Saham Asia Turun Diikuti Penguatan Yen Bebani Ekuitas Jepang

Bestprofit Futures Jakarta

Saham Asia turun dari enam minggu tertinggi diikuti penguatan yen yang dapat menekan ekuitas Jepang, membayangi keuntungan dari produsen energi di tengah reli pada minyak mentah.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1 % ke level 132,19 pada pukul 09:07 pagi waktu Tokyo. Ekuitas global menuju kenaikan untuk mingguan keempat, dengan Indeks S&P 500 merayap mendekati semua waktu tertinggi di tengah spekulasi biaya pinjaman akan tetap rendah untuk lebih lama. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Senin lalu mengisyaratkan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga. Sementara pasar financial di China, Hong Kong dan Taiwan ditutup untuk liburan pada Kamis ini.

Bank-bank sentral berada dalam sorotan, dengan keputusan kebijakan The Fed dan Bank of Japan (BOJ) dijadwalkan pada minggu depan. Pedagang berjangka menurunkan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada bulan Juli sampai 18 % setelah Yellen pada hari Senin mengatakan bahwa ekonomi terbesar dunia adalah cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga secara bertahap.

Saham di Tokyo jatuh, dengan Indeks Topix menuju penurunan terbesar dalam seminggu terakhir seiring penguatan yen yang dapat membebani eksportir sementara investor menunggu keputusan bank sentral dari Jepang dan AS.

Indeks Topix turun 0,9 % ke level 1,338.53 pada istirahat perdagangan di Tokyo, penurunan terbesar sejak 2 Juni dengan volume perdagangan sebesar 17 % di bawah rata-rata 30-hari intraday. Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Senin menyatakan bahwa ia cukup yakin terhadap ekonomi AS akan meningkatkan keyekinan untuk menaikan suku bunga, tetapi tidak berkomentar pada saat waktu kenaikan jika diperlukan. Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda akan membuat keputusan tentang stimulus pada 16 Juni, sehari setelah keputusan The Fed.

Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9 % ke level 16,677.84. Yen naik 0,3 % ke level 106,64 per dolar setelah penguatan 0,4 % pada hari Rabu. Mata uang Jepang telah melonjak sekitar 12 % pada tahun ini terhadap greenback.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Emas Melemah seiring Cina Hentikan Rentetan Pembelian Cadangan Emas

Bestprofit Futures Jakarta

Emas mengalami penurunan pertama dalam tiga sesi menyusul Cina, yang merupakan konsumen top dunia unutk logam, menahan diri dari menambahkan bullion untuk cadangan mereka, sehingga memicu kekhawatiran bahwa permintaan fisik untuk logam kuning ini melemah Bestprofit Futures Jakarta.

Bank Rakyat China mempertahankan aset emas tidak berubah pada bulan Mei, setelah harga melonjak dalam empat bulan pertama tahun ini. Negara Asia mendorong kepemilikan selama 10 bulan berturut hingga April, menyusul pengungkapan peningkatan 57 persen kepemilikan sejak tahun 2009.

Tanda-tanda melemahnya permintaan fisik menambah angin ribut untuk emas seiirng investor mengevaluasi untuk waktu kenaikan suku bunga AS. Suku bunga yang lebih tinggi mengekang daya tarik logam mulia dikarenakan ketidakmampuan logam ini menawarkan imbal hasil atau bunga. Dalam pidatonya Senin lalu, Ketua Federal Reserve Janet Yellen cenderung mengatakan hal yang kurang spesifik jika dibandingkan dengan pernyataan Yellen sebelumnya dalam menggambarkan kapan dia pikir Fed harus mengetatkan kebijakan moneter lagi.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus tergelincir kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $ 1.247 per ounce pada pukul 1:41 siang waktu New York di Comex. Bullion bertambah 2,9 persen selama dua sesi sebelumnya terkait dengan indikasi dari pasar tenaga kerja AS yang melemah, memicu spekulasi bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bulan ini atau pada bulan berikutnya.

Sementara Yellen mengatakan dia masih berpikir suku bunga “mungkin akan perlu dinaikkan secara bertahap dari waktu ke waktu,” pedagang memberikan probabilita mendekati nol untuk kemungkinan bahwa pembuat kebijakan akan meningkatkan biaya pinjaman pada bulan Juni. Kemungkinan tidak akan berada di atas 50 persen sampai Desember, Data dari Fed fund futures menunjukkan.

Holdings di exchange-traded funds yang didukung emas bertambah 1,9 metrik ton menjadi 1.860 ton pada hari Senin. Itu merupakan level tertinggi sejak November 2013, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan. Aset naik untuk hari kelima berturut-turut Bestprofit Futures Jakarta.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Yellen: AS masih berada di jalur untuk kenaikan suku bunga

Bestprofit Futures Jakarta

Ketua Federal Reserve Janet Yellen, Senin mengatakan dia mengharapkan ekonomi AS akan terus meningkat dan mengharapkan kenaikan bertahap suku bunga lebih lanjut “mungkin” akan sesuai.

“Saya tetap percaya bahwa itu akan sesuai untuk secara bertahap mengurangi tingkat akomodasi kebijakan moneter, asalkan kondisi pasar tenaga kerja dapat membaik lebih lanjut dan inflasi terus membuat kemajuan menuju target kami yakni 2,” kata Yellen dalam pidatonya di Dewan Urusan Dunia Philadelphia.

Yellen tidak menawarkan petunjuk lebih lanjut kapan waktu Fed untuk bertindak dalam sambutannya. Lemahnya laporan pekerjaan Mei mengurangi optimisme kenaikan pada bulan Juni dan telah meningkatkan keraguan tentang kenaikan suku bunga pada bulan Juli, kata analis menjelang pidato Yellen.

Bos Fed mengatakan angka pekerjaan Mei yang lemah menimbulkan pertanyaan tentang prospek bahwa para pejabat “akan berjuang untuk kenaikan.”

Dia mencatatkan beberapa ketidakpastian yang dihadapi dalam perekonomian. Namun kemudian dia mengatakan bahwa pertumbuhan moderat yang terjadi dan menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

“Meskipun ekonomi baru-baru telah dipengaruhi oleh bervariasinya kekuatan pengimbang, saya melihat alasan yang baik untuk mengharapkan bahwa kekuatan positif mendukung pertumbuhan lapangan kerja dan inflasi yang lebih tinggi akan terus lebih besar daripada yang negatif,” kata ketua Fed.

Presiden Federal Reserve of Atlanta DennisLockhart pada hari Senin kembali mengulangi prediksinya bahwa bank sentral masih mungkin untuk menaikkan suku bunga di pertengahan tahun. Waktu kenaikan suku bunga telah menjadi hal yang begitu penting, kata Lockhart dalam acara Rotary Club of Atlanta, sembari memperingatkan jikainflasi rendah masih beresiko menunda langkah Fed.

Untuk tahun 2015, Lockhart telah lebih optimis terhadap perekonomian AS menyusul pertumbuhan hampir 3 juta pekerjaan baru pada tahun 2014. Yang akan mendorong belanja konsumen, terlebih dengan kejatuhan hargabensin. Dia memprediksi ekonomi AS akan tumbuh sekitar 3% pada tahun 2015, yang akan menandai ekspansi tercepat dalam satu dekade.

Namun Lockhart menilai jika timing kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006 masih sangat sedikit, dan ia lebih suka menunggu sedikit lebih lama untuk melihat tingkat inflasi stabil terlebih dahulu dan kemudian bergerak menuju target 2% yang ditetapkan Fed.

Presiden Fed Atlanta ini juga menyatakan keprihatinan atas lambannya pertumbuhan upah, yang dianggapnya “agak membingungkan”. Beberapa ekonom bank sentral berteori bahwa masih banyaknya orang AS yang terpaksa bekerja paruh waktu menjadi salah satu faktor yang menekan pertumbuhan upah secara keseluruhan.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Kilau Emas Terhenti Dampak dari China yang Menghentikan Pembelian

Bestprofit Futures Jakarta

Kilau emas terhenti karena investor mengkaji langkah-langkah China untuk menghentikan pembelian emas untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir dengan kemungkinan berkurangnya untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini, yang telah membantu mendorong dolar ke level satu bulan terendah Bestprofit Futures Jakarta.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,246.30 per ons pada pukul 9:32 pagi waktu Singapura dari level sebelumnya $ 1,243.81 pada hari Selasa, menurut harga dari Bloomberg. Logam ini telah sedikit berubah dari penutupan hari Jumat ketika harga melonjak 2,7 % setelah laporan bahwa AS menciptakan lapangan pekerjaan paling sedikit dalam hampir enam tahun terakhir, mengurangi harapan untuk kenaikan biaya pinjaman.

Pedagang sekarang melihat ada kesempatan untuk menaikan suku bunga pada bulan Juni, turun dari kemungkinan 24 % pada akhir bulan lalu, dengan pergerakan probabilitas di bulan Juli dan September pada 18 % dan 39 %, kontrak berjangka menunjukkan. Bank Rakyat China menghentikan cadangan emas di tingkat yang sama seperti pada bulan April, mendorong kekhawatiran bahwa permintaan fisik mungkin menurun. Indeks mata uang dolar jatuh ke level terendah sejak 6 Mei.

Harga jual emas dan buyback (beli kembali) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini merosot setelah sempat bangkit kemarin. Pelemahan emas di dalam Negeri terjadi saat emas dunia mulai membaik.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Kamis (25/8/2016) harga jual emas di Gedung Antam pada hari ini turun Rp2.000 menjadi Rp617.000/gram dibandingkan sebelumnya Rp619.000/gram. Hal yang sama juga terjadi pada harga buyback yang menyusut menjadi Rp556.000/gram dibandingkan kemarin Rp558.000/gram Bestprofit Futures Jakarta.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.194.000, dengan harga per gram Rp597.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.773.000 dengan harga per gram Rp591.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.352.000 dengan harga per gram Rp588.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.940.000 dengan harga per gram Rp588.000, namun emas ukuran ini tidak tersedia. Harga emas 10 gram dijual Rp5.805.000 dengan harga per gram Rp580.500.

