Dolar Menguat, Yen Tertekan Jelang Libur Natal

http://analisadaily.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

Singapura, (Analisa). Sebagian besar mata uang emerging Asia beringsut lebih rendah terhadap dolar AS Selasa, (23/12), tertekan akibat permintaan dolar meningkat.

Ringgit tergelincir dan berada di level terendah lima tahun setelah harga minyak jatuh.

Pasaran minyak yang lebih rendah dapat melukai ekonomi Malaysia serta menggerus mata uang emerging tersebut.

Dolar Taiwan terjebak di posisi terendah empat tahun dipicu maraknya permintaan dolar AS.

Kekhawatiran bahwa eksportir lokal kehilangan daya saing karena yen melingsir kian membebani dolar Taiwan baru-baru ini.

Dolar Singapura melingsir akibat data inflasi konsumen turun untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun disebabkan penurunan harga minyak.

Para ekonom melihat ada ruang lingkup bagi Bank Sentral Singapura untuk melonggarkan kebijakan moneter ketat demi mendukung pertumbuhan.

Pada awal perdagangan rupiah dibuka pada level 12.438.

Pada pukul 10.00 rupiah berada pada level 12.460.

Di akhir perdagangan rupiah berada pada tingkat 12.455, tergerus dari 12.438, level sebelumnya.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1,3230, turun dari 1,3190

Dolar Taiwan: 31,74, turun dari 31,57

Won Korea:1.101,20, turun dari 1.094,48

Baht Thailand: 32,89, turun dari 32,87

Peso Pilipina: 44,69, turun dari 44,62

Rupee India: 63,41, turun dari  63,23

Ringgit Malaysia: 3,4950, turun dari 3,4860

Yuan Tiongkok: 6,2260, turun dari 6,2201

Di Tokio, yen melandai terhadap dolar AS dipicu perkembangan ekonomi AS yang semakin membaik.

Rekor penutupan pasar saham di Wall Street telah membantu mengangkat greenback terhadap yen.

Tapi momentum terlihat cepat memudar dalam kondisi perdagangan akhir tahun yang tipis.

Dolar AS terakhir tercatat 121,86 yen, meningkat dari 119,27 yen sebelumnya.

Di London, euro tergelincir ke titik terendah 28 bulan setelah anggota parlemen Yunani gagal mencapai mayoritas mendukung calon resmi pada putaran kedua pemungutan suara parlemen untuk memilih presiden baru.

Kurs dolar  AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen  Jepang: 120,19, turun dari 120,22

Franc Swiss: 0,9851, turun dari 0,9854

Dolar Kanada: 1,1633, turun dari 1,1638

Sterling terhadap dolar: 1,5528 naik dari 1,5527

Euro terhadap dolar: 1,2210 turun dari 1,2215

HARGA EMAS

Di  Comex  New York,  harga emas bervariasi pada pembukaan Selasa.

Kontrak Desember  diperdagangkan pada level $1.176,50 per ounce, turun $3,30.

Harga spot pada pukul 13.40  GMT (20.40 WIB) tercatat $1.178,00, per ounce, meningkat 0,11%.

Di London, emas menguat dari tingkat terendah tiga pekan.

Likuiditas pasar tipis karena memasuki liburan Natal, di saat pasar Jepang telah tutup untuk libur umum.

Pengamat pasar menilai emas masih di bawah tekanan akibat proyeksi penguatan dolar AS didukung peningkatan performa ekonomi Negeri Paman Sam.

Pada malam hari, harga emas $1.179,70 per ounce, meningkat 0,4 persen dari penutupan sebelumnya di New York.

Harga perak tercatat $15,67 per ounce, turun 2,6% dari sebelumnya.

Di Singapura, harga emas naik, bergerak menjauhi level terendah tiga pekan didukung pelemahan dolar AS dan ekuitas.

Transaksi perdagangan berkurang karena liburan Natal mendekat, sementara pasar Jepang tutup pada Selasa sehubungan hari raya.

“Nampaknya volume transaksi menyusut sehingga kami memperkirakan pasaran emas akan stagnan selama masa liburan, namun apresiasi dolar AS dan penurunan minyak mentah akan menekan pasaran,” papar Alex Thorndike, trader senior di MKS Group.

Di Singapura, harga emas $1.182,40 per ounce, meningkat 0,7% pada penutupan sebelumnya di New York.

Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2014 4.592 yen per gram, melemah 2 yen dari sebelumnya

PT. BESTPROFIT FUTURES

HARGA EMAS. Sentimen pemoles emas masih minim

kontan.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

JAKARTA. Harga emas naik tipis (rebound) setelah menyentuh level rendah dalam tiga pekan. Kenaikan harga emas mengekor harga minyak. Selain itu, langkah Bank Sentral Rusia menambah cadangan devisa emas memberikan sentimen positif.

Mengutip Bloomberg, Selasa (23/12) pukul 17.30 WIB, harga emas pengiriman Februari 2014 di Commodity Exchange senilai US$ 1.180,8 per ons troi. Harga naik 0,17% dibandingkan hari sebelumnya, yang sempat menyentuh level US$ 1.170,7 per ons troi atau terendah selama tiga pekan. Penguatan harga emas mengekor harga minyak. Minyak berjangka AS pengiriman Februari naik 0,7% pada Selasa (23/12).

Harga minyak rebound jatuh 3,3% pada Senin (22/12). Trader emas memantau harga minyak karena berdampak pada biaya konsumsi dan inflasi. Sedangkan emas diburu saat inflasi tinggi sebagai aset aman. “Emas cenderung dipengaruhi oleh harga komoditas lain, terutama minyak,” kata James Steel, analis HSBC Securities (USA) Inc kepada Bloomberg.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan, harga emas rebound ditopang pembelian emas oleh Bank Sentral Rusia untuk menambah cadangan devisa. Rusia menambah cadangan devisa emas dari 1.168,7 metrik ton menjadi 1.187,5 metrik ton. Alokasi cadangan devisa Rusia dalam bentuk emas dipertahankan sebesar 10%.

“Meskipun sedang rebound, penguatan harga emas relatif terbatas. Investor cenderung wait and see hingga aktivitas trading kembali normal pada 5 Januari,” jelas Christian.

Penguatan teknikal Deddy Yusuf Siregar, Market Strategist and Analyst PT Fortis Asia Futures, menilai, harga emas tahun depan masih akan terpuruk. Sebab, permintaan dari India dan Tiongkok masih lesu.

Di sisi lain, banyak negara yang tidak lagi mengandalkan emas sebagai cadangan devisa. Selain itu, rencana Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menaikkan suku bunga akan mendorong penguatan dollar AS. Sedangkan pamor emas meredup. “Sentimen negatif lebih dominan. Kalaupun ada rebound, sifatnya teknikal,” ungkap Deddy.

Secara teknikal, Christian bilang, harga emas cenderung melemah. Harga berada di bawah moving average (MA) 5 dan MA 100. MACD berada di area negatif, yakni minus 25,30. Stochastic netral di level 58,7%. Sementara RSI di level 40,7%.

Christian memprediksikan, harga emas akhir tahun ini di kisaran US$ 1.150 sampai US$ 1.165 per ons troi. Pada akhir kuartal I-2015 harga emas di posisi US$ 1.130- US$ 1.190 per ons troi. Harga emas berpotensi naik jika terjadi ketidakpastian ekonomi zona Eropa. Sementara Deddy menduga harga emas akhir tahun di rentang US$ 1.180 smapai US$ 1.200 per ons troi.

PT. BESTPROFIT FUTURES

Menguatnya Dolar, Surga bagi Turis Paman Sam

viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

VIVAnews – Akhir pekan lalu indeks dolar Amerika Serikat mencapai level tertinggi sejak Maret 2009. Nilai tukar dolar AS melonjak, terutama terhadap mata uang negara-negara Eropa dan Asia.

Tentu saja, ini menjadi surga bagi turis AS yang ingin menghabiskan libur akhir tahunnya ke luar negeri. Penguatan dolar membuat biaya wisata dan harga barang di negara-negara Eropa dan Asia lebih terjangkau bagi mereka.

Dikutip dari laman CNBC, Senin 22 Desember 2014, pelemahan mata uang mitra dagang utama AS akan membuat mereka kesulitan untuk membayar utang dengan mata uang dolar.

Namun, di sisi lain, gejolak ekonomi global justru menjadi waktu yang tepat bagi warga AS untuk menikmati liburan, menikmati segelas anggur dan belanja di toko-toko seperti Beijing, Paris, atau Tokyo.

Tahun ini menjadi tahun yang buruk bagi mata uang negara-negara Eropa, yakni telah melemah lebih dari 10 persen terhadap dolar AS. Selama beberapa bulan, tercacat transaksi yang lumayan besar, seperti pembelian sepatu kulit di Italia dan peningkatan penyewaan kastil selama beberapa malam di Irlandia.

Liberty Travel, salah satu biro perjalanan mengatakan, Italia dan Irlandia memang menjadi tujuan utama wisatawan Amerika. Beberapa wisatawan juga tertarik menikmati keindahan dan ketenangan sungai di Eropa.

“Penjelajahan melalui sungai sambil menikmati keindahan kota dan ketenangan belakangan ini memang menjadi bisnis yang berkembang pesat, banyak wisatawan tertarik dengan hal itu. Selain itu, karena jarak AS dan Eropa lumayan dekat,” ujar Carla Caccavale Reynolds dari Liberty Travel kepada CNBC.

Selain itu, mata uang dolar Australia juga tergelincir lebih dari 10 persen terhadap dolar AS. Ini menjadi anugerah bagi pariwisata Australia.

Saat ini, terdapat peningkatan perjalanan ke Australia sebanyak 16 persen dan pengeluaran untuk perjalanan naik 7 persen.

Laporan dari Tourism Australia menuturkan meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Australia menyebabkan kepercayaan konsumen di negara itu terus menguat.

Menguatnya nilai tukar dolar terhadap yen, juga menguntungkan pariwisata Jepang. Japan National Tourism Organization mengungkapkan, saat ini jumlah kunjungan turis asal Amerika ke Jepang naik 20 persen.

Keuntungan terbesar dirasakan oleh jasa penginapan. Adapun, tujuan favorit para turis adalah Tokyo dan Kyoto.

Dolar diperkirakan akan tetap dominan pada 2015 dan warga AS diprediksi akan memanfaatkan momen itu

PT. BESTPROFIT FUTURES

Analisis Fundamental Dollar AS, Koreksi Di Awal Pekan ( 22/12/14)

http://vibiznews.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

Dollar AS hari ini (02:27:19 GMT, Senin, 22 Desember 2014) melemah setelah dibuka di 1.1602 di awal perdagangan
(00.00 GMT) telah turun sekitar -2 pips atau sekitar -0.02 %. Nilai bergulir tampak berada pada 1.1606.

Mata uang Dollar AS terpantau bergerak negatif menjelang pengumuman National Association of Realtors mengenai perkembangan terakhir di sektor perumahan AS. Sejumlah ekonom menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.
Indikator fundamental ekonomi Existing Home Sales diperkirakan akan memberikan pertanda kurang menguntungkan dan diduga dapat turun ke angka 5.21M dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 5.26M. Dollar AS terpantau bergerak turun merespon dini perkembangan tersebut.
Analis Vibiz Research Center mengemukakan bahwa range normal pergerakan pair Dollar AS/Dollar Kanada pada hari ini diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 1.1572 dan level resistance pada kisaran 1.1639.

PT. BESTPROFIT FUTURES

Ikuti Pergerakan Wall Street, Saham Asia Dibuka Menguat

viva.co.id

PT. BESTPROFIT FUTURES

VIVAnews – Indeks saham di bursa-bursa utama Asia dibuka lebih tinggi pada transaksi awal Senin 22 Desember 2014, terpengaruh sentimen positif dari indeks saham acuan Wall Street yang ditutup menguat.

Dilansir CNBC, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney naik 0,6 persen ke level tertinggi dalam dua pekan di awal perdagangan. Sementara itu, dolar Australia diperdagangkan sedikit berubah menjadi US$0,814 per dolar Australia.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, sedang melakukan perombakan besar-besaran di tubuh kabinetnya. Abbott menjanjikan reshuffle kabinet yang dilakukannya akan lebih fokus dan memberikan kesegaran pada pemerintahan selanjutnya pada 2015.

Osaka berjangka menguat 0,1 persen menjadi 17.680, sedangkan Chicago berjangka diperdagangkan di level 17.780, atau di atas penutupan indeks acuan Jepang, Nikkei pada akhir pekan lalu di level 17.621.

Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) naik untuk sesi ketiga pada perdagangan hari Jumat atau Sabtu malam, 20 Desember 2014 waktu Indonesia. Indeks S&P 500 mencatatkan keuntungan terbaik kedua selama hampir dua tahun belakangan.

Setelah melompat 95 poin, indeks Dow Jones Industrial Average naik 26,65 poin, atau 0,2 persen, ke level 17.804,80. Indeks S&P 500 berhasil naik 9,42 poin, atau 0,5 persen, ke level 2.070,65, dengan saham energi paling meningkat. Dengan demikian, sepanjang minggu ini, S&P 500 mencatatkan kenaikan 3,4 persen. Indeks Nasdaq naik 16,98 poin, atau 0,4 persen, ke level 4.765,38.

Total saham yang diperdagangkan hampir mencapai 2,5 miliar saham dengan volume komposit mendekati 6,1 miliar.

PT. BESTPROFIT FUTURES