Wall Street Bervariasi, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor

PT Bestprofit Futures – New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Senin, 28 Juni 2021. Wall street dibayangi sentimen Facebook yang menang dalam pengadilan dan mendorong saham teknologi menguat.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,23 persen ke posisi 4.290,61. Indeks Nasdaq menanjak 0,98 persen ke posisi 14.500,51. Indeks Dow Jones melemah 150,57 poin menjadi 34.283,27 karena saham energi dan transportasi yang tertekan.

Sektor saham teknologi menjadi pendorong wall street pada awal pekan ini. Saham Apple dan Salesforce naik lebih dari satu persen.

Saham Facebook melompat lebih dari empat persen setelah pengadilan federal AS menolak kasus antimonopoly terhadap perusahaan dari Komisi Perdagangan Federal. Sentimen itu mendorong kenaikan harga saham Facebook sehingga membentuk kapitalisasi pasar di atas USD 1 triliun.

PT Bestprofit Futures – Saham semikonduktor berada titik terang dengan Nvidia naik lima persen dan Broadcom menguat lebih dari dua persen.

Saham Boeing membebani indeks Dow Jones dengan turun lebih dari tiga persen. Hal ini setelah regulator mengatakan tidak mungkin menerima sertifikasi untuk pesawat jarak jauh hingga pertengahan akhir 2023. CEO Boeing Dave Calhoun memperkirakan sertifikasi pada kuartal IV 2023.

Kepala Investasi di Bryn Mawr Trust, Jeff Mills menuturkan, kekuatan baru-baru ini untuk saham teknologi dapat menjadi bagian dari berlanjutnya penurunan kinerja saham siklikal dari awal tahun.

“Saya pikir jika Anda melihat keuangan, yang merupakan contoh yang sangat bagus, saya pikir itu menjadi perdagangan yang ramai. Di sisi lain, Anda melihat Amazon, dan banyak grafik itu telah menyimpang selama enam bulan,” ujar dia dilansir dari CNBC, Selasa (29/6/2021).

Imbal Hasil Obligasi AS Melemah

PT Bestprofit Futures – Pergerakan wall street pada awal pekan juga didukung imbal hasil obligasi AS yang melemah. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melemah 1,48 persen.

”Di tingkat sektor, imbal hasil menghasilkan kinerja lebih baik dari saham dengan hasil dividen tinggi seperti utilitas. Sementara keuangan tertinggal. Energi adalah sektor dengan kinerja terburuk karena perdagangan yang lebih luas ditunda,” tulis Chris Hussey dari Goldman Sachs dalam sebuah catatan kepada klien.

Selain kenaikan wall street juga didorong investor semakin yakin inflasi saat ini di Amerika Serikat bukan ancaman ekonomi yang berkelanjutan, tetapi kenaikan sementara. Indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sedangkan Nasdaq bertambah 2,35 persen dalam sepekan.

Kenaikan juga terjadi setelah Departemen Perdagangan melaporkan inflasi naik 3,4 persen pada Mei, dan merupakan kenaikan tercepat sejak awal 1990.

Lonjakan dalam indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti dapat membuat investor khawatir. Hal ini karena bank sentral AS atau the Federal Reserve suka mengawasi tanda-tanda inflasi.

Namun, kenaikan month-over-month sebenarnya menekankan apa yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones dan memperkuat investor kalau inflasi cenderung bersifat sementara dan dapat dikelola.

Investor Cermati Data Ekonomi

PT Bestprofit Futures – Di sisi lain, kesepakatan infrastruktur bipartisan besar-besaran muncul direvitalisasi pada Minggu malam setelah Presiden AS Joe Biden klarifikasi dia tidak berencana untuk memveto undang-undang jika itu datang tanpa RUU rekonsialisais terpisah yang disukai oleh Partai Demokrat. Senator Republik kemudian mengatakan, kesekapatan tersebut dapat dilanjutkan.

“Perjanjian infrastruktur bipartisan yang disepakati di Washington DC tampaknya memiliki beberapa peluang untuk menjadi kenyataan,” tulis Kepala Strategi Investasi Oppenheimen Asset Management, John Stoltzfus.

Ia menambahkan, program ini dapat melayani pemerintah dalam jangka pendek dan panjang dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi.

