paparnya.

Menurut Tanadi ada empat hal yang perlu diperhatikan untuk membangun merek dalam pemasaran digital.

“Kami menyebutnya The Royal Family of The Digital Marketing,” ujarnya.

Yang pertama, lanjutnya, adalah “King” yang dalam hal ini adalah content atau muatan produk anda.

“Nilai content dapat berupa informasi atau hiburan, buatlah sebuah kisah yang dapat menjadi viral,” katanya.

Selanjutnya sebagai “Queen” adalah digital advertising. Dalam membuat digital advertising, ia mengingatkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu target yang spesifik, perilaku dan demografi target iklan.

Selain itu ada pula “Prince” yaitu perangkat mobile. Pengguna perangkat mobile, kata Tanadi, semakin meningkat, hal ini perlu menjadi pertimbangan bagaimana layanan yang diberikan dapat diakses secara mobile.

Yang terakhir dan tak kalah penting adalah sosial media sebagai “princess” pemasaran digital. Sosial media seperti facebook, twitter, instagram, kata Tanadi, memiliki peluang besar sebagai sarana digital marketing.

Rating dipangkas, bursa Jepang lemas

http://investasi.kontan.co.id

TOKYO. Investor mengambil untung sejenak di pasar saham Jepang hari ini (2/12). Indeks Topix terkoreksi 0,2% pada pukul 9:59 waktu Tokyo, dari posisi kemarin yang tertinggi selama 6,5 tahun terakhir.

Lembaga rating Moody’s kemarin memangkas rating utang Jepang sebanyak satu level. Moody’s menekankan kemampuan Jepang mencetak pertumbuhan dan mencapai target pengurangan defisit. Dengan level utang A1, rating utang Jepang setara dengan Bermuda, Israel, Oman, dan Czech Republic.

Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe mulai berkampanye hari ini menghadapi pemilu pada 14 Desember mendatang.

Bursa Jepang juga lesu karena yen mempertahankan penguatan terhadap dollar AS. Kemarin, yen menguat menjadi ¥ 118,35 per dollar AS, sedangkan hari ini tak banyak bergerak dari posisi tersebut.

Sementara itu, Indeks S&P/ASX 200 di Australia meloncat 0,7% ditopang penguatan saham-saham sektor energi dan bahan baku mentah. Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,3%.