Sektor Jasa di Jambi Melambat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 28Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi sektor industri pengolahan mengalami peningkatan. Sementara itu, sektor jasa pada triwulan I-2014 justru melambat.

 

Data yang disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi PDRB sektor industri pengolahan menyumbang output terhadap perekonomian Jambi sebesar Rp 2,49 triliun (10,64%), meningkat sebesar 6,95% (yoy), dengan andil pertumbuhan 0,86%.

 

Secara triwulanan, sektor industri pengolahan juga mengalami peningkatan sebesar 2,22% (qtq). “Industri pengolahan di Jambi terdiri dari industri migas dengan total output Rp 218,63 miliar (8,78%) serta industri non migas dengan total output Rp2,27 triliun (91,22%),” kata Ihsan Prabawa, Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Jambi, dalam rilisnya kemarin (6/7/2014).

 

Ia menyampaikan laju pertumbuhan sub sektor industri non migas salah satunya didorong oleh produksi karet yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,31% (yoy), meskipun berdasarkan data indeks produksi dari BPS secara triwulanan mengalami penurunan sebesar 1,10% (qtq).

 

Peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan pasokan bahan baku seiring dengan kondusifnya cuaca untuk melakukan penyadapan karet selama triwulan I-2014. Mengacu data Gapkindo (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia) Jambi produksi karet dalam triwulan I–2014 mencapai 91.329 ton, meningkat signifikan sebesar 20,96% dibandingkan triwulan lalu. Namun demikian, peningkatan produksi sedikit tertahan dengan turunnya harga karet internasional serta adanya kebijakan Gapkindo untuk menurunkan produksi dan ekspor karet sebesar 10% sebagai upaya mendongkrak harga karet.

 

Sementara PDRB sektor keuangan, persewaan, dan jasa-jasa perusahaan tumbuh sebesar 1,80% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (5,18% yoy). Pertumbuhan sektor ini utamanya didukung oleh pertumbuhan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank dan jasa penunjang keuangan masing-masing sebesar 8,08% (yoy) dan 7,17% (yoy).

 

Sementara pertumbuhan sub sektor bank yang relatif rendah (1,36% (yoy)) menjadi penahan laju pertumbuhan sektor ini. Sektor jasa-jasa pada triwulan I-2014 tumbuh 6,16% (yoy), sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,95%yoy). Pertumbuhan sektor jasa didorong oleh tumbuhnya jasa pemerintahan umum dan swasta masing-masing sebesar 6,12% (yoy) dan 6,34% (yoy). Sektor ini didukung oleh sub sektor jasa pemerintahan umum dengan output sebesar Rp1,69 triliun dan diikuti oleh sub sektor swasta sebesar Rp287,92 miliar.

Suksesnya obligasi Euro tak beri sentimen pada Rupiah

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 27Akhir pekan laju nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di bawah level support 11.864. Kembali munculnya data-data global yang menunjukkan perlambatan dan jelang Pemilu membuat pelaku pasar lebih memilih menahan diri Rp11978-11858 (kurs tengah BI).

 

“Kembali terdepresiasinya Euro seiring rilis markit services di sejumlah wilayah Zona Euro yang mengalami perlambatan berimbas negatif pada laju Rupiah yang masih melanjutkan pelemahannya,” ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (4/7).

 

Menurutnya oversubscribenya obligasi perdana berdenominasi Euro juga tidak mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Tidak ketinggalan Poundsterling pun juga terlihat melemah seiring masih adanya perlambatan sehingga di manfaatkan USD untuk melesat.

 

Sebelumnya kemarin Kamis (3/7) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 34 poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp11.946 per USD.

Pasar e-Commerce di Indonesia Capai Rp 130 triliun

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 25Pergeseran transaksi konvensional ke online semakin terlihat nyata. Indikasinya pertumbuhan pengguna smartphone dan internet semakin tinggi. “e-Money sangat dibutuhkan di Indonesia dengan sebaran penduduk di berbagai pulau. Ke depannya model transaksi seperti iPaymu akan menjadi pilihan para konsumen.

 

Hal ini diutarakan pengamat e-money dari ITB DR. Agung Harsoyo pada kesempatan acara buka bersama yang dilakukan iPaymu dengan media Kamis sore (3/7/2014), terkait dengan pertumbuhan pemanfaatan e-Commerce di Indonesia saat ini.

 

Bahkan menurut Agung mengutip data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika memprediksi pasar e-Commerce di Indonesia mencapai Rp 130 triliun di tahun 2013 (kurang lebih 1 persen pendapatan dunia), setelah sebelumnya pada 2012 mencapai Rp 69 triliun. Pertumbuhan belanja e-Commerce di Indonesia juga diperkirakan naik mencapai 71 persen, terbesar di dunia dengan nilai US$ 1,8 milar atau setara Rp 18 triliun pada tahun ini. Sememtara pasar e-Commerce dunia mencapai US$ 1,29 triliun, wilayah Asia Pasifik menjadi marketshare paling menjanjikan, disusul oleh Amerika Utara dan Eropa Barat

 

iPaymu sendiri merupakan solusi Online Payment Processor berbasis kartu debit pertama di Indonesia yang menyediakan perdagangan onlinesecara terintegrasi untuk layanan e-commerce seperti e-wallet, kartu kredit, keranjang belanja, transaksi berulang, penarikan dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia.

 

Layanan ini juga memberikan solusi online dengan aman dan efisien terdiri dari pengelolaan sumbangan, pembayaran angsuran, penarikan, dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia. Disamping itu iPaymu memberikan solusi pembayaran tunggal dan layanan untuk pedagang yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Tangal 17 Desember 2013, iPaymu merilis layanan Mobile Payment berbasis QRCode. Saat ini, pengguna iPaymu sudah mencapai 26 ribu pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Lebih spesifik Agung mengatakan iPaymu memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di bisnis e-money. Terlebih Indonesia dihuni oleh sekitar 260 juta jiwa, kemudian industri kreatif dan usaha kecil menengah sedang tumbuh.

 

“Ini potensinya besar. Pasarnya ada, peluangnya terbuka, layanannya menjanjikan dan dibutuhkan. iPaymu punya potensi menjadi primadona dan menjadi pemain global yang disegani karena layanannya kredibel,” ungkap Agung.

 

Satu lagi, lanjut Agung, yang menjadi daya tarik iPaymu adalah memiliki visi untuk memajukan usaha kecil menengah. “Ini sangat membanggakan. Apalagi iPaymu dibuat oleh generasi anak negeri. Mestinya masyarakat Indonesia lebih menghargai hasil karya anak bangsa, salah satunya dengan cara menggunakan layanan iPaymu,” ucap Agung penuh harap.

Dunia Arsitektur Indonesia Hadapi Ancaman

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 24Dunia arsitektur Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan berat, khususnya saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan pada 2015 mendatang.

 

Para pakar dan praktisi yang bergerak di bidang arsitektur diprediksi akan menghadapi persaingan antara arsitek lokal dan arsitek dari negara-negara ASEAN “Arsitek Indonesia yang sudah tersertifikasi hanya sekitar 3.000 orang sedangkan jumlah yang dibutuhkan lebih dari 8.000 arsitek untuk dapat melayani kebutuhan lokal,” ujar Bambang Eryudhawan, saat tampil dalam acara Rapat Peripurna Pembahasan dan Perencanaan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Balairung Soesilo Soedarman kantor Kementerian Parekraf, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Kamis (3/7/2014).

 

Bambang juga mengusulkan agar pemerintah dan para pemangku kepentingan memperhatikan jumlah jurusan Arsitektur di perguruan tinggi di Indonesia yang telah mengalami inflasi. Dia menyebutkan jumlah sekolah arsitektur tekah mencapai 140 dengan kualitas lulusan yang kurang memenuhi standar kualifikasi yang diperlukan.

 

Kegiatan ini menampilkan Menparekraf Mari Elka Pangestu sebagai pembicara kunci sekaligus pimpinan rapat yang menampilkan 18 wakil dari subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Acara ini melibatkan 300 peserta yang mewakili kalangan orang kreatif, komunitas, akademisi, media, serta pemerintah pusat dan daerah.

 

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan Focus Group Discustion (FGD–red) yang melibatkan para pemangku kepentingan ekonomi kreatif,” kata Mari Ekla Pangestu ketika membuka acara ini.

 

Mari Elka Pangestu menjelaskan, ekraf merupakan sektor strategis dalam pembangunan nasional ke depan. Sebab ekraf telah membuktikan perannya dalam perekomian nasional secara signifikan. Mari menunjukkan data bahwa sejak 2013 pertumbuhan ekraf mencapai 5,76 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,74 persen.

 

Dari sisi kontribusi terhadap PDB nasioanl, ekraf memberikan kontribusi sebesar sebesar 7 persen. Selain itu ekraf mampu menyerap 11,8 juta tenaga kerja atau sebesar 10,72 persen dari total tenaga kerja nasional, menciptakan 5,4 juta usaha atau sekitar 9,68 persen dari total jumlah usaha nasional, dan berkontribusi terhadap devisa negara sebesar Ro 119 triliun atau sebesar 5,72% dari total ekspor nasional.

 

Menparekraf mengatakan, orang kreatif dipastikan akan mampu mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup lebih baik. Sebab mereka dapat menciptakan nilai tambah dengan basis pengetahuan dan warisan budaya serta teknologi.

 

“Termasuk din dalamnya sebagai hal utama ialah warisan budaya dan tekonologi yang sudah ada dari ide kreatif dan inovasi sampai ide kreatif mereka terwujud menjadi karya yang dapat digunakan. Juga ada pasarnya. Selain itu ekraf dapat mengangkat nama bangsa Indonesia ke tingka dunia,” ujar Mari Elka Pangestu. (wip)

Cetak Rekor Baru, Dow Jones Tembus 17.000 Untuk Pertama Kalinya

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

Traders work on the floor of the New York Stock Exchange shortly after the markets opening in New YorkSaham-saham di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) bergerak sangat positif pada perdagangan Kamis malam tadi. Ini didorong oleh tingginya pertumbuhan lapangan pekerjaan, yang mengindikasikan perekonomian menguat.

 

Pada Kamis (3/7/2014), indeks Dow Jones Industrial Average naik 92,02 poin (0,54%) ke level 17.068,26. Sementara indeks S&P500 naik 10,82 poin (0,55%) ke level 1.985,44. Kedua indeks ini tembus rekor baru dalam 3 hari berturut-turut.

 

Sementara indeks Nasdaq naik 28,19 poin (0,63%) ke level 4.485,93.

 

“Pelaku pasar gembira dengan kuatnya data lapangan pekerjaan, dan muncul tanda-tanda perekonomian akan tumbuh, meskipun di kuartal I-2014 melemah karena cuaca yang tidak bersahabat,” kata aNALIS David Levy dilansir dari AFP, Jumat (4/7/2014).

 

Departemen Pekerjaan AS mengumumkan, perekonomian AS di Juni menciptakan 288 ribu lapangan kerja, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,1%, dari 6,3% di Mei 2014.