Data Ekonomi AS Bakal Bayangi Harga Emas Sepekan

PT Bestprofit Futures – Harga emas diprediksi tertekan pada pekan ini. Rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) seperti inflasi dan indeks dolar AS akan berdampak ke harga emas.

Harga emas sempat tertekan ikuti bursa saham AS yang turun tajam pada pekan lalu. Bahkan indeks saham Dow Jones turun lebih dari 1.000 poin dalam dua sesi. Total keseluruhan, indeks saham Dow Jones ditransaksikan di posisi 23.784. Indeks saham Dow Jones turun lebih dari enam persen sejak Jumat pekan lalu. bestprofit jakarta

Harga emas pun ditransaksikan turun 2,7 persen ke posisi US$ 1.316,60 per ounce pada pekan lalu. “Ini bukan hal biasa melihat harga emas turun tajam. Ini pertama kali terjadi koreksi di pasar, dan kami berharap terjadi aksi jual dan dana kas investor naik. Mereka akan jual keuntungannya dan cairkan ke emas,” jelas Eugen Weinberg, Kepala Riset Commerzbank, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (12/2/2018).

Ke depan, harga emas dapat lanjutkan penurunan dalam waktu dekat. Weinberg menuturkan, tidak banyak waktu untuk harga emas dapat kembali menguat. Oleh karena itu, ia harapkan investor jangka panjang dari harga emas berada di posisi rendah. pt bestprofit

“Semakin lama krisis di bursa saham berlangsung, semakin banyak permintaan akan aset safe haven. Harus ada permintaan kuat di posisi US$ 1.300 per ounce,” ujar dia.

Kepala Riset London Capital Group, Jasper Lawler mengatakan, koreksi saham tidak cukup untuk memacu permintaan emas. Dia menambahkan, koreksi 10 persen dipandang sehat oleh analis saham. Akan tetapi, bila saham turun dalam jangka panjang, ia menuturkan emas dapat terlihat lebih menarik.

Lawler menambahkan, investor seharusnya tidak berharap harga emas dapat meroket dalam waktu cepat. Ini seiring ada harapan berkembang kalau bank sentral global akan perketat kebijakan moneter agresif,” ujar dia.

Ia menambahkan, investor juga bertanya-tanya reaksi bank sentral bila inflasi terbalik. “Pasar emas butuh inflasi tinggi namun suku bunga rendah dapat menunjang hal tersebut,” ujar dia.

Pada pekan ini ada laporan inflasi pada Januari. Jika inflasi lebih tinggi sesuai target bank sentral AS atau the Federal Reserve sebesar dua persen, hal itu bisa berdampak ke pasar saham. Ini dapat memaksa bank sentral AS lebih agresif untuk perketat kebijakan moneter.

Data ekonomi bakal berdampak untuk harga emas. Bank sentral AS memicu harapan suku bunga akan naik meningkatkan biaya harga emas. Selain inflasi, data ekonomi yang keluar lainnya yaitu penjualan ritel di Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, data ekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi baik menjadi pertimbangan the Federal Reserve menaikkan suku bunga. Sejak pekan lalu ada spekulasi kemungkinan suku bunga the Federal Reserve naik empat kali hingga akhir 2018. Akan tetapi berdasarkan indeks berjangkam ada kemungkinan suku bunga the Federal Reserve naik dua kali hingga akhir 2018.

Selain data ekonomi AS perlu dicermati investor, pergerakan indeks dolar AS harusnya juga menjadi perhatian. Indeks dolar AS sudah bangkit 1,5 persen sejak sentuh level terendah dalam tiga tahun pada dua minggu lalu.

“Dengan dolar AS menunjukkan tanda dapat lawan mata uang utama lainnya. harga emas geraknya akan berat. Dolar AS menguat dapat bebani harga emas,” ujar Lawler.

Bill Baruch, Presiden Blue Line Futures menuturkan, reli dolar AS yang terjadi seiring kembali bangkit dari level terendah dan berusaha untuk tembus level tertinggi dalam jangka pendek. “Saya rasa indeks dolar AS punya cukup momentum. Ini dapat berada di level 91. Saya rasa level ini tidak bertahan,” kata dia. best profit

Baruch menuturkan, dirinya akan masuk beli harga emas di posisi US$ 1.301. Hal ini mengingat harga emas dapat lanjutkan tekanan dalam jangka pendel. Analis juga menuturkan, harga emas di level US$ 1.301 per ounce menjadi level perlu dicermati. Jika level support itu ditembus, harga emas akan sentuh level US$ 1.280 per ounce.

Sedangkan Analis IG Chris Beauchamp menuturkan, dirinya melihat posisi harga emas untuk level support di US$ 1.313. Level ini menarik untuk dicermati pelaku pasar. bpf jakarta

“Aksi jual terjadi lagi. Jadi pembeli ingin beli harga emas di level yang sudah diincar,” ujar dia.

Lawler menuturkan, meski harga emas akan lanjutkan tekanan namun tidak turun tajam. Kecuali harga emas di bawah posisi US$ 1.240 per ounce.

( mfs – Bestprofit Futures )

AS Luncurkan Satelit Mata-Mata, Intai Sistem Rudal Korut?

PT Bestprofit Futures – Sebuah satelit diluncurkan ke orbit menggunakan roket Atlas V dari Amerika Serikat. Peluncuran itu dilaksanakan pada Minggu 15 Oktober pagi dini hari waktu setempat. best profit

Pejabat AS tak mengungkap detail tugas dan fungsi satelit itu, menjadikannya objek kedua yang diluncurkan Negeri Paman Sam dalam tiga pekan terakhir –yang seluruhnya minim informasi. pt bestprofit

Beberapa menyebut satelit itu berfungsi sebagi pengumpul data. Namun, mengingat minimnya informasi, tak jelas mengenai data yang akan dikumpulkan oleh objek tersebut. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Sejumlah pihak menduga, satelit itu difungsikan sebagai mata-mata, untuk mengumpulkan data jaringan pertahanan elektronik musuh, termasuk radar, sistem rudal, dan pesawat. Sebagian yang lain menyebut, objek itu akan digunakan untuk pengumpul data cuaca.

Satelit bernama NROL-52 itu diluncurkan pada Minggu 15 Oktober, pukul 03.28 pagi waktu setempat, dari Pangkalan AU Amerika Serikat di Cape Canaveral (CCAFS), Florida. Peluncuran itu mundur satu pekan dari jadwal awal akibat kendala teknis dan cuaca buruk.

NROL-52 diproduksi atas mandat US National Reconnaissance Office (NRO), lembaga negara yang mengoperasikan satelit mata-mata milik AS. NRO merupakan salah satu dari total 16 dinas intelijen Amerika Serikat.

Seperti pada peluncuran sebelumnya, tujuan dari satelit yang dikendalikan oleh NRO itu bersifat rahasia.

Objek itu diangkat ke orbit menggunakan roket United Launch Alliance (ULA) Atlas V, yang dirancang dan diproduksi oleh kerja sama dua firma industri raksasa AS, Lockheed Martin dan Boeing.

Seperti dikutip dari Daily Mail, peluncuran NROL-52 dianggap sebagai bentuk unjuk gigi AS guna memastikan dominasi mereka di angkasa luar.

“Peluncuran hari ini merupakan bukti dedikasi tim ULA yang tak kenal lelah, menunjukkan mengapa ULA terus melayani sebagai penyedia peluncuran paling sukses dan dapat diandalkan di AS,” kata Laura Maginnis, wakil presiden ULA Government Satellite Launch, mengatakan dalam sebuah rilis.

Rilis itu juga menjelaskan, peluncuran sempat tertunda akibat Badai Irma yang melanda Florida beberapa pekan lalu. Penundaan juga disebabkan karena teknisi harus mengganti pemancar telemetri roket Atlas V.

Operasi itu menandai kali kedua peluncuran satelit NRO dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pada 23 September lalu, NROL-42 diluncurkan ke orbit menggunakan Atlas V dari Pangkalan AU AS di Vandenberg, California.

Peluncuran kedua satelit itu juga terjadi dalam periode waktu ketika krisis rudal Korea Utara tengah menjadi kekhawatiran bagi sejumlah negara, termasuk AS.

NROL-42 dan NROL-52 adalah satelit teranyar yang dibuat dan dioperasikan oleh National Reconnaissance Office (NRO). Objek itu layak mendapatkan status sebagai ‘satelit mata-mata’, mengingat keduanya dioperasikan oleh badan intelijen. bpf jakarta

Sangat sedikit yang diketahui tentang fungsi satelit itu. Namun, objek tersebut dapat memberikan berbagai layanan, seperti peringatan dini ancaman rudal, deteksi ledakan nuklir, foto intai jarak jauh, pengintaian elektronik, dan pencitraan radar. bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )