Pasar Saham Asia Ikuti Jejak Wall Street

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 1uPasar saham utama Asia dibuka menguat pada transaksi awal Selasa 12 Agustus 2014, setelah adanya sentimen positif menguatnya indeks saham acuan Wall Street pada penutupan semalam.

 

Dilansir CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 16,05 poin (0,1 persen) ke level 16.569,98. Saham Intel dan Caterpillar menjadi saham blue chips yang memimpin kenaikan dari 30 komponen penyokong utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 5,33 poin (0,28 persen) ke level 1.936,92, dipimpin oleh saham sektor konsumen.

 

Sedangkan indeks Nasdaq, naik 30,43 poin (0,7 persen) ke level 4.401,33. Penguatan indeks saham acuan Wall Street tersebut, karena ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina mulai mereda.

 

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan negaranya telah berkoordinasi dengan Palang Merah Internasional untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

 

Sementara itu, terkait Irak, Presiden AS Barack Obama mengatakan Irak akan membuat langkah penting dengan penunjukkan perdana menteri baru dan mendesak pemerintah Irak membentuk pemerintah yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan semua warga Irak.

 

Sedangkan di Palestina, Israel akhirnya menyetujui proposal Mesir untuk melakukan gencatan senjata 72 jam dengan Palestina di Jalur Gaza. Mesir menjadi mediator perdamaian kedua pihak.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,2 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini memperpanjang kenaikan perdagangan kedua berturut-turut, setelah pada Senin membukukan kenaikan harian terbesar dalam empat bulan.

 

Nilai tukar mata uang Yen melemah, dan diperdagangkan di level 102,22 yen per dolar AS.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney naik 0,3 persen. Penguatan indeks patokan pasar saham Australia ini juga dibantu rilis pencatatan laba oleh BHP Biliton dan Fortescue Metals yang masing-masing naik lebih dari satu persen.

 

Sedangkan indeks Kospi di bursa Seoul, bergerak menguat 0,5 persen. Penguatan indeks utama pasar saham Korea Selatan ini juga dipicu kenaikan indeks Samsung Electronics sebesar 0,6 persen dan Posco 0,3 persen.

 

Investor Asia akan fokus pada isu ekonomi India yang akan mengeluarkan rilis data inflasi harga konsumen untuk Juli dan data output industri untuk Juni.

 

Analis yang disurvei Reuters, memperkirakan data inflasi akan sedikit berubah dari bulan sebelumnya. (asp)

Data Inflasi Akan Pengaruhi Indeks Saham RI

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 11Pada perdagangan Senin 30 Juni 2014, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 33 poin (0,7 persen). IHSG ditutup di kisaran 4.879, dan mendekati resistance pada level 4.880.

 

“Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp506 juta dengan penyumbang penguatan terbesar antara lain saham BBRI, BBCA, TLKM, PGAS, PNBN, BMRI, UNTR, dan MNCN,” kata analis PT Bahana Securities, Chandra Widjanarka, dalam risetnya, Selasa 1 Juli 2014.

 

Chandra mengatakan, hari ini, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Walaupun, indeks masih bergerak sideways, sama seperti sepekan terakhir dalam rentang 4.840-4.880.

 

Setelah mengalami window dressing pada akhir perdagangan Juni, menurut Chandra, kini pergerakan IHSG akan lebih ditentukan oleh data makro yang akan keluar pada hari ini, seperti inflasi dan neraca perdagangan. Sementara itu, dari regional, sentimen akan mengarah ke data indeks pembelian manajer (PMI) Tiongkok.

 

“Dengan semakin dekatnya pemilu presiden, investor akan cenderung wait and see,” ujarnya.

 

Sementara itu, seperti dikutip dari CNBC, di kawasan Asia, gerak saham cenderung beragam di awal sesi perdagangan Selasa. Kondisi ini dipengaruhi sikap hati-hati para investor menjelang laporan data ekonomi Tiongkok.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,9 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini terangkat, meskipun survei Bank of Japan’s Tankan menunjukkan sentimen bisnis anjlok dalam tiga bulan hingga Juni.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,5 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini tergelincir, setelah naik ke posisi tertinggi sejak rekor 12 Juni pada sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan indeks terseret oleh penurunan 1,3 persen pada saham Samsung Electronics.