Menunggu Hasil Pemilu Paruh Waktu AS, Harga Emas Naik

PT Bestprofit Futures, Harga emas naik tipis pada perdagangan Selasa karena investor mencari perlindungan dari ketidakpastian hasil pemilu paruh waktu AS.

Mengutip Reuters, Rabu (7/11/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.234,94 per ounce pada pukul 13.14 siang waktu New York. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen pada USD 1.236,50 per ounce.

“Skenario yang paling tinggi saat ini adalah Partai Republik bisa mempertahankan House of Representatives (majelis rendah, serupa DPR) dan Senat (majelis tinggi, serupa DPD). Ini bisa menjadi negatif untuk emas,” kata Hussein Sayed, kepala analis FXTM.

Sedangkan untuk skenario sebalikya bisa mengirim pasar ekuitas jauh lebih rendah sehingga meningkatkan harga emas. “Ketidakpastian seperti itu membuat emas tetap stabil saat ini. ” tambah Hussein.

Jajak pendapat dan prediksi menghasilkan Partai Demokrat akan bisa mengamankan 23 kursi minimum yang mereka butuhkan untuk merebut mayoritas di Dewan Perwakilan AS. Dengan langkah ini maka Partai republik akan memungkinkan untuk menghalangi agenda legislatif Presiden Donald Trump dan menyelidiki pemerintahannya.

Investor juga menunggu pertemuan dua hari Federal Reserve mulai Rabu untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

Suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung mendorong penguatan dolar AS dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga turun karena investor mengambil beberapa keuntungan menyusul reli baru-baru ini, tetapi logam diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pemilihan kongres Amerika Serikat (AS).

“Pasar hanya tenang menjelang pemilihan jangka menengah (AS) dan orang-orang menunggu untuk melihat bagaimana hal itu akan terjadi setelah besok,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Investor mengawasi hasil pemilihan paruh waktu AS yang dapat memicu minat emas sebagai lindung nilai terhadap risiko jika hasilnya memicu volatilitas di pasar keuangan yang lebih luas.

Jajak pendapat menunjukkan peluang kuat bahwa Partai Demokrat dapat memenangkan kendali di DPR pada pemilihan paruh waktu 6 November.

Pedagang emas juga menunggu pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) minggu ini untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

“Tidak ada yang mengharapkan the Fed menaikkan suku bunga minggu ini. Kemungkinan besar akan terjadi bulan depan. Emas akan mengalami kesulitan untuk menggalang pertemuan Fed berikutnya pada Desember,” kata Haberkorn.

“Jika pidato the Fed (minggu ini) sama hawkish seperti sebelumnya maka mengapa harus panjang dan melawannya.

 

 

Harga Emas Meroket Akibat Ketegangan AS-Arab Saudi

PT Bestprofit Futures, Harga emas naik lebih dari 1 persen pada hari Senin ke level tertinggi dalam 2,5 bulan karena para investor beralih ke logam mulia setelah memuncaknya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi yang memperparah kegelisahan di pasar saham global.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/10/2018), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.230,05 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 26 Juli 2018 di USD 1.233,26 per ounce. Harga emas berjangka AS naik 1 persen menjadi USD 1.234,2 per ounce.

“Emas kini mendapat penarik yang lebih kuat dari aksi investor menyelamatkan diri dari aset berisiko,” kata analis dari Quantitative Commodity Research Peter Fertig. “Langkah selanjutnya dari emas akan tergantung pada berapa lama sell-off ini berlanjut.”

Saham global berada di bawah tekanan, dengan saham Eropa menyentuh terendah dalam 22 bulan dipicu sejumlah faktor termasuk sengketa perdagangan AS-China, meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kekuatan barat, negosiasi Brexit yang macet dan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi di China.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pekan lalu bahwa risiko terhadap sistem keuangan global yang telah meningkat selama enam bulan terakhir, dapat meningkat tajam jika tekanan di pasar negara berkembang meningkat atau hubungan perdagangan global memburuk.

Emas, biasanya menjadi penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan ekonomi, tetap turun sekitar 10 persen dari puncaknya di bulan April, dengan para investor memilih dolar AS ketika perang perdagangan AS-China dibuka dengan latar belakang suku bunga AS yang lebih tinggi.

Tak hanya emas, harga platinum naik 0,6 persen menjadi USD 841,6 setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Juli USD 850,1. Palladium naik 1 persen menjadi USD 1.077 dan perak naik 1,1 persen menjadi USD 14,71.

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 per Gram

 

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau disebut emas Antam turun Rp 3.000 menjadi Rp 673 ribu per gram pada perdagangan Senin (15/10/2018) ini. Pada Jumat lalu Emas Antam dibanderol Rp 676 ribu per gram.

Sementara harga buyback emas Antam juga ikut turun Rp 2.000 menjadi Rp 595 ribu per gram.

Adapun Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.15 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia. Hanya ukuran 2 gram, 5 gram, dan 500 gram yang sudah ludes terjual.

Investor Korea Selatan Minat Tanam Modal di Industri Alas Kaki RI

PT Bestprofit Futures, Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia.

Komitmen investasi ini merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik selama 45 tahun.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

Adapun terdapat enam perusahaan yang menyatakan minatnya berinvestasi di RI. Dari enam tersebut, paling banyak investor ingin memanamkan modalnya di industri alas kaki.

 

Adapun enam perusahaan Korea Selatan yang telah komit berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD 50 juta di Karawang, Jawa Barat.

Selain itu Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD 75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah dan Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD 36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD 100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Ada juga World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD 85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat.

Serta InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD 100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Jadi, total investasi mencapai USD 446 juta.

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin itu dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara juga diharapkan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga.

Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Total investasi dari komitmen investasi tersebut mencapai USD 446 juta.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Selasa (11/9/2018).

Enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD 50 juta di Karawang, Jawa Barat.

Ada juga Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD 75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah.

Perusahaan lain, Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD 36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD 100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD 85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat.

Terakhir, perusahaan InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD 100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta.

 

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin itu dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Dia mengharapkan langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara dapat mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga.

Airlangga mengatakan dalam lawatan ke Korea, dia pun menyaksikan penandatanganan 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang dilakukan oleh perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara. Kerja sama ini meliputi sektor energi, properti, mesin, teknologi, dan kosmetika.

Total komitmen investasi yang bersifat business to business (B-to-B) dari hasil MoU tersebut mencapai USD 5,76 miliar.

Kesepakatan yang terjadi di sektor industri, di antaranya Hyundai Engineering yang bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha untuk pengembangan pabrik kimia yang akan menghasilkan produk vinyl chloride monomer (VCM) dan poly vinyl chloride (PVC) di Merak, Banten dengan nilai investasi sebesar USD 200 juta.

Kemudian, pengembangan pabrik mesin diesel senilai USD 185 juta yang dilakukan oleh Doosan Infracore dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) dan PT Equiti Manajemen Teknologi.

Selanjutnya, SD Biotechnologies menjalin kerja sama dengan PT Orion Pratama Sentosa untuk membangun industri kosmetika di Karawang, Jawa Barat senilai USD 20 juta, serta terjalin pula kemitraan strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat yang merupakan kolaborasi Korea Institute for Advancement of Technology dan Kementerian Perindustrian.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

 

Jokowi Akan Bertolak ke Korsel, RI Bidik Kerja Sama Ekonomi USD 1 Miliar

PT Bestprofit Futures,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Seoul, Korea Selatan sebagai kunjungan kenegaraan balasan kepada Presiden Moon Jae-in yang bertandang ke Indonesia tahun lalu.

Kunjungan Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 10-11 September mendatang.

Kunjungan kali ini juga terbilang cukup spesial karena bersamaan dengan hari peringatan hubungan diplomatik Korsel dengan Indonesia. Di hari peringatan itu, kedua negara sepakat untuk melakukan penguatan kerja sama ekonomi di bidang perdagangan dan investasi melalui berbagai aspek.

 

Ada dua agenda yang akan dipenuhi oleh Jokowi dalam kunjungan kenegaraan pekan depan, yakni pertemuan bilateral dengan Presiden Moon dan juga pertemuan bisnis dengan konglomerat atau pengusaha Korsel. Selain itu, Jokowi juga akan menandatangani beberapa MoU dengan Korsel.

“Beberapa MoU kerjasama yang akan ditandatangani antara lain di bidang legislasi, keimigrasian, ekonomi, pengembangan SDM, keamanan maritim, dan lingkungan hidup,” kata Direktur Asia Timur dan Pasifik, Edi Yusup, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

“Di pertemuan business to business dengan pengusaha, ada 10 MoU yang akan ditandatangani mulai dari bidang otomotif, energi, transportasi, dan infrastruktur. Diharapkan, para pengusaha ini bisa menambah pemasukan untuk Indonesia sebesar USD 1 miliar,” tambah dia.

Edi menjelaskan bahwa beberapa perusahaan yang akan terlibat investasi di Indonesia antara lain POSCO, Lotte, sampai Hyundai.

“Perusahaan POSCO rencananya akan mengembangkan besi baja dengan Krakatau di Cilegon. Kerja sama ini akan membantu kita dalam proses pengembangan industrialisasi. Lalu perusahaan Lotte akan membangun petrochemical di Cilegon juga. Jika berhasil maka ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Selain itu di bidang otomotif ada Hyundai,” papar Edi.

Usai memenuhi dua agenda, Jokowi akan mengisi agenda santai seperti membawakan kuliah umum di Universitas Hankuk dan menggelar perkumpulan dengan generasi muda Korsel dan juga pemuda Indonesia yang menjadi pelajar dan bekerja di negara tersebut.

 

Presiden RI Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul, untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 10-11 September 2018 mendatang –sebuah lawatan yang dideskripsikan oleh Kementerian Luar Negeri RI sebagai “upaya penguatan hubungan ekonomi kedua negara di tengah situasi global yang tak menentu”.

Pendeskripsian itu merujuk pada perang dagang Amerika Serikat dengan China, yang turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada sejumlah negara dunia serta Asia. Termasuk juga, melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS.

“Kunjungan itu dilakukan untuk penguatan ekonomi (RI-Korsel) di tengah situasi global yang tak menentu, lewat peningkatan perdagangan dan investasi, serta percepatan industrialisasi Korea Selatan di Indonesia,” kata Direktur Asia Pasifik Kemlu RI, Edi Yusup di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Kunjungan kenegaraan itu akan menghasilkan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) kerja sama antar bisnis RI-Korsel, yang diharapkan secara signifikan mampu menggenjot hubungan ekonomi kedua negara, serta memperkuat geliat perdagangan guna menutup defisit neraca.

“Akan ada penandatanganan 10 nota kesepahaman bisnis dengan bisnis di sektor otomotif, energi, transportasi, dan infrastruktur dengan prospek nilai di atas US$ 1 miliar,” tambah Edi.

Jokowi juga akan mengejar peningkatan nilai investasi Korea Selatan ke Indonesia. Negeri Ginseng sendiri saat ini merupakan negara terbesar keempat bagi Indonesia, yang menanam investasi senilai US$ 2,2 miliar.

“Nilai investasi ini diperkirakan akan meningkat lagi,” tambah Edi.

Menambahkan tentang prospek percepatan industrialisasi industri Korea Selatan di Indonesia, Edi Yusup mengatakan bahwa pemerintah akan mengejar penyegeraan realisasi berbagai proyek, meliputi: proyek kerja sama POSCO Steel dan Krakatau Steel untuk meningkatkan produksi baja hingga mencapai satu juta ton per tahun; proyek pembangunan pabrik Lotte Petrochemical di Cilegon yang akan menjadi yang “terbesar di Asia Tenggara”; pembangunan pabrik otomotif Hyundai; dan pengembangan infrastruktur LRT (Light Rapid Transit), energi, dan pembangkit listrik.

Selain itu, ketika ditanya apakah kedua presiden akan membentuk kerja sama untuk meminimalisir dampak perang dagang antara AS dan China yang disebut oleh Jokowi sebagai “penyebab rupiah melemah terhadap dollar”, Edi Yusup mengatakan, “prospeknya adalah agar RI-Korsel melakukannya secara multilateralisme … dengan mempercepat penyelesaian mekanisme Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).”

Perundingan RCEP diluncurkan oleh para pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN dan enam mitra Free Trade Area ASEAN (Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru) selama KTT ASEAN ke-21 dan Pertemuan Terkait di Phnom Penh, Kamboja pada November 2012. Namun, perundingan itu belum terimplementasi secara penuh, mengingat alotnya negosiasi antara masing-masing negara seputar perjanjian perdagangan.

Tujuan dari peluncuran negosiasi RCEP adalah untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan di antara Negara Anggota ASEAN dan mitra FTA ASEAN.

Negosiasi RCEP meliputi: perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerjasama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM) dan isu-isu lainnya.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan, Simak Saham Pilihan Ini

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi positif pada perdagangan saham Kamis (23/8/2018).

Pertumbuhan tingkat kepercayaan konsumen pada Asian Games 2018 di Indonesia menjadi faktor mendasar pada pergerakan IHSG.

Analis PT Kresna Securities, William Mamudi mengatakan, IHSG berpotensi bergerak menguat di rentang 5.910-5.980. Mamudi menuturkan, pergerakan indeks masih didominasi oleh sektor perbankan maupun konsumsi.

 

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi positif pada perdagangan saham Kamis (23/8/2018).

Pertumbuhan tingkat kepercayaan konsumen pada Asian Games 2018 di Indonesia menjadi faktor mendasar pada pergerakan IHSG.

Analis PT Kresna Securities, William Mamudi mengatakan, IHSG berpotensi bergerak menguat di rentang 5.910-5.980. Mamudi menuturkan, pergerakan indeks masih didominasi oleh sektor perbankan maupun konsumsi.

 

PT Bestprofit Futures , “Dinamika IHSG masih sangat dominan terpengaruh pergerakan dari sektor perbankan dan konsumer. Dari segi Relative Rotation Grapg (RRG), sektor infrastruktur dan konsumsi sudah kembali golden cross. Perhatikan sektor keuangan yang sudah kembali deadcross,” tutur dia, Kamis pekan ini.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi turut prediksi berpeluang di zona hijau hari ini. Menurut Lanjar, IHSG akan mencoba mematahkan level psikologis di kisaran 5.930-6.000

Melihat sentimen internal dan eksternal yang cenderung kondusif pada hari ini, saham-saham yang dipilih para analis antara lain:

Mamudi merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT BRI Agroniaga Tbk (AGRO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Kemudian Lanjar memilih saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), serta PT  Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Rupiah masih menguat jadi penopang IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 21 Agustus 2018, IHSG menguat 52,10 poin atau 0,88 persen ke posisi 5.944,30. Indeks saham LQ45 mendaki 0,89 persen ke posisi 934,38. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 213 saham menguat sehingga angkat IHSG. 157 saham melemah dan 123 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.953,90 dan terendah 5.899,29.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 378.582 kali dengan volume perdagangan saham 7,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing jual saham Rp 25,64 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.578.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,77 persen dan sektor saham infrastuktur susut 0,14 persen.

Sementara itu, sektor saham industri dasar menguat 2,54 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi mendaki 2,4 persen dan sektor saham manufaktur menanjak 2,17 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham ANDI naik 25 persen ke posisi 530 per saham, saham FILM melonjak  13,60 persen ke posisi 1.545 per saham, dan saham ERAA mendaki 11,58 persen ke posisi 2.890 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham SDMU turun 15,53 persen ke posisi 87 per saham, saham PYFA susut 10,05 persen ke posisi 170 per saham, dan saham GLOB tergelincir 9,55 persen ke posisi 154 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,56 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,99 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,09 persen.

Sementara itu, indeks saham Shanghai menanjak 1,31 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,87 persen. Sedangkan indeks saham Thailand turun 0,50 persen dan indeks saham Singapura susut 0,15 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG melanjutkan kenaikan didorong faktor eksternal dan internal.

“Secara internal, pemerintah masih mampu menjaga stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan di tengah-tengah gejolak perekonomian global yang tidak menentu,” ujar dia.

Sedangkan secara eksternal, adapun sentimen perang dagang antara AS dan China sudah mulai mereda ketika para pelaku pasar global apresiasi agenda pertemuan antara AS dengan China yang akan berlangsung di Washington pada pekan ini.

“Diharapkan agar hasil perundingan tersebut mampu hasilkan kesepakatan yang komprehensif dalam rangka meredanya tensi perang dagang di antara kedua negara itu,” tutur dia.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta