Dolar Kanada Menciut Bersama Harga Minyak Hari Ini

Bestprofit Futures Jakarta

PT.Bestprofit-FuturesDolar Kanada melemah terhadap Dolar AS maupun mata uang-mata uang mayor lainnya di penghujung sesi perdagangan Asia Jumat (27/05) sore hari ini di tengah kemerosotan harga minyak karena masalah kelebihan suplai.

Harga minyak mentah berjangka kembali menurun setelah  sempat mencapai $50 per barel kemarin. Brent berada pada kisaran $49.21, sedangkan WTI di kisaran $49.11 per barel. Pelaku pasar mengamati sejumlah situasi di luar pasar yang bisa mempengaruhi surplus pasokan, seperti arahan menteri energi baru Arab Saudi serta majunya Donald Trump sebagai kandidat presiden AS dari partai Republik.

Loonie Masih “Nyangsang” Di Level Tinggi

USD/CAD meniti kenaikan hari ini dan menguji posisi $1.30 tepatnya di posisi 1.3028, dengan arah kenaikan 0.20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya, dan juga setelah sempat menyentuh level rendah 1.2970. Meskipun harga minyak mengalami penurunan tipis hari ini, secara umum masih bisa dikatakan sebagai level tinggi dalam satu minggu sehingga Loonie – sebutan mata uang Kanada – tidak mengalami pelemahan yang terlalu drastis.

Di samping itu, pada hari Rabu lalu, Bank Sentral Kanada (BoC) mengeluarkan kebijakan yang berdampak pada menguatnya Dolar Kanada. Bank sentral tersbeut memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga Kanada di kisaran 0.5 persen sembari tetap menekankan bahwa penyesuaian ekonomi Kanada dengan goncangan harga minyak masih belum merata.

Dari sisi Dolar AS, malam nanti akan dirilis data tentang GDP AS kuartal pertama untuk estimasi kedua, yang diperkirakan akan meningkat 0.9 persen dari kisaran 0.5 persen di estimasi pertama. Selain itu, ada juga pidato dari Ketua The Fed, Janet Yellen, yang diharapkan dapat memberikan pertunjuk lebih jelas akan wacana kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Juni mendatang.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Soroti Irak, Pasar Saham Asia Melemah

VIVAnews – Pasar saham Asia melemah pada awal perdagangan Jumat karena investor masih mengamati perkembangan situasi di Irak.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 20 Juni 2014, harga minyak mentah Brent naik hingga lebih dari US$115 per barel kemarin setelah Presiden Barack Obama mengatakan ia akan mengirim 300 penasehat militer ke Irak untuk membantu pemerintah negara itu mengatasi pemberontak.

Namun, Obama menekankan tidak akan ada pasukan AS yang terlibat dalam pertempuran di Irak. Meski begitu, ia menegaskan AS siap mengambil tindakan yang sudah direncanakan jika diperlukan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,1 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.338,57 atau jatuh tipis setelah Kamis kemarin mencapai level tertinggi dalam rekor empat bulan terkahir. Tetapi Nikkei masih berada di jalur kenaikan 1,7 persen untuk pekan ini.

Saham Sony naik 0,2 persen setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada Kamis kemarin memutuskan untuk tetap mempertahankan CEO Kazuo Hirai dan pejabat puncak lainnya dalam struktur eksekutif perusahaan.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney merosot 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.447,10 atau jatuh karena aksi ambil untung setelah reli 1 persen Kamis kemarin.

Saham penambang emas menguat setelah harga logam mulia itu melonjak lebih dari 3 persen. saham Newcrest Mining melonjak lebih dari 5 persen, sedangkan saham Kingsgate Consolidated reli hampir 8 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.985,53 atau menlanjutkan penurunan.

Saham LG Display naik hampir 1 persen setelah isu pemberitaan melaporkan bahwa perusahaan itu menjadi salah satu pemasok untuk komponen Apple Smartwatch.

Pasar Saham Asia Melemah, Ikut Terseret Kisruh Irak

http://bisnis.news.viva.co.id

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,4 persen.

VIVAnews – Pasar saham Asia mengawali transaksi pekan ini dengan gerakan menurun. Kondisi ini dipengaruhi eskalasi kekisruhan di Irak, sehingga membebani sentimen investor.

Seperti diberitakan CNBC, Senin 16 Juni 2014, aksi pemberontak yang terjadi di Irak telah merebut kawasan barat laut kota Tal Afar memperkuat kedudukan mereka di wilayah utara negara penghasil minyak itu. Mereka mengaku serangan itu terjadi setelah 1.700 tentara diterjunkan pemerintah selama akhir pekan.

Amerika Serikat telah mengirimkan sebuah kapal induk ke Teluk Persia atas ancang-ancang Presiden Barrack Obama untuk melakukan serangan udara terhadap pemberontak. Iran yang merupakan negara tetangga Irak dilaporkan mempertimbangkan prospek bekerja sama dengan AS untuk membantu memulihkan situasi keamana di kawasan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini melemah 0,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.035,25 atau turun setelah membukukan kenaikan mingguan 0,1 persen pada Jumat pekan lalu.

Penguatan nilai tukar yen dipicu aksi beli yang marak karena mata uang itu ditransaksikan pada level di bawah 102 per dolar AS.

Saham Mitsubishi Heavy Industries naik 0,6 persen ditengah isu pemberitaan bahwa perusahaan itu bekerja sama dengan Siemens untuk membagi bisnis gas dan turbin uap Alstom. Mitsubishi dan pemerintah Perancis juga dikabarkan mempertimbangkan untuk membeli saham Alstom masing-masing sebanyak 10 persen dari Bouygues Perancis.

Saham Honda Motor turun 0,5 persen setelah mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk menarik lebih dari 1 juta kendaraan dengan kantong udara berpotensi rusak. Adapun saham Takata, produsen kantong udara, melonjak 1 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney cenderung bergerak datar. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.381,30.

Saham penambang berada di bawah tekanan karena harga bijih besi terus menurun, merosot hingga sekitar US$90 per ton. Saham Fortescue Metals jatuh lebih dari 2 persen, sedangkan saham Atlas Iron kehilangan 6 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul stabil. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.988,50 atau memperpanjang kerugian setelah mengalami sesi terburuknya selama tujuh pekan terakhir pada sesi Jumat lalu.

Saham perusahaan telekomunikasi menjadi sorotan di pasar karena isu pembertaan bahwa Seoul dan Uni Eropa diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan pada jaringan 5G. Saham SK Telecom dan KT Corp menguat masing-masing 0,2 persen. (umi)