Harga emas Antam turun Rp 1.000 jadi Rp 531 ribu per gram

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 155Harga emas batangan di unit bisnis Pengolahan dan penjualan PT Aneka Tambang turun sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 531 ribu per gram dari sebelumnya Rp 532 ribu per gram.

 

Hari ini emas di Jakarta dijual pada kisaran Rp 491.600 hingga Rp 531.000. Harga tersebut mulai terbesar untuk ukuran 1 gram dan harga terkecil untuk ukuran 500 gram.

 

Namun harga pembelian emas kembali (buyback price) dibuka stagnan sebesar Rp 476 ribu per gram.

 

Berikut harga emas, dikutip dari laman resmi logammulia.com, Kamis (17/7).

 

emas 1 per gram Rp 531.000

 

emas 5 per gram Rp 502.000

 

emas 50 per gram Rp 493.000

 

emas 100 per gram Rp 492.500

 

emas 250 per gram Rp 492.000

 

emas 500 per gram Rp 491.600

Jelang Lebaran, Warga Serbu Antam Untuk Jual Emasnya

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

Memasuk masa menjelang Lebaran, warga mulai ramai mendatangi PT Antam Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, Jalan Raya Bekasi Km 18, Pulogadung, Jakarta Timur, salah satu tempat yang menjadi pusat pembelian emas.

 

Warga banyak yang menjual emasnya, untuk keperluan mudik, terlebih saat ini juga tengah masuk tahun ajaran baru. Dimana kebutuhan anak-anak sekolah semakin meningkat.

 

Marketing Manajer PT Antam, Unit Logam Mulia, Bambang Wijanarko, mengatakan, terdapat penurunan penjualan emas.

 

“Untuk di bulan-bulan biasa, kami berhasil menjual 20 kg emas per hari. Tapi masuknya bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, berkurang menjadi hanya 10 sampai 15 kg emas per hari,” kata Bambang kepada Warta Kota, Rabu (16/7/2014).

 

Hal tersebut, lanjut Bambang, diduga karena kebutuhan warga yang makin tinggi. Salah satunya kebutuhan warga untuk mudik saat Lebaran.

 

“Karena uang mereka tidak mencukupi untuk biaya mudik, akhirnya mereka terpaksa menjual emasnya,” kata Bambang.

 

Namun, selain itu, tambah Bambang, banyak juga warga yang menjual emas untuk mencukupi kebutuhan sekolah anak-anaknya.

 

Di mana pada bulan Juli ini, para siswa memasuki tahun ajaran baru. Para orangtua pun membutuhkan biaya untuk membeli keperluan sekolah seperti seragam, sepatu, maupun peralatan sekolah lainnya.

Bagaimana Kelanjutan Proyek Menara Tertinggi RI

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 154Kelompok usaha milik pengusaha Tomy Winata berencana membangun gedung pencakar langit 111 lantai. Gedung tersebut diberi nama Signature Tower. Lantas bagaimana kelanjutan proyek bergengsi yang berlokasi di jantung kota Jakarta tersebut?

 

Bos Artha Graha, Tomy Winata menerangkan proyek tersebut tetap berjalan. Diakuinya memang ada sedikit penundaan karena pihaknya harus melakukan kajian lebih mendalam.

 

“Itu tetap berjalan. Memang kami agak mundur 6 bulan dari sekarang ini karena masalah soil atau tanah. Ternyata pengeboran harus sampai ke 300 meter. Kita harus pelajari lempengan tanah di bawah 300 meter itu. Bagaimana terhadap fungsi fleksibilitas terhadap bangunan itu sendiri,” kata pria yang akrab disapa TW kepada detikFinance di Hotel Borobudur Jakarta seperti dikutip Kamis (17/7/2014).

 

Selain itu, ada perubahan desain bangunan karena Artha Graha Group ingin meningkatkan daya tahan bangunan terhadap gempa dan angin.

 

“Kemarin kami ada kajian ulang konstruksi untuk menghadapi skala gempa 9 atau 9,5 skala richter. Kami lagi coba karena kita membangun high rise building ini uji coba untuk gempanya, pengaruh angin. Itu sangat berat terus sama finishing AMDAL-nya. Begitu selesai kita langsung konstruksi,” ujarnya.

 

Tomy mengaku investor dari mancanegara tertarik untuk terlibat di dalam pengembangan The Signature Tower bersama Artha Graha.

 

“Siapa pun negara yakni Amerika, China, Singapura, Hong Kong yang tertarik bersama-sama, kami open hand. Tapi sekarang kami sudah dalam progress,” paparnya.

Lokasi The Signature Tiwer menurut TW akan menempati eks lahan Auto Mall di tengah area SCBD. Proyek gedung pencakar langit tersebut sendiri tidak akan terpengaruh oleh gejolak kurs. Pasalnya mulai dari investasi hingga pendapatan nantinya dalam bentuk valuta asing sehingga tidak terpengaruh anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

 

“Kita dari awal, investasi dolar, cari uang pakai dolar. Terus kalau kami investasi dan income dolar jadi kalau ketemu dolar, saya pikir nggak ada masalah,” paparnya.

 

Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) yang menjadi lokasi Signature Tower dikembangkan oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Kepemilikan saham Tomy Winata PT Danayasa Arthatama Tbk hanya 2%, kemudian publik 17,59% dan pemegang mayoritas adalah PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tbk sebesar 82,4%.

 

Sementara itu, kepemilikan saham Tomy Winata di JIHD sebesar 13,15%, Sugianto Kusuma 8,08%, sementara sisanya publik sebesar 78,77%.

 

The Signature Tower dirancang menjadi gedung tertinggi ke-5 dunia dan tertinggi di Indonesia. Menara itu dirancang memiliki 111 lantai.

 

Pemilihan tinggi lantai hingga 111 lantai tak memiliki makna khusus. Namun yang pasti sesuai dengan rencana, Signature Tower ditargetkan memiliki ketinggian 600 meter, dengan nama yang sudah dipatenkan.

Harga Sewa Perkantoran Mewah di Jakarta Stagnan

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 152Pasar properti di Indonesia di tahun pemilu ini cenderung melambat. Investor masih menunggu hasil kepastian pilpres. Perlambatan ini juga diikuti oleh harga sewa unit perkantoran premium di kawasan pusat bisnis CBD, Jakarta.

 

Regional Director Head of Markets Jones Lang LaSalle Indonesia Angela Wibawa menyebutkan, harga sewa unit perkantoran premiun di kawasan CBD, Jakarta di tahun ini tidak banyak mengalami perubahan alias stagnan dibanding tahun sebelumnya.

 

“Kenaikan harga properti untuk perkantoran di CBD stabil relatif nggak banyak perubahan, bisa dibilang stagnan,” kata Angela saat acara Property Market Update di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (16/7/2014).

 

Dia menyebutkan, untuk harga sewa unit perkantoran kelas premium di kawasan Thamrin dibanderol US$ 50 per meter persegi.

 

Sementara untuk di kawasan Senayan harga sewa unit perkantoran premium juga sama US$ 50 per meter persegi.

 

Sedangkan untuk harga sewa unit perkantoran premium di kawasan Sudirman mencapai US$ 35-45 per meter persegi.

 

Secara rata-rata, harga sewa unit perkantoran di kawasan CBD mencapai US$ 40-US$ 60 per meter persegi.

 

“Harga ini nggak banyak berubah dari tahun lalu. Untuk perkantoran grade A, gedung premium di CBD termasuk Senayan ada 26-27 gedung. Setelah election diharapkan akan ada kenaikan,” ujar dia.

 

Sementara untuk harga sewa perkantoran premium di luar CBD seperti TB Simatupang, cenderung naik di kisaran 4-7% di kuartal kedua tahun ini.

 

“Kalau quarter to quarter kenaikan harga antara 4-7% perkantoran di luar CBD, daerah selatan kayak Simatupang harga sewa US$ 20 per meter persegi,” katanya.

(drk/dnl)

Harga Emas Batangan Anjlok Rp 7.000/Gram, Ini Penyebabnya

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 151Selama 2 hari ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah turun Rp 7.000/gram. Saat ini harga emas internasional sudah di bawah level psikologis US$ 1.300/trouy ounce.

 

Marketing Manajer PT Logam Mulia, anak usaha Antam Bambang Wijanarko mengatakan, faktor yang menyebabkan harga emas batangan Logam Mulia turun adalah penguatan dolar AS belakangan ini terhadap rupiah.

 

Kemudian, banyak investor yang mengalihkan asetnya dari emas yang selama ini dianggap instrumen investasi teraman (safe haven), untuk berinvestasi ke bursa saham, atau meletakkan investasinya ke dolar AS.

 

“Kemudian ada kabar batalnya relaksasi pajak impor emas India, juga sedikit banyak mempengaruhi psikologi pasar karena sebelumnya pasar berharap ada penurunan pajak impor dari 10% menjadi 6% yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat India terhadap emas, sehingga India dapat kembali menjadi konsumen emas nomor satu di dunia setelah tahun lalu melepaskan ‘gelar’ tersebut ke Tiongkok,” papar Bambang kepada detikFinance, Rabu (16/7/2014).

 

Kemudian ditambah pengumuman terakhir dari bank sentral AS The Fed, yang sepertinya dicerna secara negatif oleh pasar emas. “Walau sebenarnya pernyataannya netral, namun pasar menerjemahkan pidato Janet Yellen, Gubernur The Fed, bahwa kenaikan suku bunga akan dipercepat,” ujar Bambang.

 

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

 

500 gram Rp 246.800.000

250 gram Rp 123.500.000

100 gram Rp 49.450.000

50 gram Rp 24.750.000

25 gram Rp 12.400.000

10 gram Rp 4.990.000

5 gram Rp 2.520.000

4 gram Rp 2.016.000

3 gram Rp 1.521.000

2,5 gram Rp 1.272.500

2 gram Rp 1.026.000

1 gram Rp 533.000

 

 

Harga buyback emas Logam Mulia Antam juga turun dari Rp 484.000 per gram Senin awal pekan ini, menjadi Rp 476.000 per gram.

 

(dnl/hds)