OJK Fokus Bangun Kepercayaan Investor Pasar Modal

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, OJK tengah memfokuskan pada peningkatan integritas pasar dan kepercayaan investor. Tiga hal yang dilakukan adalah peningkatan penerapan goveranance, transparansi, dan enforcement.

Penyempurnaan ekosistem pasar modal telah dimulai melalui empat tahapan. Pertama, penguatan pengaturan dan pengawasan. Kedua, proses penawaran emisi. Ketiga, aktivitas perdagangan dan kewajaran valuasi instrumen.

Dalam proses penawaran emisi, Wimboh menekankan harus menjaga integritas yang baik. Tujuannya agar terlihat transparan dan melindungi kepentingan para investor.

PT Bestprofit Futures – “Tentunya transparansi ini sangat penting, mulai dari proses emisi sampai proses perdagangan,” kata Wimboh di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Hal yang sama juga perlu diterapkan pada lembaga keuangan, baik dari perbankan, lembaga asuransi, sampai aturan likuiditas maupun solvensinya. Jangan sampai, ucap Wimboh, ternyata tidak kompatibel.

“Artinya kalau tidak kompetibel ini menjadi rentan di lembaga-lembaga yang aturannya tidak sebanding dan sejarahnya,” katanya.

IHSG Menguat

PT Bestprofit Futures – OJK melaporkan indeks harga saham meningkat dibanding dua tahun sebelumnya. Tercatat di tahun 2019, ISHG senilai Rp 6.229,5 dengan market cap Rp 7.265 triliun.

Selama tahun 2019, OJK telah melakukan pembatasan penjualan reksa dana tertentu pada 37 manajer investasi serta memberikan sanksi kepada 3 akuntan publik.

“Aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 mencapai Rp 166,8 triliun dengan 60 emiten baru,” kata Wimboh.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

8 Sektor di Zona Merah, IHSG Dibuka Melemah ke 6.277,09

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Sebagian sektor menguat hanya ada satu sektor yang tertekan yaitu infrastruktur.

Pada prapembukaan perdagangan, Kamis (16/1/2020), IHSG melemah 7,4 poin atau 0,12 persen ke level 6.275,95. Pelemahan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.05 WIB dengan turun 6,54 poin atau 0,11 persen ke level 6.277,09.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,26 persen ke posisi 1.022,38. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.275,95 dan terendah di 6.267,53.

Sebanyak 74 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 96 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 16.710 kali dengan volume perdagangan 157,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 168,9 miliar.

Investor asing jual saham Rp 20,93 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.670 per Dolar AS.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang turun 0,33 persen dan sektor perkebunan yang turun 0,29 persen.

Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu sektor aneka industri yang anjlok 1,31 persen. Kemudian diikuti sektor manufaktur turun 0,51 persen dan sektor konstruksi melemah 0,40 persen.

Sementara saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah diantaranya INDO yang turun 23,81 persen ke Rp 150 per lembar saham, AMAR turun 15,62 persen ke Rp 540 per lembar saham dan SKYB melemah 14,81 persen ke Rp 69 per lembar saham.

Sementara saham-saham yang menguat, antara lain KARW naik 25,40 persen menjadi Rp 79 per lembar saham, GLOB naik 24 persen menjadi Rp 434 per lembar saham dan KAYU menguat 17,98 persen menjadi Rp 105 per lembar saham.

Perdagangan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini. Investor asing jual saham mencapai Rp 17,69 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (15/1/2020), IHSG ditutup terjun 42,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 6.283,36. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,70 persen ke posisi 1.025,06.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.348,52 dan terendah 6.255,49.

Sebanyak 285 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 121 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 498.302 kali dengan volume perdagangan 12,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 11,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.665.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor yang berada di zona hijau yaitu sektor industri dasar menguat 1,02 persen dan sektor aneka industri 0,006 persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 2,94 persen. Kemudian sektor pertambangan yang turun 1,78 persen dan sektor infrastruktur turun 1,70 persen.

Saham-saham yang melemah yang mendorong IHSG tersungkur diantaranya INDO yang turun 25 persen ke Rp 189 per lembar saham, MINA melemah 24,83 persen ke Rp 218 per lembar saham dan PADI turun 24,50 persen ke Rp 151 per lembar saham.

Saham-saham yang menguat antara lain TRIN yang naik 70 persen ke Rp 340 per saham, KPAL menguat 35 persen ke Rp 216 per saham dan SKYB naik 35 persen ke Rp 81 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

IHSG Ditutup Menguat ke 6.325, Sektor Industri Dasar Pimpin Kenaikan

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (14/1/2020), IHSG ditutup naik 28,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 6.325,40. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,69 persen ke posisi 1.032,31.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.325,40 dan terendah 6.298,60.

Sebanyak 165 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 219 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG ke level yang lebih tinggi. Di luar itu, 163 saham diam di tempat.

PT Bestprofit Futures – Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 511.159 kali dengan volume perdagangan 10,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,6 triliun.

Investor asing beli saham mencapai Rp 1 triliun di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.670.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang melemah, yaitu perkebunan yang turun 1,14 persen, sektor infrastruktur turun 1,04 persen dan sektor pertambangan turun 0,84 persen.

Sedangkan sektor yang menguat yaitu sektor industri dasar naik 2,66 persen, sektor keuangan naik 1,13 persen dan sektor manufaktur naik 0,65 persen.

Saham Menguat dan Melemah

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain AMOR yang naik 50 persen ke Rp 2.850 per saham, PAMG menguat 34,78 persen ke Rp 93 per saham dan INDO naik 34,78 persen ke Rp 252 per saham.

Saham-saham yang melemah diantaranya POLA yang turun 28,93 persen ke Rp 140 per lembar saham, IKAI melemah 23,08 persen ke Rp 50 per lembar saham dan MTRA turun 20,99 persen ke Rp 256 per lembar saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

9 Sektor Menghijau, IHSG Dibuka Naik ke 6.313,90

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini. Sebagian sektor menguat hanya ada satu sektor yang tertekan yaitu infrastruktur.

Pada prapembukaan perdagangan, Selasa (14/1/2020), IHSG menguat 12,32 poin atau 0,20 persen ke level 6.308,89. Penguatan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB dengan naik 16,08 poin atau 0,23 persen ke level 6.313,90.

Indeks saham LQ45 juga naik 0,34 persen ke posisi 1.029,37. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.317,03 dan terendah di 6.304,83. Sebanyak 126 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 39 saham melemah dan 123 saham diam di tempat.

PT Bestprofit Futures – Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 15.764 kali dengan volume perdagangan 232,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 197 miliar.

Investor asing beli saham Rp 2,1 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.658 per Dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu yang berada di zona merah yaitu sektor infrastruktur yang turun 0,40 persen.

Sedangkan sektor yang naik dipimpin oleh perkebunan yang melonjak 0,57 persen. Kemudian diikuti sektor industri dasar naik 0,55 persen dan sektor keuangan naik 0,54 persen.

Saham yang Menguat dan Melemah

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang menguat seiring kenaikan IHSG, antara lain AMOR naik 50 persen menjadi Rp 2.850 per lembar saham, INDO naik 34,76 persen menjadi Rp 252 per lembar saham dan CSRA menguat 19,39 persen menjadi Rp 400 per lembar saham.

Sementara saham yang melemah dan menahan penguatan IHSG diantaranya KOTA yang turun 11,59 persen ke Rp 50 per lembar saham, IPTV turun 7,62 persen ke Rp 412 per lembar saham dan MINA melemah 6,85 persen ke Rp 272 per lembar saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

BEI Duga Ada 41 Saham Gorengan di 2019

PT Bestprofit Futures – Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi adanya 41 saham yang diduga sebagai saham gorengan sepanjang 2019.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widito Widodo menyampaikan, nilai Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) 41 perusahaan tersebut kecil, hanya sekitar 8,3 persen dari transaksi harian di 2019 yang mencapai Rp 9,1 triliun.

“Jadi ada 41 saham yang kita identifikasi. Itu volumenya besar karena recehan nilainya, tapi value traded-nya kecil, hanya 8,3 persen,” terang Laksono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Laksono pun menjelaskan indikator BEI mensinyalir bahwa 41 saham gorengan tersebut. Hal pertama yakni terkait adanya kenaikan harga terhadap fundamental perusahaan yang dinilai tak wajar.

PT Bestprofit Futures – “Jadi informasi itu yang kami himpun, karena laporan keuangannya mudah didapat sebagai bursa. Yang kedua juga mendengar input dari market, ada perusahaan yang kita lihat kenaikannya tak wajar,” paparnya.

Namun demikian, ia belum mau menyebutkan siapa saja nama-nama saham yang teridentifikasi gorengan tersebut, lantaran BEI baru memasuki tahap identifikasi.

“Untuk menghormari asas praduga tak bersalah, jadi kami belum bisa sebutkan siapa saja,” ujar Laksono.

BPK Catat Jiwasraya Rugi Rp 10,4 T Akibat Investasi Saham Gorengan

PT Bestprofit Futures – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat PT Asuransi Jiwasraya mengalami indikasi kerugian sebesar Rp 10 triliun akibat investasi pada saham gorengan. Saham gorengan yang dimaksud adalah perusahaan menyimpan dana pada saham-saham berkualitas rendah.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, dalam proses jual beli saham pihak Jiwasraya terlibat dalam permainan negosiasi harga saham. Padahal seharusnya sebagai investor, seharusnya Jiwasraya tidak memiliki hak untuk menentukan harga saham.

PT Bestprofit Futures – “Jual beli dilakukan dengan pihak tertentu secara negosiasi agar bisa memperoleh harga tertentu yang diinginkan. Kepemilikan saham tertentu melebihi batas maksimal, yaitu di atas 2,5 persen,” ujar Agung di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2019).

Adapun saham-saham yang dimaksud adalah beberapa saham dengan kode SMBR, BJBR dan PPPRO. Untuk ketiga saham ini, indikasi kerugian sementara tercatat sekitar Rp 4 triliun.

“Indikasi kerugian sementara Jiwasraya atas transaksi tersebut diperkirakan sekitar Rp 4 triliun,” papar Agung.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures