Ketegangan Geopolitik Mereda, Wall Street Menguat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 144Indeks saham utama Amerika Serikat, ditutup lebih tinggi di dua sesi berturut-turut dalam volume perdagangan ringan pada akhir perdagangan Senin waktu New York.

 

Seperti dikutip dari laman CNBC, Selasa 12 Agustus 2014, kenaikan indeks tersebut, karena investor melihat adanya tanda-tanda berkurangnya ketegangan geopolitik.

 

Volume komposit yang diperdagangkan di semua platform dari Bursa Efek New York, pada penutupan hanya sekitar 400 juta unit saham dari rata-rata 3,1 miliar unit saham.

 

“Selain faktor musiman berupa volume perdagangan rendah, investor juga masih ingin melihat bagaimana perkembangan perekonomian,” ujar Peter Cardillo, Chief Market Economist di Rocwell Global Capital.

 

“Investor sebenarnya lebih mengkhawatirkan pada bagaimana penanganan kebijakan moneter,” imbuhnya.

 

Pasar saham telah menerima sentimen positif dari pernyataan Stanley Fischer, Wakil Ketua Federal Reserve, yang mengatakan bahwa pemulihan ekonomi di AS dan global sejauh ini masih mengecewakan. Hal itu, menunjukkan The Fed tidak mungkin melakukan pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

 

Namun, menjelang dirilisnya sejumlah data ekonomi dan pidato The Fed pada akhir pekan ini, analis mengatakan bahwa perkembangan geopolitik menjadi indikator utama bagi investor.

 

Presiden AS Barack Obama dijadwalkan akan menuju ke Irak hari ini.

 

Sementara di Rusia, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan negaranya telah berkoordinasi dengan Palang Merah Internasional untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Ukraina.

 

Namun, Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen, kepada Reuters mengatakan bahwa pihaknya melihat “probabilitas tinggi” Rusia bisa melakukan intervensi militer. NATO juga mendeteksi bahwa Rusia sedang menarik kembali ribuan pasukannya dari dekat perbatasan Ukraina.

 

Sedangkan di Palestina, Israel akhirnya menyetujui proposal Mesir untuk melakukan gencatan senjata 72 jam dengan Palestina di Jalur Gaza. Mesir menjadi mediator perdamaian kedua pihak.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 16,05 poin (0,1 persen) ke level 16.569,98. Saham Intel dan Caterpillar menjadi saham bluechip yang memimpin kenaikan dari 30 komponen penyokong utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 5,33 poin (0,28 persen) ke level 1.936,92, dipimpin oleh saham sektor konsumen.

 

Ada pun, indeks Nasdaq naik 30,43 poin (0,7 persen) ke level 4.401,33.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya turun menjadi 14,18. (asp)

Bursa AS Menguat, Indeks Dow Jones Menuju Level 17.000

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 9Saham-saham melonjak pada penutupan perdagangan Selasa di Bursa Efek New York, Amerika Serikat. Kondisi ini dipengaruhi data ekspansi di bidang manufaktur AS dan penjualan yang lebih baik dari perkiraan pada produsen mobil di negara Paman Sam itu.

 

Seperti diberitakan CNBC, Rabu 2 Juli 2014, indeks Dow Jones Industrial Average menguat ke level 16.956,07 atau naik 129.47 poin (0,8 persen). Saham IBM dan Visa memimpin kenaikan bluechips ini yang mencakup 26 dari 30 komponen di dalamnya.

 

Sementara itu indeks S&P 500 naik 13,09 poin (0,7 persen) ke level 1.973,32 setelah sempat menembus rekor intraday 1.978,58. saham perawatan kesehatan mendapat keuntungan tertinggi, sedangkan saham utilitas menjadi satu-satunya tertinggal di antara 10 kelompok industri utama.

 

“Sepertinya Dow Jones Industrial Average sedang dalam perjalanan ke level 17.000 dan S&P 500 ke tanah yang dijanjikan dari posisi 2.000,” ujar Elliot Spar, analis dari Stifel, Nicolaus & Company.

 

Menurut Spar, investor harus mengelola risiko dengan melakukan beberapa hedging selektif.

 

Adapun indeks Nasdaq naik 50.47 poin, (1,1 persen) ke level 4.458,65.

 

Volume perdagangan di BUrsa Efek New York mencapai 686 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,2 miliar unit saham. (ita)