Dolar Lanjutkan Koreksinya Menjelang BOJ; Minyak Tertekan

Bestprofit Futures Jakarta

Dolar melemah, perdagangan dekati 20-bulan terendah terhadap yen karena para pedagang mengalihkan fokus ke Bank of Japan setelah Federal Reserve mengisyaratkan pendekatan lebih lambat untuk kenaikan suku bunga. Minyak melanjutkan kemerosotan, sementara utang Jepang naik dengan emas.

Greenback melemah setelah sejumlah pejabat Fed yang melihat hanya satu kenaikan suku bunga tahun ini naik menjadi enam dari satu di babak peramalan sebelumnya pada bulan Maret. Sementara kenaikan yen membebani saham Jepang, ekuitas di Australia naik, bahkan seperti minyak mentah AS memperpanjang rekor penurunan terpanjangnya sejak Februari. imbal hasil obligasi pemerintah Jepang merosot ke posisi terendah baru dan emas naik hari ketujuh karena menghindari risiko yang telah pasca perdagangan pekan ini. didukung dukungan untuk aset haven. Dolar Selandia Baru merupakan mata unag utama yang membukukan gain pada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan.

Bursa Jepang menghijau, dengan indeks Topix menuju kenaikan terbesar dalam lebih dari dua bulan, menyusul yen melemah di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Inggris akan memilih untuk tetap di Uni Eropa.

Indeks Topix melonjak 2,3 persen ke level 1,279.19 pada penutupan perdagangan di Tokyo hari ini, meraih kenaikan tertajam sejak 19 April. Indeks ini membukukan penurunan 6 persen pekan lalu, yang meupakan penurunan terbesar dalam sekitar empat bulan. Nikkei 225 Stock Average bertambah 2,3 persen ke level 15,965.30. Yen tergelincir 0,5 persen ke level 104,61 per dolar setelah enam hari keuntungan.

Peluang bet ‘dari voting Inggris pada 23 Juni untuk keluar dari blok 28-negara jatuh menjadi sekitar 32 persen Minggu, dengan jajak pendapat dari Survation untuk koran Mail on Sunday menunjukkan 45 persen orang mendukung “Bertahan”, ??sementara 42 persen mendukung “Keluar.” Jajak pendapat terbaru ini merupakan yang pertama sejak pembunuhan anggota parlemen pro-Eropa Jo Cox pekan lalu.

Semua 33 kelompok industri yang pada indeks Topix berada di wilayah positif, dipimpin oleh saham produsen minyak dan real estate. Eksportir termasuk produsen alat listrik dan mobil memberikan kenaikan terbesar untuk indeks ini.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Bolak-balik Berkas Perkara Jessica Menuju Meja Hijau

Bestprofit Futures Jakarta

Berkas perkara Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, sempat bolak-balik antara Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebelum dia akhirnya dihadapkan ke meja hijau di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini.

Jessica sesungguhnya nyaris bebas dari tahanan. Namun dua hari sebelum masa penahanan Jessica habis, berkas perkaranya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Jesica pun dijadwalkan menghadiri sidang perdananya, Rabu (15/6).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah lima kali melimpahkan berkas perkara kasus kematian Mirna ke Kejati DKI Jakarta. Mirna tewas diracun sianida. Zat mematikan itu dibubuhkan ke dalam kopi yang ia minum saat sedang bercengkerama bersama Jessica dan Hani, sahabat mereka.

Berkas perkara kasus Mirna pertama kali dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta pada 18 Februari. Enam hari berselang, berkas itu dikembalikan ke Polda Metro Jaya untuk dilengkapi.

Pada 22 Maret, Polda Metro kembali mengirimkan berkas perkara kasus itu ke Kejati DKI Jakarta. Salah satu bukti yang ditambahkan dalam berkas tersebut adalah hasil penyelidikan tim Polda Metro Jaya ke Australia.

Namun berkas perkara itu dikembalikan lagi ke Polda Metro Jaya karena dinilai belum lengkap. Alasannya, berkas masih mengandung sejumlah kekurangan dalam hal keterangan saksi maupun ahli.

Pada 22 April, penyidik Polda Metro Jaya menyerahkan lagi berkas perkara untuk ketiga kalinya ke Kejati DKI Jakarta. Namun Kejati lagi-lagi mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik.

Pada 9 Mei, penyidik Kepolisian kembali melimpahkan untuk keempat kalinya berkas perkara tersebut ke Kejati DKI Jakarta. Dalam pelimpahan berkas itu, penyidik memasukkan keterangan ahli toksikologi atau ahli racun.

Selasa 17 Mei, Kejati DKI Jakarta mengembalikan lagi berkas perkara tersebut. Hingga sehari berselang, penyidik untuk kelima kalinya melimpahkan berkas perkara itu ke Kejati DKI Jakarta, dan pada 26 Mei berkas tersebut dinyatakan lengkap.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krisna Murti mengatakan, bahan pelengkap terakhir dari berkas yang diserahkan ke jaksa adalah bantuan hukum timbal balik terkait perkara kriminal atau Mutual Legal Assitantance (MLA) in Criminal Matters dari Kepolisian Australia.

Saat mengembalikan berkas Jessica pada 17 Mei, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyertakan petunjuk agar berkas disertai dengan surat dari Kepolisian Australia, Australian Federal Police (AFP).

Sehari setelah pengembalian berkas, penyidik akhirnya melimpahkan berkas perkara dengan tersangka Jessica ke Kejati DKI Jakarta.

Sesuai permintaan jaksa, surat jawaban dari pejabat senior AFP di Jakarta tentang permintaan bantuan dalam penanganan perkara Jessica dan dua lembar surat jawaban dari Kejaksaan Agung Australia disertakan.

PT Bestprofit Futures  Bestprofit Futures Jakarta bprofitfutures.com

6 Dermawan di Dunia, Donasi Hingga Triliunan Rupiah

Bestprofit Futures Jakarta

Bestprofit Futures Jakarta, bprofitfutures.com – Menjadi kaya dan sukses adalah keinginan banyak orang. Merasakan manisnya hidup dengan bergelimang harta dan ketenaran sudah tentu membahagiakan.

Seandainya Anda sudah menjadi miliarder dengan harta yang melimpah, apa yang akan Anda lakukan? Berfoya-foya, menggunakan harta untuk keperluan pribadi dan  menginvestasikannya supaya makin bertambah? Ataukah akan menyumbangkan sebagian besar harta Anda untuk kegiatan aman dan orang?

Jika Anda melakukan yang ketiga, berarti Anda termasuk dalam golongan orang dermawan dan murah hati yang biasa dikenal filantropis. Menyandang predikat sebagai miliarder di dunia ternyata tidak membuat mereka senang menghambur-hamburkan hartanya. Para miliarder ini justru lebih memilih untuk menyumbangkan hartanya untuk donasi. Siapa saja mereka, berikut ulasannya:

1. Paul Allen 

Paul Allen telah memberikan US$ 2 miliar atau sekitar Rp  27,22 triliun (asumsi kurs Rp 13.613 per dolar Amerika Serikat/AS). Dana itu untuk penelitian ilmiah melalui Allen Institute for Brain Science.Co founder Microsof Paul Allen bergabung dengan “Giving Pledge” pada 2010.

Sebagian besar, Allen fokus untuk upaya filantropis di Pacific Northwest, tempat ia tinggal dan bekerja. Allen Institute for Brain Science ini mempelajari penyebab genetik dari penyakit otak dan gangguan otak. Tak hanya itu, institute ini juga mempelajari fungsi dan kerusakan otak. Berdasarkan perusahaan Wealth-X, Paul telah menyumbangkan US$ 2 miliar untuk amal termasuk memberikan sumbangan US$ 100 juta untuk memerangi wabah virus Ebola di Afrika Barat.

2. Sara Blakely

Ia telah membuat karya hidupnya untuk membantu perempuan. Pendiri Spanx ini bergabung dengan “Giving Pledge” atau ikrar memberi untuk membuat dunia menjadi tempat lebih baik terutama bagi perempuan. Usahanya
dimulai dengan program Leg-UP, yang memberikan kesempatan kepada pengusaha perempuan lain untuk menawarkan fitur produknya secara gratis dalam katalog Spanx.

Blakely juga telah membantu perempuan membiayai pendidikan perguruan tinggi, dan program kewirausahaan yang didanai untuk sekolah perempuan, serta menyumbangkan sekitar US$ 1 juta atau sekitar Rp 13,61 miliar ke
sekolah perempuan milik Oprah Winfrey di Afrika Selatan.

3. Warren Buffet

Salah satu miliarder ini berjanji memberikan lebih dari 99 persen kekayaannya dan telah menyumbangkan lebih dari US$ 21,5 miliar. CEO Berkshire Hathaway, ini tidak asing lagi dengan filantropi, ia telah mendirikan “Giving Pledge” bersama Bill dan Melinda Gates. Bahkan ia berjanji menyerahkan kekayaannya sekitar 99 persen untuk amal selama hidupnya.

Berdasarkan Wealth-X, ia sudah menyerahkan sekitar US$ 21,5 miliar. “Sekitar 20 persen dari saham saya di Berkshire Hathaway telah didistribusikan untuk berbagai kegiatan amal,” kata Buffett. Bahkan bonusnya pada musim panas ini diserahkan mencapai US$ 2,8 miliar pada tahun kedua berturut-turut. Ia, akan terus mendistribusikan saham lainnya 4 persen per tahun.

4. Bill dan Melinda Gates

Pendiri Microsoft Bill Gates dan istrinya telah menyumbang hingga US$ 27 miliar. Bill Gates menggunakan yayasannya untuk mendanai inisiatif dan program di seluruh dunia untuk mendukung pembangunan pertanian, bantuan darurat, kemiskinan perkotaan, kesehatan global dan pendidikan.

Berdasarkan data Wealth-X, Bill dan Melinda Gates telah memberikan lebih banyak dana untuk amal ketimbang orang lain di dunia ini. Adapun pasangan ini juga fokus terhadap dunia kesehatan dengan memberikan perawatan seperti vaksinasi. Yayasan ini juga memberikan vaksinasi untuk penyakit seperti polio dan TBC.

5. Azim Premji

Azim Premji memberikan dana untuk pelatihan guru dan program komputer. Cara ini untuk mereformasi sekolah umum di India. Chairman Indian Consulting dan perusahaan teknologi Wipro ini bekerja untuk mereformasi sistem
pendidikan publik India melalui Azim Premji Foundation. Menurut Wealth-x, Ia telah memberikan dana amal US$ 8 miliar atau sekitar Rp 108,90 triliun.

Ia bergabung dengan Giving Pledge pada 2013. Sebelumnya ia menyumbangkan 8,7 persen dari saham Wipronya atau sekitar US$ 2 miliar untuk mendirikan yayasannya.

6. Mark Zuckerberg dan Pricilla

Pasangan ini berjuang untuk meningkatkan sekolah dan memerangi Ebola. Pendiri Facebook ini, salah satu orang pertama bergabung dengan Giving Pledge pada 2010. Hingga kini, pasangan ini telah menyumbangkan dana amal sekitar US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 21,78 triliun.

Pada tahun 2014, ia dan istrinya telah memberikan dana US$ 25 juta untuk CDC Foundation agar dapat melawan Ebola, dan bahkan mendorong pengikut Facebook melakukan hal sama. Pasangan ini juga memberikan US$
75 juta untuk Silicon Valley Community Foundation. Dana ini untuk membangun rumah sakit umum San Francisco. Mereka telah memberi lebih dari US$ 100 juta untuk sekolah di New Jersey.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

PT Bestprofit Futures     Bestprofit Futures Jakarta     bprofitfutures.com

7 Bangunan ‘Ekstrem’ yang Ternyata Ditinggali Manusia

Bestprofit Futures Jakarta

Bestprofit Futures Jakarta, bprofitfutures.com – Setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda dalam menentukan lokasi tempat tinggal dan seperti apa bentuk rumah mereka.

Ada yang memilih tempat yang jauh dari keramaian, dan kebisingan kota, ada pula yang memilih membangun rumah di tengah pusat kota.

Ada yang menginginkan rumah bergaya Eropa, minimalis, dan modern. Sebagian menginginkan tempat tinggal yang terlihat seperti dunia dongeng dan unik.

Seperti tujuh rumah berikut, dibangun di lokasi tak lazim yang cenderung ‘ekstrem’ dan terbuat dari material yang tidak biasanya digunakan untuk membangun rumah, seperti dikutip dari News.com.au, Senin (13/6/2016).

Pemilik memilih untuk membangun rumah di atas puncak sebuah tebing batu, rumah cermin kotak di tengah hutan, dan bahkan ada yang membangun ‘istana’ mereka di tengah-tengah aliran sungai.

Berikut selengkapnya 7 rumah yang dibangun di tempat tak lazim:

1. Biara Pilar Katskhi, Chiatura, Georgia

Rumah mengagumkan ini dibangun di puncak sebuah tebing batu, dan ditinggali selama 2 dekade oleh seorang biksu berusia 59 tahun.

Rumah tersebut terletak di atas sebuah biara Georgia. Membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menuruni tebing setinggi 40 meter itu, jika sang biksu, Maxime Qavtaradze, membutuhkan sesuatu dari biara.

Maxime biasanya hanya turun ke biara dua kali seminggu untuk sembahyang. Murid dan pengikutnya akan memenuhi setiap kebutuhannya.

2. Rumah Batu Casa do Penedo di Pegunungan Fate, Utara Portugal

Rumah batu atau ‘The Casa do Penedo’, benar-benar secara harfiah dibangun dari batu, seperti tempat tinggal dalam film kartun anak Flintstone.

Casa do Penedo yang merupakan properti milik Portugal ini, terletak di dekat pegunungan Fate. Rumah itu memiliki jendela dan pintu anti peluru, serta dilengkapi dengan kolam renang.

Dulunya, rumah yang berada di ketinggian 192 meter itu, merupakan kediaman yang dihuni oleh sebuah keluarga pada musim liburan.

Kini, tempat tersebut berubah menjadi museum kecil dan dibuka untuk umum.

3. Rumah Cermin Kotak, Harads, Swedia

Jika Anda ingin ‘menghilang’ untuk sementara dari lingkungan, tempat persembunyian satu ini akan menjadi tempat kesukaan Anda.

Properti hotel unik itu, dibangun seperti kotak dengan menggunakan cermin, sehingga memantulkan pemandangan di sekitar lokasi. Penggunaan cermin pada hotel tersebut, membuat bangunan rumah pohon itu berkamuflase dengan sempurna.

Hotel pohon yang berada di antara pepohonan di hutan Swedia itu, hanya bisa diakses dengan menggunakan tali.

4. Rumah Pohon The HemLoft di Gunung Whistler, Kanada

Bangunan berbentuk bulat telur itu, terletak di dalam hutan di lereng Gunung Whistler, Kanada.

Rumah pohon itu dibangun secara diam-diam oleh seorang teknisi komputer, Joel Allen, dengan menghabiskan dana ribuan pound sterling dan waktu bertahun-tahun.

Allen membangun rumah unik nan indah itu secara ilegal di atas tanah milik umum.

5. Rumah di Atas Sungai, Bajina Basta, Serbia

Properti berusia 45 tahun satu ini lebih unik dan nyeleneh. Rumah ini diseimbangkan di atas sebuah batu, di tengah-tengah Sungai Drina, Serbia.

Walaupun terletak di tegah-tengah sungai, bangunan tersebut tetap bertahan setelah angin kencang dan banjir melanda.

Ide untuk membangun rumah tersebut digagaskan oleh sekelompok perenang pada tahun 1968. Mereka biasa beristirahat di atas batu tersebut, setelah lelah berenang.

Tahun berikutnya, seorang perenang memulai dengan membuat sebuah bilik istirahat, menggunakan kayak pengangkut bahan bangunan mereka.

6. Pondok Sarang Elang, Pegunungan Aus, Namibia

Tempat tinggal mengagumkan satu ini, terletak di kaki Pegunungan Aus, Nimibia. Bangunan tersebut terdiri dari deretan rumah batu.

Rumah yang dibangun dengan menggunakan batu granit itu, mempunyai lantai dan dinding batu.

Bangunan itu membaur dengan sempurna dengan bebatuan yang berada di sekitar kaki gunung terjal itu.

7. Rumah Satu-satunya di Pulau Ellidaey, Islandia

Pulau yang berada di Islandia satu ini, hanya memiliki satu properti di dalamnya. Pulau Elidaey, dulunya memiliki lima rumah.

Namun, kini hanya satu rumah yang tersisa. Bangunan tersebut hanya dikunjungi oleh para pemburu untuk istirahat.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

PT Bestprofit Futures     Bestprofit Futures Jakarta     bprofitfutures.com

4 Mahkota Mewah Ratu Elizabeth dari Masa ke Masa

Bestprofit Futures Jakarta, bprofitfutures.com – Mahkota-mahkota milik Sri Baginda Ratu Elizabeth II merupakan inti koleksi perhiasan miliknya. Jumlahnya sangat banyak sehingga harus disimpan dalam ruangan seukuran arena seluncur es yang berada sekitar 12 m di bawah Istana Buckingham.

Mulai dari pita bertatah permata hingga ke mahkota bertaburan batu-batu berharga, setiap mahkota menjadi puncak dandannnya, dan masing-masing dipilih secara cermat untuk acara yang cocok.

Dikutip dari Daily Mail pada Senin (13/6/2016), mahkota-mahkota disajikan kepadanya di atas nampan berlapisan renda dengan monogram huruf ‘M’ yang dirajutkan oleh neneknya, Ratu Mary.

Mahkota merupakan perhiasan yang dipilih paling akhir dan ia telah mahir memasangnya di atas rambut ikal menggunakan ikatan satin atau jepit rambut.

Menurut almarhumah Putri Margaret, “Sang Ratu adalah satu-satunya orang yang dapat memasang mahkota menggunakan satu tangan sambil berjalan menuruni tangga.”

1. Mahkota Oriental

Ada suatu mahkota Oriental melingkar penuh bertaburan rubi yang hanya penah dipakainya sekali saja, ketika melakukan kunjungan resmi ke Malta pada 2005. Mahkota itu dipadukan dengan kalung rubi yang dibelinya pada 1964.

Mahkota itu dirancang oleh Pangeran Albert untuk istrinya, Ratu Victoria, dengan harga 850 pound sterling pada 1853. Nilai itu setara dengan 76 ribu pound sterling masa kini (Rp 1,4 miliar). Ukurannya terbilang besar dengan lebih dari 2.600 permata dan 11 rubi.

Rubi itu tadinya dipasangi batu opal kesukaan Pangeran Albert, tapi Ratu Alexandra, yang mewarisi mahkota itu dari neneknya, menanggap batu itu membawa sial dan minta diganti.

2. Mahkota Boucheron Honeycomb

Mahkota itu diteruskan kepada Bunda Ratu ketika suaminya, George VI, naik tahta pada 1936 dan menjadi satu di antara dua mahkota favoritnya. Yang satu lagi, Boucheron Honeycomb, sekarang terlihat dipakai oleh Duchess of Cornwall. Mahkota ini dilungsurkan kepada Sang Ratu saat kematian ibunya pada 2002.

Di antara hadiah pernikahan Ratu, ada mahkota Cartier dan kalung dari Nizam di Hyderabad, yaitu suatu bangsawan India dan salah satu pengumpul perhiasan terkaya sedunia.

Mahkota itu bernilai 5 ribu pound sterling pada 1947 (setara dengan 189 ribu pound sterling masa kini, sekitar Rp 3,6 miliar) bertatahkan 1.033 butir permata dan memiliki 3 bros berbentuk mawar yang dapat dilepas.

Anehnya, walaupun demikian dermawan, Nizam tidak diundang ke pernikahan. Sang Ratu memakai hadiah ini beberapa kali dalam selang waktu 25 tahun, termasuk dalam kunjungan ke Kedubes Norwegia pada 1951. Mahkota itu rusak pada 1973 dan ia kemudian meminta Garrard, perajin perhiasan Kerajaan, untuk membuatkan mahkota baru.

Ia masih mengenakan kalung padanannya dan dipinjamkan kepada Duchess of Cambridge pada 2014.

3. Mahkota Safir

Koleksi safir Sang Ratu merupakan salah satu yang paling indah, terdiri dari 7 benda yang amat berharga, termasuk seuntai kalung, gelang, anting-anting dan 3 buah cincin. Mahkota safir George VI ini ditambahkan kemudian, dimulai oleh ayah Sang Ratu pada pernikannya di tahun 1963.

Mulanya, benda itu berbentuk kalung yang dibelikan untuk Ratu Louise di Belgia pada akhir Abad ke-19. Karena hidupnya berlumuran skandal, Louise kemudian diasingkan oleh keluarga hingga terjerumus dalam masalah parah keuangan.

Guna membayar utang, ia menjual perhiasannya, termasuk kalung itu, yang kemudian diubah menjadi mahkota. Kurang jelas bagaimana caranya mahkota itu masuk dalam penyimpanan kerajaan. Sang Ratu menggunakan mahkota ini secara teratur, misalnya dalam resepsi di sebuah hotel di London pada 1969.

4. Mahkota Kokoshnik

Salah satu koleksi Sri Ratu yang paling menarik perhatian adalah mahkota Kokoshnik bertatahkan 488 butir mutiara berwarna putih dan kuning keemasan.

Untuk membayangkan nilainya, benda itu dihadiahkan kepada Alexandra, Putri Wales, di saat perayaan ke 25 pernikahannya pada 1888 dengan nilai saat itu 4.400 pound sterling (setara degan 400 ribu poundsterling saat ini, Rp 7,5 miliar).

Mahkota itu diilhami dan dinamai menurut pemimpin tradisional Rusia. Alexandra adalah saudara perempuan Maria Ferodorovna, Tsarina Rusia yang adalah istri dari Tsar Alexander III.

Mahkota yang padat permata ini dipakai dari sejak pertengahan Abad ke-19. Benda itu kemudian diwariskan kepada Ratu Mary, menantu sang Putri, pada 1925, yang mengenakannya pada potret resmi ulang tahun ke 80 pada 1947.

Hal ini kemudian menjadi tradisi keluarga. Sri Ratu, yang diwarisi mahkota ini pada 1953, mengenakannya pada saat pelukisan untuk Yobel Emas pada 2002.

Dalam suatu resepsi di Wina pada 1968, Sri Ratu mengenakannya bersama-sama kalung Godman yang dimiliki sejak 1965.

Bestprofit Futures Jakarta

PT Bestprofit Futures

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)