Estimasi Pertumbuhan Ekonomi AS Direvisi, Wall Street Melemah

http://bisnis.news.viva.co.id

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin.

VIVAnews – Saham AS melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, setelah pemerintah AS diminta untuk merevisi angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi lebih rendah.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 27 Juni 2014, sentimen negatif lainnya yakni James Bullard, Kepala Federal Reserve St. Louis yang merupakan anggota non-voting Federal Open Market Committee, kepada Fox Business Network, mengatakan bahwa kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa terjadi lebih cepat dari yang diharapkan pasar, yakni pada kuartal pertama 2015.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 21,38 poin (0,1 persen) ke level 16.846,13, dengan saham Wal-Mart Stores menjadi saham blue-chip yang paling merugi, termasuk 22 saham dari 30 komponen utama penyokong indeks dan menandai patokan hari terburuk dalam sebulan terakhir.

Indeks S & P 500 kehilangan 2,31 poin (0,1 persen) ke level 1.957,22. Saham sektor konsumsi dan keuangan menjadi yang paling banyak merugi diantara 10 kelompok utama indeks. Indeks Nasdaq berakhir jatuh kurang dari 1 poin ke level 4.379,05.

Saham GoPro bergerak rally dalam debut pertamanya di lantai bursa. Sementara itu saham ConAgra Foods juga naik setelah membukukan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.

Goldman Sachs merilis penurunan angka estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini menjadi 3,5 persen.

Laporan lainnya, klaim pengangguran AS mengalami penurunan 2.000 menjadi 312.000 pekan lalu, atau sesuai dengan harapan pasar sebelumnya.

Nilai mata uang dolar stabil terhadap mata uang mitra dagang Amerika Serikat dan yield (imbal hasil) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun 3 basis poin menjadi 2,531 persen.