Investor Korea Selatan Minat Tanam Modal di Industri Alas Kaki RI

PT Bestprofit Futures, Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia.

Komitmen investasi ini merupakan hasil dari Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018 sekaligus peringatan hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin baik selama 45 tahun.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kepada wartawan, Selasa (11/9/2018).

Adapun terdapat enam perusahaan yang menyatakan minatnya berinvestasi di RI. Dari enam tersebut, paling banyak investor ingin memanamkan modalnya di industri alas kaki.

 

Adapun enam perusahaan Korea Selatan yang telah komit berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD 50 juta di Karawang, Jawa Barat.

Selain itu Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD 75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah dan Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD 36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD 100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Ada juga World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD 85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat.

Serta InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD 100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta. Jadi, total investasi mencapai USD 446 juta.

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin itu dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara juga diharapkan mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga.

Sejumlah industri manufaktur Korea Selatan dari berbagai sektor, menyatakan minatnya untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia. Total investasi dari komitmen investasi tersebut mencapai USD 446 juta.

“Pertemuan ini mencerminkan antusiasme besar pengusaha Korea untuk lebih mendorong kolaborasi bisnis dengan Indonesia, baik dalam bentuk perluasan usaha maupun investasi baru di beberapa sektor industri yang prospektif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Selasa (11/9/2018).

Enam perusahaan Negeri Ginseng yang telah komit berinvestasi, yakni LS Cable & System yang bermitra dengan PT Artha Metal Sinergi untuk pengembangan sektor industri kabel listrik senilai USD 50 juta di Karawang, Jawa Barat.

Ada juga Parkland yang menggelontorkan dananya sebesar USD 75 juta guna membangun industri alas kaki di Pati Jawa Tengah.

Perusahaan lain, Sae-A Trading menanamkan modalnya hingga USD 36 juta untuk sektor tekstil dan garmen di Tegal, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Taekwang Industrial akan membangun industri alas kaki senilai USD 100 juta di Subang dan Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, World Power Tech dengan mitra lokalnya PT NW Industries yang berinvestasi sebesar USD 85 juta untuk pengembangan industri manufaktur turbin dan boiler di Bekasi, Jawa Barat.

Terakhir, perusahaan InterVest dengan Kejora Ventures yang menamamkan modalnya USD 100 juta untuk jasa pembiayaan startup (modal ventura) di DKI Jakarta.

 

Airlangga meyakini, kerja sama yang terjalin itu dapat mendorong industri manufaktur nasional untuk lebih meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri sekaligus penambahan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Ini yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara inklusif, terutama melalui program hilirisasi,” tegasnya.

Dia mengharapkan langkah sinergi yang dibangun pelaku industri kedua negara dapat mendukung implementasi Making Indonesia 4.0. Salah satunya adalah membangun ekosistem inovasi dengan transfer teknologi yang berkelanjutan guna mendukung revolusi industri 4.0.

“Kami optimistis, hubungan antara kedua negara ini sangat menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan itu akan menjadi dasar yang kuat untuk hubungan lebih lanjut antara kedua negara, terutama dalam membangun perekonomian,” papar Airlangga.

Airlangga mengatakan dalam lawatan ke Korea, dia pun menyaksikan penandatanganan 15 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang dilakukan oleh perusahaan dan institusi pemerintah kedua negara. Kerja sama ini meliputi sektor energi, properti, mesin, teknologi, dan kosmetika.

Total komitmen investasi yang bersifat business to business (B-to-B) dari hasil MoU tersebut mencapai USD 5,76 miliar.

Kesepakatan yang terjadi di sektor industri, di antaranya Hyundai Engineering yang bermitra dengan PT Sulfindo Adiusaha untuk pengembangan pabrik kimia yang akan menghasilkan produk vinyl chloride monomer (VCM) dan poly vinyl chloride (PVC) di Merak, Banten dengan nilai investasi sebesar USD 200 juta.

Kemudian, pengembangan pabrik mesin diesel senilai USD 185 juta yang dilakukan oleh Doosan Infracore dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) dan PT Equiti Manajemen Teknologi.

Selanjutnya, SD Biotechnologies menjalin kerja sama dengan PT Orion Pratama Sentosa untuk membangun industri kosmetika di Karawang, Jawa Barat senilai USD 20 juta, serta terjalin pula kemitraan strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat yang merupakan kolaborasi Korea Institute for Advancement of Technology dan Kementerian Perindustrian.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

 

Jokowi Akan Bertolak ke Korsel, RI Bidik Kerja Sama Ekonomi USD 1 Miliar

PT Bestprofit Futures,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Seoul, Korea Selatan sebagai kunjungan kenegaraan balasan kepada Presiden Moon Jae-in yang bertandang ke Indonesia tahun lalu.

Kunjungan Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 10-11 September mendatang.

Kunjungan kali ini juga terbilang cukup spesial karena bersamaan dengan hari peringatan hubungan diplomatik Korsel dengan Indonesia. Di hari peringatan itu, kedua negara sepakat untuk melakukan penguatan kerja sama ekonomi di bidang perdagangan dan investasi melalui berbagai aspek.

 

Ada dua agenda yang akan dipenuhi oleh Jokowi dalam kunjungan kenegaraan pekan depan, yakni pertemuan bilateral dengan Presiden Moon dan juga pertemuan bisnis dengan konglomerat atau pengusaha Korsel. Selain itu, Jokowi juga akan menandatangani beberapa MoU dengan Korsel.

“Beberapa MoU kerjasama yang akan ditandatangani antara lain di bidang legislasi, keimigrasian, ekonomi, pengembangan SDM, keamanan maritim, dan lingkungan hidup,” kata Direktur Asia Timur dan Pasifik, Edi Yusup, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

“Di pertemuan business to business dengan pengusaha, ada 10 MoU yang akan ditandatangani mulai dari bidang otomotif, energi, transportasi, dan infrastruktur. Diharapkan, para pengusaha ini bisa menambah pemasukan untuk Indonesia sebesar USD 1 miliar,” tambah dia.

Edi menjelaskan bahwa beberapa perusahaan yang akan terlibat investasi di Indonesia antara lain POSCO, Lotte, sampai Hyundai.

“Perusahaan POSCO rencananya akan mengembangkan besi baja dengan Krakatau di Cilegon. Kerja sama ini akan membantu kita dalam proses pengembangan industrialisasi. Lalu perusahaan Lotte akan membangun petrochemical di Cilegon juga. Jika berhasil maka ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Selain itu di bidang otomotif ada Hyundai,” papar Edi.

Usai memenuhi dua agenda, Jokowi akan mengisi agenda santai seperti membawakan kuliah umum di Universitas Hankuk dan menggelar perkumpulan dengan generasi muda Korsel dan juga pemuda Indonesia yang menjadi pelajar dan bekerja di negara tersebut.

 

Presiden RI Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul, untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 10-11 September 2018 mendatang –sebuah lawatan yang dideskripsikan oleh Kementerian Luar Negeri RI sebagai “upaya penguatan hubungan ekonomi kedua negara di tengah situasi global yang tak menentu”.

Pendeskripsian itu merujuk pada perang dagang Amerika Serikat dengan China, yang turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan kepada sejumlah negara dunia serta Asia. Termasuk juga, melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS.

“Kunjungan itu dilakukan untuk penguatan ekonomi (RI-Korsel) di tengah situasi global yang tak menentu, lewat peningkatan perdagangan dan investasi, serta percepatan industrialisasi Korea Selatan di Indonesia,” kata Direktur Asia Pasifik Kemlu RI, Edi Yusup di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Kunjungan kenegaraan itu akan menghasilkan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) kerja sama antar bisnis RI-Korsel, yang diharapkan secara signifikan mampu menggenjot hubungan ekonomi kedua negara, serta memperkuat geliat perdagangan guna menutup defisit neraca.

“Akan ada penandatanganan 10 nota kesepahaman bisnis dengan bisnis di sektor otomotif, energi, transportasi, dan infrastruktur dengan prospek nilai di atas US$ 1 miliar,” tambah Edi.

Jokowi juga akan mengejar peningkatan nilai investasi Korea Selatan ke Indonesia. Negeri Ginseng sendiri saat ini merupakan negara terbesar keempat bagi Indonesia, yang menanam investasi senilai US$ 2,2 miliar.

“Nilai investasi ini diperkirakan akan meningkat lagi,” tambah Edi.

Menambahkan tentang prospek percepatan industrialisasi industri Korea Selatan di Indonesia, Edi Yusup mengatakan bahwa pemerintah akan mengejar penyegeraan realisasi berbagai proyek, meliputi: proyek kerja sama POSCO Steel dan Krakatau Steel untuk meningkatkan produksi baja hingga mencapai satu juta ton per tahun; proyek pembangunan pabrik Lotte Petrochemical di Cilegon yang akan menjadi yang “terbesar di Asia Tenggara”; pembangunan pabrik otomotif Hyundai; dan pengembangan infrastruktur LRT (Light Rapid Transit), energi, dan pembangkit listrik.

Selain itu, ketika ditanya apakah kedua presiden akan membentuk kerja sama untuk meminimalisir dampak perang dagang antara AS dan China yang disebut oleh Jokowi sebagai “penyebab rupiah melemah terhadap dollar”, Edi Yusup mengatakan, “prospeknya adalah agar RI-Korsel melakukannya secara multilateralisme … dengan mempercepat penyelesaian mekanisme Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).”

Perundingan RCEP diluncurkan oleh para pemimpin dari 10 negara anggota ASEAN dan enam mitra Free Trade Area ASEAN (Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru) selama KTT ASEAN ke-21 dan Pertemuan Terkait di Phnom Penh, Kamboja pada November 2012. Namun, perundingan itu belum terimplementasi secara penuh, mengingat alotnya negosiasi antara masing-masing negara seputar perjanjian perdagangan.

Tujuan dari peluncuran negosiasi RCEP adalah untuk mencapai perjanjian kemitraan ekonomi yang modern, komprehensif, berkualitas tinggi, dan saling menguntungkan di antara Negara Anggota ASEAN dan mitra FTA ASEAN.

Negosiasi RCEP meliputi: perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, kerjasama ekonomi dan teknis, kekayaan intelektual, persaingan, penyelesaian sengketa, e-commerce, usaha kecil dan menengah (UKM) dan isu-isu lainnya.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Harga Minyak Merosot Imbas Krisis Turki hingga Perang Dagang

PT Bestprofit Futures,  Harga minyak turun lebih dari satu persen usai badai teluk Amerika Serikat (AS) melemah dan kekhawatiran meningkat terhadap perang dagang.

Ditambah krisis mata uang Turki mempengaruhi permintaan minyak. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun USD 1,15 atau 1,65 persen ke posisi USD 68,72 per barel.

Sementara itu, harga minyak Brent tergelincir 90 sen atau 1,15 persen ke posisi USD 77,27 per barel. Sebelumnya harga minyak acuan ini sempat tembus level tertinggi sejak Mei di kisaran USD 79,72 per barel.

Harga minyak sempat melonjak lantaran perusahaan minyak menutup infrastruktur lepas pantai untuk antisipasi kerusakan akibat badai tropical Gordon. Namun, tak seperti yang dikhawatirkan karena badai tersebut membuat perseroan di sepanjang pantai telus AS mengambil langkah lanjutkan operasi pada Rabu waktu setempat.PT Bestprofit Futures,

“Harga kemarin naik karena antisipasi badai dapat timbulkan kerusakan pada sektor produksi dan penyulingan. Akan tetapi, usai semua dilakukan membuat kehilangan sedikit produksi dan kilang di Mississippi dan Louisiana terus berjalan,” ujar Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (6/9/2018).

Selain itu, harga minyak melemah karena perselisihan sektor perdagangan antara Amerika Serikat dan China meningkatkan kekhawatiran permintaan. Presiden AS Donald Trump dapat mengenakan tarif lebih besar untuk barang impor China senilai USD 200 miliar.

Sekretaris Jenderal OPEC, Mohammad Barkindo menuturkan, sengketa perdagangan dapat membebani permintaan energi di masa depan. Selain itu, krisis mata uang di Turki juga beban harga minyakberjangka. Lira Turki telah jatuh lebih dari 40 persen pada 2018.

“Kekhawatiran krisis mata uang Turki menyebar ke pasar negara berkembang lainnya telah dorong kekhawatiran sisi permintaan,” ujar Abhishek Kumar, Analis Interfax Energy.

 

Adapun harga minyak dapat peroleh dukungan jika laporan mingguan tentang inventaris AS menunjukkan penurunan inventaris. Analis perkirakan, stok secara rata-rata turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan lalu.

Sanksi AS menargetkan sektor minyak Iran pada November juga sudah mengurangi ekspor dari produsen terbesar ketiga OPEC tersebut dan meniadakan dampak dari perjanjian OPEC dan sekutunya untuk memproduksi lebih banyak minyak.