PT Bestprofit Futures – Selain itu, menopang pendapatan perusahaan, serta meningkatkan kemampuan AS untuk bersaing dengan negara lain pada abad ke-21 yang masih relatif baru tetapi hiperkompetitif.

Pada pekan ini, investor juga akan mencermati laporan pekerjaan Juni yang akan rilis pada Jumat. Ekonom perkirakan data nonfarm payrolss meningkat menjadi 683.000 pada Juni.

Investor juga akan mempelajari laporan Juni untuk tanda-tanda inflasi upah karena pengusaha berjuang untuk menemukan pekerja yang dapat mengisi lowongan pekerjaan dan tunjangan pengganguran era pandemi COVID-19 berkurang di beberapa negara bagian.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Awal Pekan, Bursa Saham Asia Beragam

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Senin pagi (28/6/2021). Sementara itu, data ekonomi China menunjukkan keuntungan industri melambat pada Mei 2021.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 melemah 0,15 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix naik 0,16 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,12 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Senin (28/6/2021).

Indeks Australia sedikit berubah dengan kecenderungan mendatar. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah.

Data ekonomi China menunjukkan keuntungan perusahaan industri China naik 36,4 persen pada Mei 2021. Data tersebut menunjukkan perlambatan dari pertumbuhan 57 persen year on year (YoY) pada April 2021.

Indeks dolar AS berada di kisaran 91,78 setelah sentuh posisi 92,1. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 110,83 per dolar AS. Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak berjangka Brent naik 0,24 persen menjadi USD 76,36 per barel. Harga minyak berjangka AS menguat 0,22 persen menjadi USD 74,21 per barel.

Penutupan Wall Street pada 25 Juni 2021

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Jumat, 25 Juni 2021. Indeks S&P 500 cetak rekor seiring investor menilai inflasi tinggi hanya sementara menyusul pemulihan ekonomi yang berlanjut akibat pandemi COVID-19.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,3 persen ke posisi tertinggi 4.280,70. Sektor saham keuangan mencatat performa terbaik dengan naik 1,3 persen.

Indeks Dow Jones melambung 237,02 poin atau 0,7 persen ke posisi 34.433,84. Indeks Nasdaq melemah 0,1 persen ke posisi 14.360,39 menyusul kenaikan imbal hasil obligasi AS. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik empat poin menjadi 1,52 persen.

Indeks S&P 500 menguat 2,7 persen selama sepekan, dan catat kenaikan terbesar mingguan sejak awal Februari. Indeks Dow Jones mendaki 3,4 persen pada pekan ini, sedangkan indeks Nasdaq naik 2,4 persen.

Pada pekan lalu, indeks saham acuan tersungkur lantaran kekhawatiran the Federal Reserve terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Pekan lalu, indeks Dow Jones turun 3,5 persen S&P 500 susut 1,9 persen karena the Fed menaikkan timeline untuk kenaikan suku bunga.

PT Bestprofit Futures – Wall street reli setelah indikator inflasi utama yang digunakan the Federal Reserve menetapkan kebijakan naik 3,4 persen pada Mei 2021, dan termasuk peningkatan tercepat sejak awal 1990-an, demikian dari laporan Departemen Perdagangan AS.

Angka tersebut sesuai dengan harapan dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Indeks inti naik 0,5 persen pada Juni, yang sebenarnya di bawah perkiraan 0,6 persen.

Kenaikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti mencerminkan laju ekspansi ekonomi yang cepat dan tekanan harga yang dihasilkan. Selain itu, memperkuat seberapa jauh negara telah melangkah sejak penutupan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 pada 2020.

“Ini memberikan dukungan pada argument the Fed bahwa inflasi bersifat sementara dan akan membantu menghilangkan ketakutan bahwa kita menyaksikan inflasi yang tidak terkendali. Ini harus terus memberikan dukungan untuk aset berisiko seperti ekuitas,” ujar Analis Senior Commonwealth Financial Network, Anu Gaggar, dilansir dari CNBC, Sabtu, 26 Juni 2021.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Bursa Saham Asia Melambung Setelah Wall Street Capai Rekor

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Jumat pagi (25/6/2021) setelah wall street dengan indeks S&P 500 naik ke posisi tertinggi.

Di Jepang, indeks saham Nikkei menguat 0,48 persen pada perdagangan Jumat pagi, indeks Topix menanjak 0,5 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,79 persen.

Indeks Shanghai sedikit berubah, sementara itu indeks Shenzhen menguat. Di sisi lain, indeks Hang Seng menguat 0,48 persen. Indeks Australia mendaki 0,24 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,53 persen. Dilansir dari CNBC, Jumat (25/6/2021).

Di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,58 persen ke rekor terbaru 4.266,49. Indeks Dow Jones menanjak 322,58 poin ke posisi 34.196,82. Indeks Nasdaq naik 0,69 persen ke posisi 14.369,71.

Penguatan wall street terjadi setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan Gedung Putih capai kesepakatan infrastruktur setelah melakukan pertemuan dengan senator dari grup bipartisan.

Indeks dolar AS berada di posisi 91,79 setelah sentuh posisi 92,1. Harga minyak menguat di jam perdagangan Asia. Harga minyak Brent menguat 0,4 persen menjadi USD 75,86 per barel. Harga minyak berjangka AS menanjak 0,38 persen menjadi USD 73,58.

Wall Street Menguat

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak ke posisi tertinggi dengan indeks S&P 500 sentuh rekor pada perdagangan Kamis, 24 Juni 2021.

Wall street melambung setelah Presiden AS Joe Biden menyatakan memperoleh kesepakatan terkait infrastruktur dengan senator grup bipartisan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 menyentuh rekor tertinggi dengan naik 0,6 persen menjadi 4.266,49. Indeks Dow Jones melompat 322,58 poin atau 1 persen menjadi 34.196,82. Indeks Nasdaq menguat 0,7 persen menjadi 14.369,71.

Kesepakatan infrastruktur diharapkan mencakup lebih dari USD 500 miliar dalam pengeluaran baru yang ditetapkan oleh Kongres, jauh lebih sedikit dari pada yang diusulkan pertama kali oleh Partai Demokrat. Partai Republik telah menentang usulan presiden untuk menaikkan tarif pajak perusahaan menjadi 28 persen dari 21 persen.

Sejumlah saham naik ke level tertinggi baru. Sektor jasa keuangan, energi dan komunikasi merupakan sektor dengan kinerja terbaik pada Kamis. Saham Tesla naik 3,5 persen, dan Caterpillar melonjak 2,6 persen.

Indeks Dow Jones alami pekan terburuk sejak Oktober dengan susut 3,5 persen pada pekan lalu setelah the Federal Reserve meningkatkan harapan kenaikan inflasi dan suku bunga setelah 2023.

Saham yang berkaitan dengan kembalinya pemulihan ekonomi memimpin kerugian karena pertumbuhan yang lebih lambat di tengah kebijakan bank sentral yang hawkish. Indeks S&P 500 turun 1,9 persen pekan lalu.

Pada kesaksian di kongres, Ketua the Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali tekanan inflasi hanya bersifat sementara yang tampaknya menenangkan kegelisahan pasar.

“Dengan pasar mencapai level tertinggi baru minggu ini, investor dapat menerima fakta the Fed pasti akan menaikkan suku bunga,” ujar Direktur E-Trade, Mike Loewengart dilansir dari CNBC, Jumat (25/6/2021).

PT Bestprofit Futures – Di sisi lain data klaim pengangguran mencapai 411.000 pada pekan yang berakhir 19 Juni 2021, lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones sebanyak 380.000.

“Pekerjaan yang terbaca adalah titik bukti lain ekonomi akan hidup kembali, meski pun mungkin dengan cara yang sedikit lebih bergelombang dari pada yang diantisipasi oleh beberapa orang pada tahap ini,” ujar dia.

Saham bank naik menjelang hasil stress test bank tahunan the Federal Reserve yang dijadwalkan untuk dirlis setelah perdagangan Kamis, 24 Juni 2021. Tes tersebut menguji bagaiaman bank beroperasi selama berbagai hipotetis kemerosotan ekonomi.

Bank terpakasa membekukan dividen dan menghentikan pembelian kembali selama pandemi COVID-19. Hasil ini seharusnya memberi mereka lampu hijau untuk akhirnya meningkatkan pembayaran. Saham Goldman Sachs naik 2,1 persen, dan JP Morgan hampir menguat 1 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

IHSG Berpotensi Koreksi, Cek Saham Pilihan pada 24 Juni 2021

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (24/6/2021). Perkembangan kasus COVID-19 membayangi laju IHSG.

Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih rawan koreksi. IHSG ditutup koreksi 0,9 persen ke level 6.034 dan muncul tekanan jual. Pergerakan IHSG kemarin masih tertahan oleh moving average (MA) 20 dan 60 harian.

“Dapat dicermati resistance yang berada di 6.134, apabila IHSG dapat menembus area tersebut, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat untuk menuju 6.200-6.245 terlebih dahulu,” ujar dia dalam catatannya.

Namun demikian pada scenario merah, ia mengatakan, ketika IHSG sedang berada di akhir wave (e) dari wave B, scenario merah ini akan berlaku bila IHSG menembus level support terdekatnya di 5.884 dan krusial di 5.742.

“IHSG akan bergerak di support 5.884, 5.742 dan resistance 6.134,6.230,” ujar dia.

Herditya menambahkan, perkembangan kasus COVID-19 dan kekhawatiran taper tantrum atau pengurangan pembelian obligasi di Amerika Serikat masih menjadi sentimen di bursa saham.

PT Bestprofit Futures – “Untuk sentimen masih cenderung ke kasus COVID-19 saja, namun demikian hal ini dampaknya tidak terlalu signifikan dan sebesar awal pandemi lalu,” kata dia.

Hal senada dikatakan CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya. Ia mengatakan, IHSG berpotensi melemah. IHSG dinilai hingga kini masih sangat dipengaruhi oleh sisi perlambatan ekonomi yang masih terus menggelayuti sektor riil sehingga kinerja emiten yang disinyalir belum akan dapat membaik dengan cepat.

Selain itu, menurut William, minimnya sentimen serta belum kunjung ada capital inflow yang  melaju signifikan masuk ke pasar modal sehingga rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan IHSG.

“Potensi penurunan terlihat lebih besar dibanding keinginan naik. IHSG berpotensi melemah. IHSG bergerak di 5.876-6.123,” ujar dia.

Saham Pilihan

PT Bestprofit Futures – Untuk pilihan saham yang dapat dicermati, William memilih saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).

Selain itu, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Investor Asing Beli Saham Rp 2 Triliun, IHSG Gagal Bertahan di Posisi 6.000

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Sempat menguat terbatas pada sesi kedua perdagangan Senin, (21/6/2021), laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG )berbalik ke zona merah pada penutupan perdagangan. Investor asing melakukan aksi beli Rp 2,12 triliun di seluruh pasar seiring ada transaksi jumbo di pasar negosiasi.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,18 persen ke posisi 5.996,25. Indeks saham LQ45 susut 0,49 persen ke posisi 858,93. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 345 saham melemah sehingga menekan IHSG. 177 saham menguat dan 117 saham diam di tempat. Pada awal pekan, IHSG berada di posisi tertinggi 6.021,49 dan terendah 5.884,91. Total frekuensi perdagangan saham 1.217.470 kali dengan volume perdagangan 19,5 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 2,12 triliun di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.460.

Sebagian besar indeks sektor saham melemah. Sektor saham IDXHealth naik 8,9 persen bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham IDXTrans naik 1,15 persen dan sektor saham noncyclical menguat 0,61 persen.

Sektor saham IDXIndustry melemah 1,61 persen, dan bukukan penurunan terbesar. IDXProperty merosot 1,54 persen dan IDXEnergy susut 1,14 persen.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang masuk top gainers:

-Saham SDPC naik 34,59 persen

-Saham BIKA naik 34,46 persen

-Saham SRAJ naik 34,16 persen

-Saham LMAS naik 34,02 persen

-Saham SCNP naik 25 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham MGLV melemah 7,95 persen

-Saham CASH melemah 7,14 persen

-Saham PORT melemah 7 persen

-Saham HITS melemah 7 persen

-Saham SAMF melemah 6,98 persen

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 81,1 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 68,7 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 63,2 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 37,5 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 30,9 miliar

 

Saham-saham yang dijual investor asing:

-Saham BBCA senilai Rp 125,7 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 62,3 miliar

-Saham ASII senilai Rp 53,3 miliar

-Saham MIKA senilai Rp 39,6 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 26,2 miliar

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Sebagian besar bursa saham Asia tertekan. Indeks saham Shanghai naik 0,12 persen. Indeks saham Hang Seng melemah 1,08 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,83 persen, indeks saham Jepang Nikkei susut 3,29 persen, indeks saham Thailand melemah 0,71 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,87 persen dan indeks saham Taiwan susut 1,48 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit