Pertempuran Irak dan Proyeksi Bank Dunia Tekan Bursa Regional

http://www.beritasatu.com

Tokyo – Bursa saham Asia pada perdagangan Kamis (12/6) melemah setelah saham-saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) tergerus menyusul perang sipil di Irak sehingga harga minyak mentah dunia merayap naik.

Indeks Nikkei Jepang jatuh 0,9 persen, sedangkan indeks kawasan Asia Pasifik MSCI di luar Jepang merosot 0,15 persen. Adapun indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,04 persen.

Koreksi juga dialami indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,60 persen dan indeks S&P500 sebesar -0,35 persen menjadi 1.943,89, turun signifikan untuk pertama kailnya dalam tiga minggu terakhir. Diketahui, pada Senin lalu S&P mencapai rekor tertinggi ditutup di level 1.951,27.

“Bursa saham alami aksi ambil untung (profit taking) setelah rally panjang yang telah terjadi belum lama ini. Saya berharap bursa saham dunia akan tetap solid,” kata strategi senior di Okasan Securities, Kensaburo Suwa, di Tokyo (Kamis (12/6).

Pelemahan bursa saham Asia dan global tak lepas dari pernyataan Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Berdasarkan laporan tersebut perekonomian global diperkirakan tumbuh 2,8 persen tahun ini. Angka ini turun 0,4 poin dibandingkan perkiraan pertumbuhan di Januari yaitu 3,2 persen.

Bank Dunia juga menurunkan perkiraan pertumbuhan bagi AS yaitu dari 2,8 persen menjadi 2,1 persen. Laporan Bank Dunia mengatakan cuaca buruk mengakibatkan ekonomi menurun pada kuartal pertama tahun ini.

Bank Dunia menurunkan perkiraannya bagi negara-negara berkembang dari 5,3 persen menjadi 4,8 persen. Laporan tersebut menyebutkan hal ini diakibatkan krisis di Ukraina.

Hal ini diperburuk dengan pertempuran sipil di Irak yang diperkirakan akan menghambat pasokan minyak mentah dunia. Diketahui, militan dari kelompok sayap Al-Qaeda merebut kota terbesar kedua dari Mosul awal pekan ini untuk menuju kota kilang minyak Baiji.

Kondisi ini membuat harga minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada US$ 104,46 per barel, atau mendekati level tertinggi tiga bulan dari US$ 105,06 pada Selasa.