Bursa saham Tokyo dibuka naik 1,92 persen

http://www.antaranews.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

Tokyo (ANTARA News) – Bursa saham Tokyo dibuka 1,92 persen lebih tinggi pada Kamis, didukung oleh kenaikan dolar terhadap yen dan keuntungan di Wall Street.

AFP melaporkan, indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo naik 323,22 poin menjadi 17.142,95 di awal perdagangan.

Dolar berada di 118,80 yen pada Kamis pagi, naik dari 118,63 yen di New York pada Rabu sore dan 117,07 yen di Tokyo, Rabu pagi.

Greenback menguat setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan tidak ada perubahan dalam ekspektasinya untuk menaikkan suku bunga pada 2015.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) “menilai bahwa pihaknya dapat bersabar dalam memulai menormalkan sikap kebijakan moneter,” unit kebijakan the Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dua hari.

The Fed mengatakan kebijakan itu konsisten dengan pernyataan sebelumnya bahwa pihaknya hanya akan memulai normalisasi pada “waktu yang cukup” setelah akhir pembelian aset besar-besaran, yang terjadi pada pertemuan Oktober.

Yen yang lemah positif bagi eksportir Jepang karena membuat mereka lebih kompetitif di luar negeri dan meningkatkan keuntungan mereka ketika dipulangkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak hampir 300 poin pada Rabu, setelah the Fed tidak melakukan perubahan kebijakan moneter.

Indeks saham unggulan ditutup naik 288,00 poin (1,69 persen) pada 17.356,87.

Di perdagangan saham Tokyo, Sony naik 2,15 persen menjadi 2.416,0 yen dalam beberapa menit pertama perdagangan setelah studio Hollywood-nya membatalkan tanggal rilis 25 Desember untuk “The Interview”, sebuah film parodi yang telah membuat marah Korea Utara dan memicu ancaman mengerikan dari para peretas.

PT. BESTPROFIT FUTURES

Harga Emas Naik Dibayangi Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS

http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, New York – Harga emas dunia sedikit naik pada Selasa (rabu) pagi ini, masuk kembali ke posisi di bawah US$ 1.200 per ounce dipicu pelemahan dolar AS dan kekhawatiran pedagang jika Federal Reserve AS akan mengubah kebijakan tentang kenaikan suku bunga.

Melansir laman Reuters, harga spot emas naik 0,1 persen menjadi US$ 1.193,86 per ounce, dengan sesi rendah pada US$ 1.188,41 per ounce. Hal ini terjadi setelah emas sempat rally lebih dari 1 persen ke sesi tinggi US$ 1.221,40 ketika pedagang AS masih tidur, usai Rusia mengumumkan kenaikan suku bunga yang agresif.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 13,40 per ounce, atau 1,1 persen, untuk menetap di US$ 1.194,30 per ounce.

“Pedagang emas takut Fed mengubah kuda di tengah jalan dengan mengambil frase ‘waktu yang cukup sebelum kenaikan suku bunga,” kata George Gero, Ahli Strategi Logam Mulia untuk RBC di New York.

Investor menunggu untuk melihat apakah pertemuan terakhir Federal Reserve 2014 pada hari Selasa dan Rabu menghasilkan hal beda.

Ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan terakhir The Fed pada Oktober, ketika menegaskan bahwa suku bunga acuan tidak akan naik untuk waktu yang cukup.

Para pejabat harus memutuskan apakah akan mengganti frase bahwa meskipun di bawah target inflasi AS dan pelemahan ekonomi di Eropa dan Asia.

Harga minyak juga terus mempengaruhi pasar emas. Minyak mentah berjangka AS sedikit berubah setelah sebelumnya jatuh di bawah $ 54 per barel, terendah dalam lebih dari lima tahun. Dolar AS mencakar tanah kembali setelah sebelumnya jatuh terhadap euro.

“Karena reli (emas), rubel telah pulih beberapa, dan hal-hal tampaknya telah stabil sedikit,” jelas Simon Weeks, Kepala Logam Mulia di Bank of Nova Scotia. (Nrm)

EUR/USD Terpukul Lajunya Indeks Saham Jerman Dan Imbal Hasil Obligasi AS

http://www.seputarforex.com

Euro melorot pada sesi Eropa (15/12) hari ini meskipun nihil laporan ekonomi dari Zona Euro. Penyebabnya adalah pemulihan yang terjadi pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pasar ekuitas Eropa. EUR/USD diperdagangkan pada 0.26 persen lebih rendah di level 1.2429, dibandingkan dengan perolehannya pada sesi sebelumnya di 1.2462.

Mata uang Euro dan indeks ekuitas mayor di Zona Euro terpantau bergerak berlawanan semenjak akhir pekan lalu. Indeks ekuitas Jerman merosot, sementara EUR/USD mencetak perolehan mingguan. Namun, Dax mencatat keuntungan setinggi 0.66 persen hari, sehingga mata uang single currency pun terpaksa menurun.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat 10-tahunan mendapat pemulihan sebanya 5 basis poin dari level rendahnya, dan diperdagangkan naik 2.12 persen saat berita ditulis. Pemulihan imbal hasil AS ini juga berpengaruh terhadap lemahnya EUR/USD sore ini. Selain itu, perbedaan kebijakan moneter yang kian meruncing antara Bank Sentral Eropa (ECB) dengan The Fed akan semakin menguatkan Dolar AS dan melemahkan Euro. Pekan ini The Fed dijadwalkan akan menggelar FOMC, dengan ekspektasi, pelaksanaan kenaikan suku bunga AS.

Emas Turun Tajam Tertekan Prospek Suku Bunga Fed

http://wartaekonomi.co.id

WE Online, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tajam pada Senin (Selasa pagi WIB, 16/12/2014), di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve AS berencana bergerak lebih dekat untuk menaikkan suku bunganya.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari kehilangan 14,8 dolar AS, atau 1,21 persen, menjadi menetap di 1.207,7 dolar AS per ounce.

The Fed akan memulai pertemuan dua hari pada Selasa untuk membahas laju kenaikan suku bunga setelah mempertahankan tingkat suku bunga acuan dekat nol persen sejak 2008.

Kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan bisa meningkatkan dolar AS dan menekan harga logam.

Harga minyak turun ke tingkat terendah lima tahun di bawah tekanan jual baru pada Senin, karena Uni Emirat Arab mengatakan OPEC tidak akan mengurangi produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga.

Kontrak emas juga bergerak turun karena mengambil isyarat dari pasar minyak lebih sering jatuh.

Produksi industri AS naik 1,3 persen pada Novembaer, setelah merayap naik 0,1 persen pada Oktober, The Fed mengatakan pada Senin. Produksi manufaktur, komponen terbesar dari produksi industri secara keseluruhan, naik 1,1 persen pada November, kenaikan terbesar sejak Februari. Data Senin menunjukkan tanda ekonomi AS membaik.

Perak untuk pengiriman Maret kehilangan 49,4 sen atau 2,9 persen, menjadi ditutup pada 16,563 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari kehilangan 16,6 dolar AS atau 1,35 persen, menjadi ditutup pada 1.214,9 dolar AS per ounce. (Ant)

Dolar AS menguat di tengah data ekonomi bervariasi

http://www.antaranews.com

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), di tengah data ekonomi bervariasi dari negara itu .

Federal Reserve melaporkan pada Senin bahwa produksi industri AS untuk November naik 1,3 persen, mengalahkan konsensus awal untuk kenaikan 0,7 persen, lapor Xinhua.

Namun, aktivitas manufaktur di wilayah New York menurun pada Desember, kata Federal Reserve Bank of New York, Senin. Menurut Empire State Manufacturing Survey terbaru, indeks kondisi bisnis secara umum turun 14 poin menjadi minus 3,6, angka negatif pertama dalam hampir dua tahun.

Setelah naik empat poin pada bulan lalu, kepercayaan pengembang AS di pasar untuk bangunan rumah keluarga tunggal baru turun satu poin pada Desember ke tingkat 57 pada Indeks Pasar Perumahan (HMI) Asosiasi Nasional Pengembang Perumahan/Wells Fargo. Meskipun angka terbaru di bawah ekspektasi pasar, namun masih berada di atas titik impas 50.

Para investor sedang menunggu pertemuan Fed Desember yang dipantau cermat, yang dijadwalkan pada Selasa dan Rabu, untuk mendapatkan pandangan yang lebih jelas tentang kapan bank sentral akan menaikkan suku bunganya.

Yen Jepang menguat terhadap dolar AS karena kerugian di pasar ekuitas global dan harga minyak mentah mendorong permintaan untuk aset-aset “safe haven”.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,2435 dolar dari 1,2451 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5642 dolar dari 1,5706 dolar. Dolar Australia turun ke 0,8222 dolar dari 0,8250 dolar.

Dolar AS dibeli 117,71 yen Jepang, lebih rendah dari 118,75 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9658 franc Swiss dari 0,9645 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,1648 dolar Kanada dari 1,1568 dolar Kanada.  (A026)