Sambut Awal Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Per Gram

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 140Membuka perdagangan awal pekan ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 1.000 per gram dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Harga pembelian kembali (buyback) pun ikut mengalami kenaikan.

 

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Senin (14/7/2014), harga emas Antam tercatat Rp 539.000 per gram. Naik dibandingkan penutupan pekan lalu 538.000 per gram.

 

Harga buyback emas Logam Mulia Antam juga naik dari Rp 483.000 per gram menjadi Rp 484.000 per gram.

 

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:

 

 

 

500 gram Rp 249.800.000

250 gram Rp 125.000.000

100 gram Rp 50.050.000

50 gram Rp 25.050.000

25 gram Rp 12.550.000

10 gram Rp 5.050.000

5 gram Rp 2.550.000

4 gram Rp 2.040.000

3 gram Rp 1.539.000

2,5 gram Rp 1.287.500

2 gram Rp 1.038.000

1 gram Rp 539.000

 

(hen/hen)

Tol Trans Sumatera Mulai Dibangun 9 Oktober

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 139Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menegaskan pembangunan mega proyek Tol Trans Sumatera akan dimulai atau groundbreaking pada 9 Oktober 2014.

 

Groundbreaking dilakukan sebelum berakhirnya periode pemerintahan 2009-2014 namun dengan syarat Peraturan Presiden (Perpers) penugasan telah keluar dan diberikan ke pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelum akhir Juli 2014.

 

“Prinsipnya 9 Oktober groundbreaking tentu apabila Perpres bisa keluar paling lambat 21 Juli,” kata usai rapat akhir pekan tentang Tol Trans Sumatera di Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (12/7/2014).

 

Pengembangan ruas Tol Trans Sumatera akan dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero). Tahap awal sebelum dimulai pengembangan, Hutama Karya bersama Kementerian BUMN mengurus turunnya Perpers penugasan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditargetkan pada tanggal 21 Juli telah menandatangani Perpers Tol Trans Sumatera.

 

“Sekarang Perpres masih diolah, difinalkan di menko karena menko juga ingin cepat sehingga perkiraan kita dalam waktu 10 hari Perpres keluar,” jelasnya.

 

Sambil menunggu Perpers penugasan, Hutama Karya akan menyampaikan business plan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku regulator jalan tol. Restu dari BPJT juga diperlukan sebagai prasyarat untuk memperoleh pinjaman dari perbankan.

 

“Secara pengerjaan hitungan bisnis cuma business plan ini mesti diajukan Menteri PU untuk disetujui,” sebutnya.

Untuk tahap awal akan segera dibangun 4 ruas yakni: ruas Medan-Binjai sepanjang 16,8 km, ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 135 km, ruas Palembang-Inderalaya sepanjang 22 km dan Bakauheni Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 150 km. Investasi yang diperlukan untuk membangun 4 ruas tersebut sekitar Rp 330 triliun.

 

Hutama Karya untuk pendanaan tidak memakai suntikan modal dari pemerintah. Pendanaan murni dilakukan secara komersial. Hutama Karya di dalam pengembangan juga didukung oleh perusahaan pelat merah dan pemerintah daerah.

 

“Secara bisnis tidak ada masalah sehingga tanpa APBN tapi ada pinjaman dari PIP yang jumlahnya Rp 2 triliun ada kepesertaan dari beberapa BUMN seperti Jasa Marga, Semen Indonesia sedikit karena menggunakan material-materialnya, Pemda ikut sedikit meskipun tidak harus kalau Pemda kesulitan,” ujarnya.

 

Dahlan juga menyinggung persoalan pembebasan lahan untuk 4 ruas tersebut. Lahan secara prinsip telah ditentukan titik-titik mana yang akan dilewati. Meskipun ada beberapa bagian yang belum tuntas pembebasan lahannya namun proses tersebut terus berjalan.

 

“Sebagian sudah dilakukan, sebagian nego, sebagian pembayaran. Intinya dari 4 ruas itu lahannya oke. Pembebasan lahan sesuai UU itu tugas pemerintah sudah dan tidak ada masalah seperti di Lampung tahap 1 lahan PTPN VII sudah, urusan lebih gampang. Kemudian Binjai 50% tanahnya PTPN,” paparnya.

Proyek 17 Pulau Buatan Jakarta Bakal Telan Dana Rp 300 Triliun

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 138Target pengerjaan konstruksi 17 pulau buatan di Teluk Jakarta akan segera di bangun pada awal 2015 mendatang. Untuk merealisasikan pengembangan 17 pulau buatan seluas 5.153 hektar tersebut diperkirakan membutuhkan dana investasi sekitar Rp 300 triliun lebih.

 

“Investasinya sekitar Rp 300 triliun untuk reklamasi 17 pulau yang totalnya sekitar 5.100 hektar,” ujar Kepala Sub Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Eko Budi Kurniawan kepada detikFinance akhir pekan lalu.

 

Besarnya biaya reklamasi tersebut mendorong keterlibatan pihak swasta karena anggaran pemerintah daerah tidak akan cukup untuk mendanai seluruh kebutuhan investasi tersebut.

 

“Prinsipnya tadi biaya sangat besar apakah pemerintah punya kemampuan pendanaan. Karena pendanaan pemerintah sangat terbatas, sehingga kita ada opsi untuk menggandeng swasta,” ujar Eko.

 

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Penataan Ruang Biro Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Benny Agus Candra mengatakan, saat ini sudah banyak pihak swasta yang menyatakan minat untuk menggarap mega proyek tersebut.

 

Menurutnya, meskipun secara total kebutuhan investasi sangat besar, namun bila dihitung biaya reklamasi per meter perseginya sangat murah yakni hanya Rp 4-6 juta per meter persegi. Jauh lebih murah ketimbang harus membebaskan lahan di daratan Jakarta yang rata-rata sudah di atas Rp 8 juta per meter persegi.

 

Dari lahan hasil reklamasi tersebut, pengembang bahkan bisa mendapat untung berlipat dengan menjual lahannya kepada pihak lain. “Tapi yang boleh dijual hanya 45-50% dari total lahan,” tuturnya.

 

Reklamasi pantai dengan membangun 17 pulau buatan merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan mandiri terpadu yang terdiri dari pusat niaga, pemukiman, dan pariwisata di Jakarta. Konstruksi fisik pulau diperkirakan memakan waktu sekitar 1-2 tahun dan pengembangan menjadi kawasan utuh lengkap dengan infrastruktur berupa pemukiman, gedung, jalan dan infrastruktur lain ditargetkan selesai pada tahun 2030.

Aksi Tahan Diri Sebabkan Saham Mulai Turun

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 137Aksi menahan diri para investor tampak dari perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin.

 

IHSG berada pada level 5032,60 dengan mengalami penurunan sebanyak 65,41 bps atau 1,28 persen dari posisi sehari sebelumnya.

 

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

BI: Rupiah Menguat Bukan Karena Hitung Cepat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari plasadana.com

Bank Indonesia (BI) menilai, penguatan rupiah pada hari ini bukan dipengaruhi hasil penghitungan cepat (quick count) pemilihan presiden, namun lebih disebabkan oleh berlanjutnya capital inflow.

 

Pernyataan tersebut seperti diutarakan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Gedung BI Jakarta, Kamis (10/7). “Hari ini sepertinya inflow masuk lagi. Seperti kita ketahui, rupiah itu menguat karena adanya inflow,” kata Tirta.

 

Dia mengatakan, hingga akhir Mei 2014 aliran modal yang masuk mencapai US$11 miliar. “Dengan proses pilpres yang sementara ini masih damai, kami berharap investor akan masuk lagi. Pada Juni lalu ada inflow, makanya rupiah menguat,” ujarnya.

 

Menurut Tirta, tekanan depresiasi terhadap rupiah tercatat meningkat pada Juni 2014. “Rupiah secara rata-rata melemah 3,03 persen (month-to-month) dari bulan sebelumnya menjadi Rp11.892 per dolar AS. Secara point to point, rupiah terdepresiasi sebesar 1,52 persen dan ditutup pada level Rp11.855,” paparnya.

 

Selain adanya ketidakpastian pasar keuangan global dan defisit neraca perdagangan pada April 2014, kata Tirta, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh perilaku investor yang menunggu hasil pemilihan umum presiden. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya,” kata Tirta.