Wall Street Tumbang usai Kasus Virus Corona di AS Cetak Rekor

PT Bestprofit Futures – Jakarta Saham berjangka AS jatuh pada Selasa malam dipengaruhi kenaikan kasus infeksi virus corona baru baru ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/10/2020), Dow Jones Industrial Average berjangka diperdagangkan 150 poin lebih rendah, atau 0,5 persen. S&P 500 turun 0,6 persen dan Nasdaq 100 berjangka turun 0,4 persen.

Indeks saham Dow turun lebih dari 200 poin selama perdagangan reguler dan S&P 500 tergelincir 0,3 persen. Nasdaq Composite, sementara itu, naik 0,6 persen.

Tindakan pasar yang berbeda pada hari Selasa datang karena nama-nama yang akan mendapat manfaat dari orang-orang yang tinggal di rumah – seperti Amazon dan Zoom Video – naik secara luas. Sementara saham yang bergantung pada pembukaan ekonomi kembali menurun.

Kasus virus corona harian AS telah meningkat dengan rekor rata-rata 69.967 selama seminggu terakhir. Hal ini sesuai data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Sementara itu, rawat inap terkait virus corona naik 5 persen atau lebih di 36 negara bagian, menurut data dari Proyek Pelacakan Covid.

PT Bestprofit Futures – Peningkatan ini telah menyebabkan beberapa negara menerapkan kembali langkah-langkah penguncian tertentu. Di AS, negara bagian Illinois telah memerintahkan Chicago untuk menutup tempat makan dalam ruangan.

“Ketidakpastian tentang pembatasan mobilitas terkait COVID-19 dan politik AS berarti kita harus mengharapkan volatilitas tetap tinggi untuk keseimbangan tahun ini,” kata Mark Haefele, kepala investasi untuk manajemen kekayaan global di UBS, dalam sebuah catatan. “Namun, kami terus melihat kenaikan saham dalam jangka menengah,” tambah dia.

“Dengan sepuluh kandidat vaksin dalam uji coba tahap akhir secara global, skenario utama kami adalah bahwa pembatasan dapat mulai dicabut pada 2Q21, membantu pendapatan perusahaan pulih ke posisi tertinggi sebelum pandemi sekitar akhir 2021,” katanya.

Laporan Perusahaan

PT Bestprofit Futures – Wall Street juga meneliti gelombang terbaru pendapatan perusahaan untuk kuartal sebelumnya, termasuk dari raksasa teknologi Microsoft.

Microsoft melaporkan pendapatannya lebih baik dari perkiraan untuk kuartal sebelumnya karena penjualan dari bisnis cloudnya tumbuh tajam. Namun, saham tersebut merosot 0,3 persen dalam perdagangan setelah jam kerja.

“Redmond terus melihat kekuatan di lapangan karena lebih banyak perusahaan pindah ke cloud,” kata analis Wedbush Dan Ives dalam sebuah catatan.

“Ini sangat kontras dengan bencana pendapatan yang kami lihat dari perangkat lunak matang yang mendukung SAP awal pekan ini yang menyoroti pemenang dan pecundang yang jelas dalam pergeseran cloud ini dengan MSFT yang memimpin,” lanjutnya.

First Solar juga membukukan angka kuartalan yang mengalahkan ekspektasi analis, mengirimkan sahamnya naik sekitar 10% setelah bel. Boeing, General Electric, UPS dan Fiat Chrysler termasuk di antara perusahaan yang akan melaporkan Rabu sebelum bel.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Bursa Saham Asia Tersungkur, Investor Menanti Pengumuman Kinerja HSBC

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Bursa saham di kawasan Asia pasifik tergelincir pada pembukaan perdagangan Selasa pagi ini. Pelemahan ini mengikuti kejatuhan Wall Street.

Mengutip CNBC, Selasa (27/10/2020), indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,88 persen di awal perdagangan. Hal yang sama juga terjadi pada indeksTopix jepang yang turun 1,21 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,5 persen. Produk Domestik Bruto Korea Selatan tumbuh 1,9 persen di kuartal III 2020 dibanding dengan kuartal sebelumnya.

Sementara di Australia, Indeks saham S&P/ASX 200 juga turun sekitar 1,3 persen.

PT Bestprofit Futures – Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang yang menjadi patokan bursa saham Asia diperdagangkan 0,28 persen lebih rendah.

Saham Alibaba di Hong Kong akan diawasi setelah perusahaan afiliasinya yang juga raksasa teknologi China Ant Group, menetapkan harga sahamnya pada Senin kemarin.

Ant Group akan menawarkan saham perdana atau IPO di dua bursa yaitu Shanghai dan Hong Kong. Aksi korporasi iniditetapkan menjadi yang terbesar sepanjang masa.

Di sisi, HSBC akan mengumumkan hasil kinerja kuartal ketiga pada hari Selasa ini.

Wall Street Anjlok, Dow Jones Melemah 650 Poin

PT Bestprofit Futures – Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena lonjakan penderita covid-19 dan negosiasi paket stimulus fiskal yang macet.

Mengutip CNBC, Selasa (27/10/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 650,19 poin melemah atau 2,3 persen ke level 27.685,38. S&P 500 turun 1,9 persen menjadi 3.400,97. Sedangkan Nasdaq Composite turun 1,6 persen menjadi 11.358,94.

Penurunan Wall Street pada Senin menghapus keuntungan bulanan untuk Dow Jones Industrial. Ini merupakan penurunan Dow Jones dalam satu hari terbesar sejak 3 September dan penutupan pertama di bawah 28.000 sejak 6 Oktober.

Penurunan terjadi karena data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins menunjukkan bahwa kasus infeksi harian virus Covid-9 di AS telah meningkat rata-rata 68.767 selama tujuh hari terakhir, sebuah rekor.

PT Bestprofit Futures – Pada hari Minggu saja, lebih dari 60.000 kasus dilaporkan. Negara itu mengalami lebih dari 83.000 infeksi baru pada hari Jumat dan Sabtu.

“Bagi saya, ini adalah gelombang kedua pandemi COvid-19,” kata analis Aegon Asset Management, Frank Rybinski.

“Sampai kita berhasil memberantas virus, ini akan menjadi seperti awan abu-abu di pasar,” tambah dia.

Optimisme para pelaku pasar di Wall Street juga meredup karena Gedung Putih dan DPR belum melakukan kesepakatan stimulus.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan melambat, tetapi ada catatan bahwa negosisi tetap berlangsung.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Saham Asia Menguat Tipis Usai Lonjakan Kasus Covid-19 di AS dan Eropa

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Saham Asia-Pasifik naik tipis pada perdagangan Senin pagi karena kasus virus Corona baru melonjak di AS serta negara-negara di kawasan Eropa.

Dikutip dari CNBC, Senin (26/10/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,22 persen pada awal perdagangan. Sementara indeks Topix bertambah 0,16 persen.

Di Korea Selatan, Kospi naik 0,52 persen. Saham di Australia juga mengalami kenaikan, dengan S&P/ASX 200 naik 0,47 persen. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan naik 0,21 persen.

Pasar Hong Kong tutup pada hari Senin untuk hari libur nasional.

Sementara itu, harga minyak turun di pagi hari jam perdagangan Asia. Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent turun sekitar 1,4 persen menjadi USD 41,18 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga turun 1,38 persen menjadi USD 39,30 per barel.

PT Bestprofit Futures – Perkembangan di luar China akan dipantau, saat para pemimpin teratas negara itu bertemu minggu ini untuk merencanakan lima tahun ke depan.

Fokus investor pada hari Senin juga kemungkinan akan berada pada situasi virus corona yang memburuk di negara Barat, dengan AS baru-baru ini melaporkan jumlah kasus virus baru yang memecahkan rekor.

Di Eropa, kasus juga melonjak, dengan Reuters melaporkan bahwa Prancis mencatat rekor infeksi virus corona harian sementara Italia memerintahkan bar untuk tutup lebih awal dan menutup gym umum dalam upaya untuk membendung kebangkitan virus.

Miliarder Jack Ma: IPO Ant Group Jadi yang Terbesar di Dunia

PT Bestprofit Futures – Perusahaan Financial technology (fintech) asal China yaitu Ant group akan melantai perdana di bursa China dan Hong Kong. Initial Public Offering (IPO) ini akan menjadi yang terbesar di dunia.

Hal tersebut diungkapkan oleh milirder pendiri Alibaba, Jack Ma. Untuk diketahui, Ant Group masih berafiliasi dengan Alibaba.

“Jadi ini untuk pertamakalinya sebuah IPO dengan nilai terbesar dalam sejarah manusia dilakukan di luar kota Newa York,” jelas Jack Ma, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (24/10/2020).

“Kami tidak memikirkan ini lima tahun lalu bahkan tiga tahun lalu. Tetapi keajaiban baru saja terjadi,” tambah dia.

Jack Ma menjelaskan, rincian harga saham IPO Ant Group akan resmi diumumkan pada pekan depan.

Ant berencana untuk melakukan IPO secara bersamaan di Hong Kong dan di Shanghai dalam beberapa minggu mendatang.

Sebuah sumber CNBC mengatakan bahwa dalam IPO tersebut, Ant Group mengincar dana segar USD 35 miliar atau sekitar Rp 512 triliun (estimasi kurs 14.653 per dolar AS).

PT Bestprofit Futures – Angka ini sangat tinggi bahkan melampaui rekor yang dibukukan oleh Saudi Aramco yang melakukan IPO pada Desember lalu. Saat itu, dana segar yang diraih mencapai USD 29,4 miliar.

Jack Ma mengatakan, sistem keuangan mengalami inovasi yang luar biasa di China dan bahkan di dunia. Tentu saja hal ini menjadi sebuah kesempatan bagi perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan diri.

untuk diketahui, Ant Group didirikan pada 2014 untuk menjalankan bisnis Alipay, layanan pembayaran digital yang digunakan oleh hampir 1 miliar orang di China. dan mendapatkan sebagian besar pendapatan dari pinjaman cepat konsumen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Investor Asing Beli Saham, IHSG Dibuka di Zona Hijau

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Jumat akhir pekan ini.

Pada prapembukaan perdagangan Jumat (23/10/2020), IHSG menguat 20,97 poin atau 0,41 persen ke level 5.112,78. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih tetap menguat 19,19 poin atau 0,38 persen ke level 5.111,01.

Sementara indeks saham LQ45 juga menguat 0,71 persen ke posisi 794,14. Gerak indeks acuan sebagian besar turun.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.121,02. Sedangkan terendah 5.109,22.

Sebanyak 150 saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau. Kemudian 62 saham melemah dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 43.724 kali dengan volume perdagangan 760,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 501,4 miliar.

PT Bestprofit Futures – Tercatat, investor asing beli saham di pasar regular mencapai Rp 25 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.655 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semua berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor perkebunan yang naik 1,19 persen. Disusul sektor aneka industri yang menguat 0,74 persen dan sektor keuangan naik 0,54 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain, JAWA naik 29,27 persen ke Rp 106 per lembar saham. Kemudian BBTN naik 14,29 persen ke Rp 1.440 per saham dan CSMI naik 9,5 persen ke Rp 575 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga menahan penguatan IHSG antara lain BRIS turun 6,92 persen ke Rp 1.210 per lembar saham, ESIP yang turun 6,84 persen ke Rp 109 per lembar saham dan JSKY turun 6,75 persen ke Rp 152 per saham.

Penutupan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. IHSG berada di zona merah selama perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis(22/10/2020), IHSG ditutup turun 4,63 poin atau 0,09 persen ke posisi 5.091,81. Sementara, indeks saham LQ45 menguat 0,17 persen ke posisi 788,56.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.093,82 dan terendah 5.063,69.

Pada sesi penutupan pedagangan, 147 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 264 saham melemah dan 180 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham normal. Total frekuensi perdagangan saham 686.064 kali dengan volume perdagangan 14,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,4 triliun.

Investor asing jual saham Rp 251,6 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.667.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang menguat antara lain industri dasar naik 0,96 persen, infrastruktur naik 0,2 persen dan keuangan naik 0,12 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan dan pertambangan yang sama-sama merosot 1,01 persen. Kemudian disusul sektor barang konsumsi turun 0,68 persen dan sektor perdagangan turun 0,42 persen.

Saham yang menguat antara lain JAWA yang naik 34,43 persen ke Rp 82 per lembar saham. Kemudian ITIC yang naik 24,48 persen ke Rp 890 per lembar saham dan ASRI yang yang naik 22,76 persen ke Rp 151 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain KOTA yang melemah 6,88 persen ke Rp 298 per lembar saham. Kemudian MTPS turun 6,88 persen ke Rp 298 per lembar saham dan JSKY turun 6,86 persen ke Rp 163 per lembar saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

101 Saham Melemah, IHSG Dibuka Anjlok ke 5.084,79

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini.

Pada prapembukaan perdagangan Kamis (22/10/2020), IHSG anjlok 11,65 poin atau 0,23 persen ke level 5.084,79. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih tetap menguat 13,70 poin atau 0,28 persen ke level 5.083,33.

Sementara indeks saham LQ45 juga melemah 0,42 persen ke posisi 783,79. Gerak indeks acuan sebagian besar turun.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.086,97. Sedangkan terendah 5.079,45.

Sebanyak 98 saham menguat namun tak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Kemudian 101 saham melemah dan 153 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham cukup ramai yaitu 27.562 kali dengan volume perdagangan 687,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 356,8 miliar.

Tercatat, investor asing beli saham di pasar regular mencapai Rp 11 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.600 per dolar AS.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya 3 sektor berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor perkebunan yang naik 0,25 persen. Disusul sektor barang konsumsi yang menguat 0,06 persen dan sektor perdagangan naik 0,05 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh aneka industri yang anjlok 0,68 persen. Kemudian disusul sektor keuangan yang turun 0,46 persen dan sektor pertambangan turun 0,24 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain, SAME naik 12,67 persen ke Rp 169 per lembar saham. Kemudian ITIC naik 10,49 persen ke Rp 790 per saham dan WICO naik 8,41 persen ke Rp 580 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga menahan penguatan IHSG antara lain PPGL turun 9,42 persen ke Rp 250 per lembar saham, NZIA yang turun 6,93 persen ke Rp 188 per lembar saham dan JSKY turun 6,86 persen ke Rp 163 per saham.

Perdagangan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu pekan ini. IHSG sempat menghijau di awal sesi perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (21/10/2020), IHSG ditutup turun 3,39 poin atau 0,07 persen ke posisi 5.099,84. Sementara, indeks saham LQ45 menguat 0,10 persen ke posisi 787,19.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.131,50 dan terendah 5.083,66.

Pada sesi penutupan pedagangan, 183 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 218 saham melemah dan 183 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham normal. Total frekuensi perdagangan saham 756.676 kali dengan volume perdagangan 12,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,6 triliun.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual saham Rp 116 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.631.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya ada tiga sektor yang melemah yaitu keuangan yang turun 0,69 persen, sektor konstruksi melemah 0,67 persen, dan sektor barang konsumsi melemah 0,19 persen.

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin oleh sektor aneka industri yang naik 1,25 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan yang menguat 0,77 persen dan sektor perdagangan menguat 0,77 persen.

Saham yang menguat antara lain JAYA yang naik 18,75 persen ke Rp 114 per lembar saham. Kemudian LION yang naik 13,45 persen ke Rp 270 per lembar saham dan PTIS yang yang naik 13,14 persen ke Rp 155 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain PPGL yang melemah 9,80 persen ke Rp 276 per lembar saham. Kemudian BRIS turun 7 persen ke Rp 1.295 per lembar saham dan OKAS turun 6,96 persen ke Rp 107 per lembar saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit