Mulai 1 Juli Bank Indonesia Buka Penukaran Uang Receh Lebaran

TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA – Bank Indonesia ┬ámulai membuka layanan penukaran uang tunai bernominal kecil pada 1 Juli 2014 hingga 25 Juli 2014. Penukaran dapat dilakukan di berbagai posko yang dibuka BI di beragamkotadan di aneka gerai lain.

“Untuk wilayah DKI Jakarta, (posko) layanan penukaran uang tersebut akan dibuka di Lapangan IRTI Monas,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan, Kamis (26/5/2014). Penukaran uang tunai akan dilayani mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

Adapun penukaran untuk wilayahBandungdapat dilakukan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Untuk Medan, layanan dibuka di Lapangan Merdeka. Sementara itu, di Makassar, layanan serupa dibuka di Lapangan Karebosi.

Layanan penukaran uang juga diperluas, baik berupa peningkatan frekuensi kas keliling dan di pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti pasar, terminal, rest area jalan tol, stasiun kereta api, maupun di pos pemberangkatan mudik.

“Dalam rangka meratakan penyebaran uang yang beredar di masyarakat, BankIndonesiamemberikan layanan penukaran dengan sistem paket yang merupakan kombinasi beberapa pecahan sehingga mempercepat layanan,” papar Lambok. “(Dengan paket ini) juga tidak dimungkinkan untuk menukarkan uang satu pecahan secara berlebihan.”

Menurut Lambok, sistem paket tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu dan jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar. BI mengimbau masyarakat melakukan penukaran di tempat resmi yang disediakan BI, perbankan, maupun pihak lain yang mendapatkan otorisasi.

BI, kata Lambok, telah bekerja sama dengan 13 bank umum untuk layanan penukaran uang ini. Ke-13 bank itu adalah BNI, BJB, BTN, BCA, BRI, BII, Bank Muamaalat, Bank Mandiri, Bank DKI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan BNI Syariah.

“Kami juga melakukan kerja sama dengan Perum Pegadaian untuk menyediakan outlet layanan penukaran uang di 50 titik lokasi. Pegadaian kami pilih karena dekat dengan masyarakat, banyak loketnya, banyak sumber daya, dan juga karena mereka bersedia,” imbuh Lambok