Harga emas 25 gram Rp14.375.000 dengan harga per gram Rp575.000, namun sudah tidak tersedia. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.600.000, dengan harga per gram Rp572.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp57.025.000, dengan harga per gram Rp570.250.

Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp142.175.000, dengan harga per gram Rp568.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp283.975.000 dengan harga per gram Rp567.950. Namun, ukuran emas 100 gram sampai 500 gram belum tersedia.

Penurunan juga terjadi pada harga emas di Pulogadung menjadi Rp607.000/gram dibandingkan kemarin Rp609.000/gram dan harga emas di Sarinah juga berkurang Rp2.000 menjadi Rp617.000/gram dibandin sebelumnya Rp619.000/gram.

Dilansir Reuters hari ini, emas global naik tipis 0,2% ketika di pasar spot berada di level USD1.326.22 per ons pada pukul 01.02 GMT. Sedangkan logam menyentuh level terendah dalam empat pekan menjadi USD1.323,20. Di sisi lain emas AS mendatar di posisi USD1.328,70 per ons.

Dilansir dari situs Logammulia.com, Sabtu (20/8/2016) harga jual emas di Gedung Antam pada hari ini menurun sebesar Rp3.000 menjadi Rp619.000/gram dibandingkan akhir pekan kemarin Rp622.000/gram. Sedangkan harga buyback juga melemah tipis Rp1.000 menjadi Rp.559.000/gram dibanding kemarin Rp560.000/gram.

Harga emas Antam ukuran 2 gram dibanderol Rp1.198.000, dengan harga per gram Rp599.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.779.000 dengan harga per gram Rp593.000. Harga emas 4 gram senilai Rp2.360.000 dengan harga per gram Rp590.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.950.000 dengan harga per gram Rp590.000, namun emas ukuran ini tidak tersedia. Harga emas 10 gram dijual Rp5.825.000 dengan harga per gram Rp582.500.

Harga emas 25 gram Rp14.425.000 dengan harga per gram Rp577.000, namun sudah tidak tersedia. Harga emas 50 gram sebesar Rp28.700.000, dengan harga per gram Rp574.000. Selanjutnya, harga emas 100 gram sebesar Rp57.225.000, dengan harga per gram Rp572.250.

Untuk harga emas 250 gram mencapai Rp142.675.000, dengan harga per gram Rp570.700, dan harga emas ukuran 500 gram dihargai Rp284.975.000 dengan harga per gram Rp569.950. Namun, ukuran emas 100 gram sampai 500 gram sudah tersedia.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Harga Pangan Masih Tinggi di Hari Pertama Ramadhan

Bestprofit Futures Jakarta

JAKARTA — Target pemerintah menurunkan harga pangan di momen Ramadhan 2016 tak tercapai. Menginjak hari pertama Ramadhan, harga pangan masih tinggi. Padahal pemerintah telah melakukan Operasi Pasar (OP) di sejumlah titik konsumen sejak Mei 2016 bekerja sama dengan kalangan industri pangan.

“Pasar tidak bisa dibohongi, kalau supply-nya cukup, pasti harga turun,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J. Supit dalam Diskusi Rutin Solusi Ekonomi Indonesia dengan tema “Sengkarut Tata Kelola Pangan, Senin (6/6).

Berdasarkan http://infopangan.jakarta.go.id, harga rata-rata pangan di kawasan DKI Jakarta masih tak sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo. Jarga beras rata-rata Rp 9.500-Rp 12 ribu per kilogram (kg), minyak goreng curah Rp 12.465 per kg, cabai merah keriting Rp 25.627 per kg, cabai merah besar Rp 31.348 per kg, cabai rawit merah Rp 28.069 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 23.046 per kg.

Harga bawang merah yang ditargetkan Rp 25 ribu per kg tak tercapai. Di pasar, harganya masih di angka Rp 39.488 per kg. Harga tinggi juga terjadi pada komoditas bawang putih Rp 39.604 per kg, ayam broiler Rp 35.175 per kg, telur ayam ras Rp 23.046 per ekor, gula pasir Rp 15.651 per kg, daging sapi paha belakang Rp 125.500 per kg, dan daging sapi murni Rp 116.375 per kg.

Anton meminta pemerintah berhenti melakukan sejumlah pencitraan dan menggunakan pangan sebagai komoditas politik. Ia menegaskan pentingnya kebenaran data sebagai dasar penetapan kebijakan pangan. “Pemerintah juga inkonsisten dan tidak kompak soal kebijakan pangan dan impor,” tuturnya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)