Cyber Crime Perbankan: Indonesia Nomor Dua di Dunia

Jakarta, GATRAnews – Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh State of the Internet, serangan kejahatan perbankan berbasis teknologi informasi (cyber crime) terhadap dunia perbankan di Indonesia mencapai 36,6 juta serangan selama tiga tahun terakhir. Jumlah tersebut membuat Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara terbanyak yang mengalami cyber crime di dunia perbankan.

 

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad mengatakan statistik tersebut menunjukkan dunia perbankan Indonesia memiliki risiko tinggi untuk mengalami serangan cyber crime. “Penggunaan teknologi informasi di industri perbankan dipastikan akan diikuti dengan potensi risiko operasional yang bisa melahirkan berbagai risiko-risiko turunan,” kata Muliaman, Selasa (13/5).

 

Rentannya dunia perbankan terhadap serangan cyber crime membuat terganggunya industri perbankan menghadapi persaingan dengan negara lain. Muliaman menjelaskan keamanan perbankan yang lemah berdampak terhadapnya kehilangan kepercayaan nasabah terhadap bank tersebut.

 

“Apabila tidak diantisipasi dengan cepat, maka kondisi ini sangat tidak menguntungkan pada saat industri perbankan kita sedang menyiapkan diri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN,” kata Muliaman.

 

OJK selaku pengawas jasa keuangan mengantisipasi kejahatan tersebut bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia. OJK menggunakan aparat kepolisian untuk mengawasi tindak kejahatan di bidang teknologi informasi.

 

“Industri perbankan dituntut untuk meningkatkan kualitas manajemen risiko dan edukasi kepada nasabah dengan lebih transparan dan dini,” kata Muliaman. (*/jnr)