8 Julukan Indonesia yang diberikan Oleh Luar Negeri

http://www.catatankecilku.net

Negara Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan alamnya yang sangat beragam. Mulai dari kekayaan darat seperti hasil-hasil bumi yang melimpah, karena banyak tanaman untuk bahan pokok dan komoditas yang sangat mudah tumbuh di Indonesia, sampai dengan hasil laut yang sangat kaya, baik itu ikan-ikan maupun minyak bumi. Baca : 5 Fakta seram polusi yang bikin merinding

Karena berbagai kekayaan alam dan keistimewaan negara kita, Indonesia mendapat banyak julukan dari luar. Misalnya negara agraris. Negara agraris berarti negara pertanian. Hal ini karena Indonesia memiliki lahan yang sangat luas, dan sebagian besar mata pencahariaan masyarakatnya adalah petani. Namun ternyata tidak hanya itu saja julukan bagi negara kita. Masih ada 8 julukan lain yang akan membuat kita semakin bangga dengan Indonesia.

10 Julukan bagi negara Indonesia :
  1. Negara Maritim

    Hal ini karena Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas.

  2. Negara Seribu Pulau

    Saking banyaknya pulau-pulau di Indonesia, sekitar ribuan pulau, maka Indonesia juga dijuluki sebagai negara seribu pulau, sekaligus mempertegas bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia.

  3. Heaven Earth (Tanah Surga)

    Seperti yang telah saya singgung di awal, jika negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya hasil alam dan hasil buminya. Tanahnya yang subur membuat berbagai macam tanaman mudah tumbuh di Indonesia. Hal ini tentu membuat iri negara-negara lain. Sehingga Indonesia mendapat julukan heaven earth. Kondisi ini tergambar dalam lagu Koes Ploes yang judulnya kolam susu.

  4. Zamrud Khatulistiwa

    Indonesia mendapat julukan ini karena letak geografisnya yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dengan pemandangan alam yang sangat hijau bagaikan zamrud.

  5. The Big Moslem Population

    Julukan ini diberikan oleh orang muslim dunia kepada Indonesia karena kekaguman mereka terhadap jumlah pemeluk agama islam di indonesia yang sangat mayoritas.

  6. Paru-paru Dunia

    AS dan Singapura beberapa kali menyematkan julukan ini kepada Indonesia, melihat pulau Kalimantan sebagai hutan yang harus dilindungi karena fungsinya sebagai penyangga paru-paru dunia. Namun jika melihat kondisi hutan Kalimantan yang sekarang sudah banyak yang beralih fungsi, apakah julukan paru-paru dunia bagi Indonesia masih berlaku?

  7. Negara Nyiur

    Indonesia mendapat julukan sebagai negara nyiur karena sebagai negara maritim (kepulauan), otomatis banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa (Nyiur).

  8. Negara Megabiodiversitas

    Kekaguman para peneliti dunia akan keanekaragaman flora dan fauna yang ada di Indonesia, seperti anggrek hitam, rafflesia arnoldi, sampai bunga spesies purba dan spesies langka seperti komodo, membuat para peneliti memberi julukan Megabiodiversitas bagi Indonesia.

Itulah beberapa julukan dari luar negeri terhadap Indonesia. Sebagai generasi penerus, kita patut bangga dengan julukan tersebut. Dan tugas kita adalah tetap mempertahankan julukan-julukan positif tersebut, kalau bisa, kita buat julukan positif lain yang semakin membanggakan Indonesia di mata dunia. Baca : Ciri-ciri beras plastik yang beredar di Indonesia

YLKI: Jangan Salahkan Tiket Murah Soal Keselamatan Konsumen

http://nasional.news.viva.co.id

VIVAnews – Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta pemerintah tidak mengambinghitamkan atau menyalahkan tarif murah tiket dalam peningkatan pelayanan dan keselamatan penumpang angkutan udara.

Menurut dia, kurangnya aspek keselamatan angkutan udara lebih dikarenakan masih minim infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di bidang itu.

“Kalau mengaitkan dengan keselamatan, kurang pas karena itu bukan tarif yang harusnya dikambinghitamkan,” ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta Selasa, 13 Januari 2015.

Dia menilai, penyesuaian tarif batas bawah penerbangan murah dapat menggerus akses masyarakat. Apalagi kini angkutan udara sudah mulai menjadi moda transportasi pilihan prioritas.

Tarif murah di penerbangan, katanya, juga hanya strategi bisnis yang ditetapkan masyarakat. Pada praktiknya tidak semua masyarakat dapat menikmatinya.

“Itu tarif murah subsidi silang, misalnya, 30 persen pemesan pertama itu murah sisanya mahal,” katanya.

Dia menegaskan, hal yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah pelayanan yang diberikan maskapai penerbangan. Khususnya di musim liburan, maskapai justru menurunkan kualitas pelayanan kala harga tiket pesawat berada pada batas atas.

Hal itu merugikan konsumen. “Pada musim liburan mereka (maskapai) tiketnya mahal tapi servisnya seperti tiket murah, itu yang harus diperhatikan,” tegasnya.