“Dengan antisipasi hingga 1,5 juta barel per hari dipengaruhi oleh sanksi AS terhadap Iran, diperkirakan harga akan lebih tinggi pada minggu-minggu mendatang,” tutur Stephen Innes, broker OANDA.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, pihaknya tidak prediksi apa yang akan terjadi dengan Iran. Hal itu tidak menjadi masalah baginya jika para pemimpin Iran ingin berbicara atau tidak

Harga minyak naik seiring infrastruktur energi di Pantai Teluk AS yang bersiap menghadapi topan. Namun kenaikan harga masih dibatasi penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan laporan meningkatnya stok minyak di Cushing, Oklahoma.

Melansir laman Reuters, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 7 sen menjadi USD 69,87 per barel. Harga sebelumnya sempat mencapai sesi tinggi di USD 71,40. Sebelumnya Pasar AS ditutup pada hari Senin untuk Hari Buruh.

Sementara harga minyak mentah Brent, yang diperdagangkan pada Senin, berakhir 2 sen lebih kuat menjadi USD 78,17 per barel, turun dari sesi tertinggi USD 79,72 per barel.

Harga kedua patokan minyak itu melompat di awal sesi dipicu banyak produsen yang mengeluarkan karyawannya dari jalur Tropical Storm Gordon dan menutup 9 persen produksi minyak dan gas Teluk Meksiko AS.

Badai itu, diperkirakan akan terjadi pada malam hari dan masuk kategori 1, yang diprediksi bergeser ke arah timur. Kondisi ini mengurangi ancaman ke area produksi minyak utama dan sebagian besar kilang Gulf Coast.

Lalu lintas kapal di sepanjang Pantai Teluk AS juga mendapatkan pembatasan akibat kondisi ini.

Teluk Meksiko merupakan lokasi bagi 17 persen produksi minyak mentah AS dan 5 persen dari produksi gas alam setiap hari, menurut Administrasi Informasi Energi AS. Di darat, Pantai Teluk berfungsi sebagai pusat pemurnian utama AS.

Harga minyak bergerak lebih rendah, namun, pelaku pasar melihat pasar sebagai overbought.

“Reaksi awal pagi ini tampak berlebihan karena gangguan terhadap infrastruktur produksi Teluk Meksiko tidak mungkin untuk mengekstrak sejumlah besar minyak mentah dari pasar,” kata Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan.

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta

Rupiah Tertekan, Tren Koreksi IHSG Masih Berlanjut

PT Bestprofit Futures , Nilai tukar rupiah merosot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Analis masih meramalkan tren koreksi IHSG akan terjadi selama sepekan ini. Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi Taulat mengatakan, IHSG belum menunjukan tren penguatan. Sinyal tersebut, menurut dia, sulit tercapai di tengah kuatnya sentimen pelemahan nilai tukar rupiahterhadap dolar AS.

“Kalau dilihat dari sentimen belum ada ya, lebih banyak sentimen negatif. Apalagi salah satunya neraca pembayaran kita defisit. Jadi untuk positif tampaknya belum ada tanda-tanda tersebut untuk menopang IHSG,” tutur dia kepada Liputan6.com, Rabu (5/9/2018).

 

Oleh karena itu, Lanjar menekankan, IHSG berpotensi berada di zona negatif dalam satu pekan ini. “Banyaknya sentimen negatif membebani investor asing untuk masuk di emerging market. Seperti ada krisis Argentina, Turki. Jadi potensi pelemahan indeks memang besar selama sepekan ini,” ujar dia.

Dia menuturkan, pada Rabu pekan ini, Lanjar memproyeksikan IHSG akan berada di rentang pergerakan 5.800-5.950.

Oleh karena itu, Lanjar masih merekomendasikan saham-saham yang berorientasi ekspor antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah. Aksi jual investor asing dan sepi sentimen positif menekan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa 4 September 2018, IHSG melemah 62,27 poin atau 1,04 persen ke posisi 5.905,30. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,05 persen ke posisi 931,65. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 300 saham melemah sehingga menekan IHSG. 90 saham diam di tempat dan 86 saham menguat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.978,73 dan terendah 5.889,09.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 280.115 kali dengan volume perdagangan 8,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 312,98 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.798.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,26 persen. Sementara itu, sektor saham industri dasar merosot 2,45 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 1,9 persen dan sektor saham tambang turun 1,33 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SQMI naik 16,95 persen ke posisi 276 per saham, saham TMPO mendaki 13,45 persen ke posisi 194 per saham, dan saham ANJT menanjak 10,17 persen ke posisi 1.300 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MOLI melemah 18,14 persen ke posisi 970 per saham, saham MBTO merosot 13,29 persen ke posisi 137 per saham, dan saham NIKL susut 11,44 persen ke posisi 2.090 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,94 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,38 persen, indeks saham Shanghai menanjak 1,1 persen, indeks saham Singapura naik 0,10 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,52 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei turun 0,05 persen dan indeks saham Thailand melemah 0,27 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, minimnya sentimen positif dari domestik serta meningkatnya sentimen negatif dari eksteral misalnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, krisis keuangan Turki, Venezuela dan Argentina menekan laju IHSG.

“Serta adanya sentimen kenaikan suku bunga the Federal Reserve pada bulan ini menyebabkan para pelaku pasar lebih cenderung memilih untuk wait and see. Akibatnya baik rupiah maupun IHSG mengalami pelemahan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sebanyak 300 saham melemah sehingga menekan IHSG. 90 saham diam di tempat dan 86 saham menguat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.978,73 dan terendah 5.889,09.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 280.115 kali dengan volume perdagangan 8,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 312,98 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.798.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham barang konsumsi naik 0,26 persen. Sementara itu, sektor saham industri dasar merosot 2,45 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 1,9 persen dan sektor saham tambang turun 1,33 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SQMI naik 16,95 persen ke posisi 276 per saham, saham TMPO mendaki 13,45 persen ke posisi 194 per saham, dan saham ANJT menanjak 10,17 persen ke posisi 1.300 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham MOLI melemah 18,14 persen ke posisi 970 per saham, saham MBTO merosot 13,29 persen ke posisi 137 per saham, dan saham NIKL susut 11,44 persen ke posisi 2.090 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,94 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,38 persen, indeks saham Shanghai menanjak 1,1 persen, indeks saham Singapura naik 0,10 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,52 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei turun 0,05 persen dan indeks saham Thailand melemah 0,27 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, minimnya sentimen positif dari domestik serta meningkatnya sentimen negatif dari eksteral misalnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, krisis keuangan Turki, Venezuela dan Argentina menekan laju IHSG.

“Serta adanya sentimen kenaikan suku bunga the Federal Reserve pada bulan ini menyebabkan para pelaku pasar lebih cenderung memilih untuk wait and see. Akibatnya baik rupiah maupun IHSG mengalami pelemahan,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pinjaman China Rp 3,8 Triliun Cair, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

PT Bestprofit Futures , PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sebagai salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC) mempercepat konstruksi setelah China Development Bank (CDB) mencairkan kredit tahap kedua sebesar USD 274,8 juta atau setara dengan Rp 3,847 triliun pada Kamis (30/8/2018) lalu.

Dari total pencairan tahap kedua tersebut, 60 persen di antaranya atau sebesar US$ 165,2 juta, dialokasikan sebagai pelunasan uang muka kepada EPC Kontraktor dalam hal ini HSRCC. Sebelumnya pihak CDB telah memberikan pinjaman perdana sebesar USD 170 juta pada akhir April lalu.

Direktur Utama WIKA, Tumiyana menuturkan, pencairan tahap kedua ini semakin menumbuhkan kepercayaan stakeholders pada proyek pembangunan transportasi kereta masa depan yang akan menghubungkan dua kota megapolitan, Jakarta dan Bandung.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana WIKA sebagai bagian dari konsorsium dapat mendorong percepatan pembangunan kereta cepat secara tepat waktu, tepat mutu dan biaya,” terang Tumiyana dalam keterangannya, Selasa (4/9/2018).

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra menuturkan, dengan pencairan ini, maka diharapkan akselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung oleh HSRCC dapat segera menghasilkan progress yang signifikan.

“Dengan selesainya pelunasan uang muka ini, kami meyakini dapat mempercepat akselerasi pekerjaan dan untuk selanjutnya pembayaran dilakukan berdasarkan progress pekerjaan,” terang Chandra.

Lingkup pekerjaan WIKA dalam Konsorsium Kereta Cepat Jakarta-Bandung adalah pekerjaan subgrade, fondasi, struktur dan arsitek. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 Km.

Percepatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung menghadirkan optimisme pertumbuhan moda transportasi modern. Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38 persen, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12 persen.

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co. Ltd masing-masing memiliki 60 persen dan 40 persen saham di PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proyek kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini ditargetkan rampung pada Juni 2021.

 

Kemajuan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 7,6 persen. Kereta Cepat pertama di Indonesia ini rencananya akan beroperasi pada pertengahan 2021.

“Progres sekarang sudah 7,6 persen, pembebasan tanah sudah 76 persen sehingga proyeknya di speed up,” tutur Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Tumiyana, di Gedung BEI, Senin

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta