Pasar Saham di Asia Ikuti Penguatan Wall Street

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

Saham Asia mengikuti jejak penguatan di Wall Street AS, sebagai acuan pasar global, pada awal perdagangan bursa Selasa.

 

Saham di AS berakhir naik pada penutupan Senin waktu New York setelah investor menyambut positif Citigroup yang memperoleh laba yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya dan beberapa perusahaan yang akan melakukan akuisisi.

 

Seperti diberitakan CNBC, Selasa 15 Juli 2014, bursa saham di Jepang diperkirakan memperpanjang keuntungan. Osaka berjangka naik 0,4 persen menjadi 15.380, atau lebih tinggi 80 poin dari penutupan indeks acuan bursa Jepang, Nikkei sebelumnya.

 

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney juga dibuka naik. Bursa berjangka Australia pagi ini bergerak naik 0,4 persen ke level 5.491, atau menguat 22 poin dari penutupan indeks S&P ASX 200.

 

Indeks saham utama AS melonjak pada penutupan perdagangan Senin, dengan indeks Dow Jones kembali berada pada level di atas 17.000.

 

Saham URS melonjak setelah Aecom Technology mengatakan bersedia membayar US$4 miliar untuk membeli perusahaan itu.

 

Saham AbbVie melemah setelah Shire mengatakan siap untuk merekomendasikan tawaran perusahaan terbaru kepada pemegang saham. Sedangkan Mylan mengatakan, akan membeli Abbott Laboratories dan merek obat generik di luar AS dengan cara khusus dalam kesepakatan senilai US$5,3 miliar.

 

Saham Apple naik setelah Barclays mengupgrade pembuat iPhone itu dari equal weight menjadi overweight.

 

Saham Citigroup juga naik setelah melaporkan perolehan laba yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya dan setuju membayar US$7 miliar untuk menyelesaikan klaim pemerintah terkait tindakan mengelabui investor atas penjualan obligasi berbasis KPR menjelang krisis keuangan pada 2008 lalu.

 

Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa pihak berwenang Tiongkok menahan laju eksperimental yang memungkinkan individu untuk mentransfer uang tak terbatas ke luar negeri, sehingga menghindari pengontrolan modal.

 

Investor juga memfokuskan perhatiannya pada Bank of Japan juga akan mengumumkan kebijakan moneternya setelah mengadakan pertemuan selama dua hari pada pukul 11.00 waktu setempat,. Investor berharap tidak ada perubahan kebijakan moneter.

Diduga Banyak Orang Jual Mobil karena Kalah Taruhan Piala Dunia

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 147Gelaran Piala Dunia 2014 ternyata cukup berimbas pada penjualan mobil bekas di Bursa Mobil WTC Mangga Dua, Jakarta Utara. Kabarnya bukan hanya penjualan mobil bekas yang turun, tapi disinyalir ada beberapa orang yang diduga kalah berjudi pertandingan bola hingga menjual mobilnya di WTC Mangga Dua.

 

Herjanto Kosasih, Senior Manager Marketing WTC Mangga Dua, mengatakan meskipun tidak ada bukti secara khusus yang menjabarkan bahwa tiap yang orang jual mobilnya di WTC adalah judi bola, tapi logikanya mendekati lebaran itu biasanya orang jarang jual mobil tapi justru membeli mobil untuk keperluan mudik dan sebagainya.

 

“Tapi yang terhadi justru sebaliknya, selama sebulan banyak orang yang datang ke WTC untuk jual mobilnya dengan proses cepat,” kata Herjanto, Senin (14/7/2014).

 

Menurut Herjanto, orang yang kalah judi bola menjual mobilnya dengan harga murah. “Apalagi jual di WTC paling enak, karena prosesnya cepat. Selain menjual, biasanya mereka (kalah judi) menukar mobilnya dengan yang lebih murah. Level turun, atau memilih mobil yang tahunnya lebih tua. Dan biasanya ini jadi siklus empat tahunan,” kata Herjanto.

 

Penjualan Turun

 

Seperti diberitakan sebelumnya, angka penjualan mobil bekas di WTC mencapai 2.600 unit pada Juni 2014. “Angka penjualan pada bulan tersebut memang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu yang mencapai 2.800 unit,” kata Herjanto.

 

Menurunnya angka penjualan ini disebabkan sebagian besar ATPM penjualan mobil baru seperti Avanza dan Xenia memberikan potongan harga kepada calon pembeli, sehingga berakibat sedikit bergoyang untuk penjualan mobil sekennya. Atau mungkin sebab lainnya, kata dia, calon pembeli dihadapkan dengan pilihan memprioritaskan pendidikan anak memasuki tahun ajaran baru, ketimbang membeli mobil.

 

Secara keseluruhan, angka penjualan mobil bekas sejak Januari hingga Mei tahun ini rata-rata 1.900 unit setiap bulannya, atau menurun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang rata-rata mencapai 2.300 unit setiap bulannya.

 

“Kondisi seperti ini sangat dipengaruhi oleh bencana banjir yang terjadi di Jakarta serta daerah-daerah potensial pasar mobil bekas. Mudah-mudahan pada bulan Juli ini kami bisa menyamai angka penjualan tahun lalu sebanyak 2.700 unit. Posisi penjualan pekan pertama telah mencapai 600 unit,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, penjualan mobil bekas tidak akan pernah sepi karena harga jual lebih murah dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan kendaraan baru, selain itu, hasrat seseorang untuk membeli mobil tetap tinggi.

Target Penerbitan Obligasi Korporasi Diperkirakan Akan Terhambat Sejumlah Kendala

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 146Penerbitan Obligasi Korporasi diperkirakan akan mengalami sejumlah tantangan.

 

Wahyu Trenggono, Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), mengatakan bahwa target penerbitan obligasi sebesar Rp 50 triliun pada tahun ini akan terhambat.

 

Ia mengatakan ada sejumlah tantangan seperti kenaikan laju inflasi, kenaikan Tarif Dasar LIstrik (TDL), dan defisit neraca perdagangan. Sejumlah tantangan tersebut membuat penerbitan obligasi semakin beresiko karena ada potensi keburukan dari roda perekonomian.

 

“Kita akan menghadapi kenaikan TDL yang berpotensi menaikan inflasi, belum lagi ada defisit neraca perdagangan akibat impor minyak, hal ini bisa menekan defisit neraca berjalan dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah,” katanya di Jakarta, kemarin.

 

Tekanan ini membuat ada potensi kenaikan suku bunga acuan BI Rate yang sampai sekarang berada pada 7,50 persen. Potensi menaikan BI rate tampak dari usaha BI untuk mengendalikan jumlah uang beredar untuk mengatasi inflasi.

 

Jika itu yang terjadi maka yield surat hutang juga akan naik karena resiko berinvestasi ke perusahaan semakin bertambah. Kenaikan yield Obligasi juga akan meningkatkan pengeluaran perusahaan.

 

“Jika ini terjadi maka Obligasi akan naik, dan perusahaan akan menghitung lagi apakah dengan yield yang mereka berikan dapat berkontribusi kepada pendapatan mereka ?, ini yang kita akan cari,” katanya.

 

Sebagai informasi penerbitan Obligasi pada tahun lalu sebanyak Rp 58,56 triliun. Jumlah itu merupakan total dari emisi obligasi maupun sukuk yang diterbitkan emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ini Kriteria Pahlawan Untuk Desain Gambar Uang Baru NKRI

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 145Pada 17 Agustus 2014, Indonesia akan kedatangan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini merupakan uang baru yang sudah disahkan melalui Undang-Undang (UU) mata uang.

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas mengatakan, salah satu ciri desain uang NKRI adalah gambar pahlawan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum pahlawan tersebut muncul pada desain uang NKRI.

 

Ia menjelaskan, pahlawan yang menjadi desain uang NKRI harus diputuskan pemerintah. Ada syarat-syarat pahlawan yang gambarnya bisa dijadikan desain uang.

 

“Gambar pahlawan itu yang sudah menjadi keputusan pemerintah. Tapi pasti pahlawan nasional. Sudah ada ketetapan,” ungkap Ronald di kantor pusat BI, Jakarta, Senin (14/7/2014)

 

Kemudian, pahlawan yang dimaksud dipastikan sudah meninggal. Tidak ada lagi orang yang masih hidup, bisa dijadikan gambar untuk uang NKRI.

 

“Itu harus sudah meninggal,” sebutnya.

 

Selain gambar pahlawan, juga ada gambar aktivitas masyarakat Indonesia. Menurut Ronald, harus dipastikan aktivitas tersebut adalah salah satu budaya bangsa Indonesia.

 

“Selain pahlawan, itu tetap ada kegiatan masyarakat,” jelasnya.

 

Ia mencontohkan, seperti orang yang mencangkul di sawah untuk yang bertema pertanian. Kemudian ada kegiatan tenun, ataupun kegiatan lainnya.

 

“Bisa seperti orang mencangkul di sawah. Atau lagi menenun, atau juga ada flora dan fauna juga termasuk di dalamnya,” terang Ronald.

(mkl/dnl)

Saham Citigroup Dorong Penguatan Pasar Saham AS

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 144Indeks saham utama Amerika Serikat menguat pada akhir perdagangan Senin waktu New York, atau Selasa dini hari waktu Indonesia barat, dengan indeks Dow Jones Industrial Average berada pada level di atas 17.000.

 

Dilansir CNBC, Selasa 15 Juli 2014, hal ini karena investor menyambut positif Citigroup yang memperoleh laba yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya dan beberapa perusahaan yang akan melakukan akuisisi.

 

“Sebagian besar investor AS mencari perlindungan pada saham McDonald, Altria, IBM, mereka cenderung merasa nyaman,” ujar Paul Nolte, Senior Vice President, Portfolio Manager di Kingsview Asset Management.

 

Saham URS melonjak setelah Aecom Technology mengatakan bersedia membayar US$4 miliar untuk membeli perusahaan itu.

 

Saham AbbVie melemah setelah Shire mengatakan siap untuk merekomendasikan tawaran terbaru kepada pemegang saham. Sedangkan Mylan mengatakan, akan membeli Abbott Laboratories dan merek obat generik di luar AS dengan cara khusus dalam kesepakatan senilai US$5,3 miliar.

 

Saham Apple naik setelah Barclays mengupgrade pembuat iPhone itu dari equal weight menjadi overweight.

 

Saham Citigroup naik setelah melaporkan perolehan laba yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya dan setuju membayar US$7 miliar untuk menyelesaikan klaim pemerintah terkait tindakan mengelabui investor atas penjualan obligasi berbasis KPR menjelang krisis keuangan pada 2008 lalu.

 

Hampir 60 perusahaan di pos S & P 500 merilis laporan keuangan yang positif pada pekan ini. JPMorgan Chase, Goldman Sachs Group, Yahoo, dan Intel dijadwalkan akan merilis dalam waktu dekat.

 

Setelah naik 144 poin, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 111,61 poin (0,7 persen) ke level 17.055,42. Saham Visa menjadi saham blue chip yang paling mendapatkan keuntungan dari 30 komponen penyokong utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 9,53 (0,5 persen) ke level 1.977,10, dengan saham sektor energi yang memiliki kinerja terbaik dan saham sektor utilitas yang paling merugi dari 10 kelompok industri utama penyokong indeks.

 

Adapun indeks Nasdaq naik 24,93 poin (0,6 persen) ke level 4.440,42.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya turun 0,26 poin (2,2 persen) menjadi 11,82.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 592 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 2,7 miliar unit saham.

 

Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dam kredit konsumsi naik 2 basis poin menjadi 2,544 persen.